Menjelajah Hutan Cidampit


BSD City, Sabtu 11 desember 2010, udara pagi yang dingin langsung terasa saat bangun pagi, hari ini saya dan kawan-kawan berencana touring ke cidampit. Persiapan sudah dilakukan sejak malam, sepeda sudah masuk mobil dan menunggu pengendaranya datang. Jam 05.15, Idan, Ny Idan, Andik, Iras, Hendra Njoo dan Emje sudah datang ke rumah, tak lama menyiapkan perbekalan kami berangkat menuju rumah Arie, disana sudah berkumpul Rudi dan Ismed.

Selesai persiapan di rumah arie kami bergegas berangkat menyusuri tol merak menuju serang timur, Sigit, bokapnya dan om noval sudah standby di pintu tol serang timur bergegas mengikuti mobil kami menuju titik kumpul pertama.  jam 7.00 kami sudah sampai di kantor bupati Serang.

Hujan deras di kota Serang tidak menyurutkan semangat kami untuk gowes, sepeda-sepeda sudah di-loading ke truk, perlu waktu untuk menunggu rekan-rekan Rosela dan Rockers menyiapkan sepedanya. Jam 9.05 truk mulai bergerak ke titik unloading. Ditengah jalan hujan byar pet kadang deras, tiba2 gerimis… Kami di truk tertawa dan senang menikmati anugrah Allah. 120 MTB bergerak diatas truck ke titik start, berasa sedang fun bike nih…

Jam 10.00 kami mulai gowes ditengah derasnya hujan… Lumayan badan jadi dingin.. Setelah semua rider siap, pemandu memberi aba2 untuk mulai, 120 MTB memenuhi jalanan, perjalanan diawali dengan turunan aspal mulus, kami pemanasan dulu biar kaki ga kram. Tak lama kami menikmati turunan, hukum alam mulai berlaku, tanjakan imut menanti kami, gowes gowes… Rasa capek kami terbayar dengan jatuhnya om andik akibat belum terbiasa pake cleat… Gedebum!!! Aduh!!! Diaa jatuh karena lupa sudah pake cleat… Hahaha… Boro2 kasian, kata2 khas mulai terdengar “tahannn!!!” Foto dulu om… Hihihi.. Tidak jauh dari Om Andik jatuh ada tanjakan makadam menanti kami… Gowes terus… Tanjakan ini lumayan menguras tenaga kami, giant trance X, mongoose otero, Collosus AM.2, santa cruz Nikckel, specialized pitch, patrol fxp, mulai merajalela di tanjakan makadam.

Ternyata fullsus enak juga buat nanjak, sementara xtrada 5.0, premier 3.0, giant iguana, element police, dominate dengan setia mengikuti kami. Emje mulai ngos ngosan menghadapi tanjakan makadam, TTB adalah pilihannya. Ga lama kemudian emje nongol… Tampang lelah dan susah terlihat di wajahnya… Gowes terus je.. Trek makadam setia menemani kami sampai beberapa kilometer ke depan, belum puas menikmati ayunan shockbreaker di antara batu2an kami dihadapkan jalan tanah. Guyuran air semakin kecil, kecepatan kami bertambah… Bau rumput dan aroma khas pepohonan hutam membuat semangat kami naik… Jalanan tanah yg licin dan sisa2 genangan hujan di tanah menjadi santapan kami selanjutnya, kubangan, akar pohon, bebatuan besar kami lahap dengan lancar.

Beberapa pesepeda yg sudah mulai kehabisan tenaga, dengusan nafas nyaring terdengar dikanan kiri saya… Punten pak… Raja tanjakan mau lewat… Hihihi… Lucu juga liat rombongan besar ini, banyak yg lupa bahwa panjang track 40 km, naik turun bukit, keluar masuk hutan.. Dan hebatnya banyak pesepeda yg menjadi sprinter di awal… Irit tenaga dikit pak, masih puluhan kilometer harus kita tempuh.

Usai menyusul sprinter itu di tanjakan tanah saya ketemu rombongan berikutnya di persimpangan jalan di tengah hutan… “Sedang istirahat pak?” Sapa saya… “Ngga om, kami ga tau jalan…” GPS Garmin 60CSx yg nempel di handlebar saya rupanya berguna juga… “Ayo pak ikut saya kita ikuti saja GPS…

Akhirnya saya bareng rombongan depan… Ternyata mereka dari komunitas Rosela.. Rupanya skill dan power mereka tidak seimbang, semakin banyak yg tertinggal di tanjakan. Saya ada di posisi tengah, om arie dan rudi sudah melaju ke depan sedangkan sisanya masih di belakang…

Tidak terasa saya sudah di tengah hutan rimbun… Hmmmmm sendiri di tengah hutan??? Cuek ah ada GPS… Gowes lagi… Tapiiii… Pura2 nunggu ah, padahal mah takut juga euy. Saung penebang pohon jadi tempat menunggu yg menyenangkan… Ga lama duduk datang om iras dan om andik… Ya sesi foto dimulai, jepret kanan kiri dan berbagai pose kamu coba… Puas narsis… Perjalanan kami lanjutkan… Hmmm ini dia nih yg saya ga suka, turunan panjang, tanah, licin, ditengahnya ada jalan air… Lengkap sudah penderitaan saya… Ternyata di depan ada om hendra njoo dan om ismed yang sedang bercengkrama dengan tanah..

Mulai deh masuk trek All Mountain… Suguhan tanjakan yang menyenangkan dan turunan yg menjengkelkan. Mumpung frame saya masih baru dan hasil siksaan beberapa hari sebelumnya membuktikan bahwa frame ini enak lumayan menambah percaya diri saya di turunan.

Setelah menurunkan seat post mulailah saya gowes… Gasssss… Turunan licin saya susuri.. Ternyata bener euy, emang frame All Mountain beda banget rasanya…lancar cuy…. Enak juga ya turunannya…

Sedang asik2 nya elus2 Collosus biru saya tau2 ada suara gedebummm!!!! Gusrakkkk!!!! Ohhhh ternyata om andik sedang maen prosotan… Dia jatuh (lagi) huahahahaha lumayan ada hiburan… Jepret !!! Jepret!!! Tukang2 foto mulai beraksi…

Sampe akhir turunan saya nunggu dibawah.. Om emje terlihat ceria melihat turunan edan ini…

Ayo emje !!!! Kamu bisa !!!! Gowes aja ga apa2 koq… Mulailah pria kekar ini naik sadel.. Satu gowes dua gowes.. Dan…. Gedebum!!!! Bumi bergetar… Hahahahaha emje jatuh…

Korban selanjutnya adalah bapak2… Sol sepatunya lepas karena beratnya medan yg kami lalui. Pelajaran berikutnya, pilih sepatu yg sesuai fungsinya pak…

Sedikit jalan datar, single track kami susuri diikuti dengan tanjakan2 lucu dan imut dihadapan kami, serta jurang di kiri kanan kami, salah posisi nyusruk adalah imbalannya..

Trek ini benar2 menyenangkan, hutan yang rimbun pepohonan menjadikan kami terlindungi dari sinar matahari kalau musim panas, sayangnya hari ini matahari sedang istirahat, digantikan hujan…

Nahhhhh gini dong… Lagi2 tanjakan makadam…. Gasssss

Tidak lama pemanasan kami menemui warung, alasan menunggu teman di belakang adalah cara kami menghibur diri, padahal mah udah pegel nih betis.

Setelah semua kumpul kami lanjut menyusuri jalan aspal sampai akhirnya ketemu belokan menuju rumah hutan… 7 km lagi setara dengan 1 lap JPG… Gasssss

Makadam yg panjang dan single track di tangah hutan… Mantab euy… Setelah ketemu jalan yang berliku, tanjakan, turunan, akar pohon menjadi partner saya untuk latihan skill dan stamina.

14.00 WIB, akhirnya sampai juga di rumah hutan… Es kelapa muda, sop ikan, adalah menu makan siang kami. Setelah membersihkan lumpur di baju, mulailah kami makan dan istirahat. Om Emje, Om Idan dan teteh Uci masih di dalam hutan di belakang kami.

Kira2 30 menit kemudian mereka datang, makan siang dan istirahat secukupnya untuk persiapan gowes pulang.

15.15, Kami mulai gowes arah pulang, diawali turunan single track dan Cilukba !!!! Tanjakan curam, jalan air non gowesable… TTB hanya satu2nya cara.

Sementara itu beberapa peserta dievakuasi oleh pick up yg standby 2km dari rumah hutan, banyak peserta wanita sudah tidak kuat lagi untuk lanjut.

Selesai menikmati tanjakan curam itu kami mulai gowes lagi… Downhill mini tapi lumayan panjang… Ini dia waktunya nyiksa frame Collosus AM 2.0

Gassss puollllll, selip2 sedikit di ban belakang dapat cepat terkoreksi oleh frame ini, mantab bener deh…

Lahhhh koq jalanan makin lama makin kecil? Jurang di kiri kanan? Gass lagi ahhhh lumayan ada beberapa drop off yang bisa saya lewati, bantingan sepeda enak bener.. Tetap stabil dan tidak liar.

Sementara saya menikmati loncat2 drop off, teteh uci mulai sempoyongan, mukanya mulai pucat, khawatir dengan kondisi fisiknya, om emje dan beberapa teman menemani teteh uci di saung, untuk ada rekan dari Serang All Mountain yg bawa madu. 15 menit kemudian teteh uci bisa gowes lagi.

Akhir dari turunan menyenangkan itu adalah sungai lebar, arusnya deras dan cilakanya ga ada jembatan.

Satu persatu kami menyeberangi sungai setinggi pinggang orang dewasa. Kondisi itu kami manfaatkan untuk cuci sepeda.

Halahhhhh sangkain gowes lagi… Tanjakan curam dan licin ada di sisi sebrang sungai…. Dorong maning….

Sampai di atas barulah treknya berbahaya bagi pesepeda… Jalanan aspal… Kacau deh

Gowes lagi… Turunan aspal yg panjang dengan sedikit tanjakan lumayan membuat kami berkeringat… Kami menyusuri jalanan sampai akhirnya sampai juga di kota serang, jam 18.00 kami sampai di kantor bupati dan siap2 pulang.

Saran untuk yg tertarik ikut kami lagi ke trek Hutan Cidampit :

– kondisi sepeda harus prima
– mental harus siap
– kondisi fisik harus baik.

Trek Hutan Cidampit berkarakter All Mountain, banyak tanjakan curam dengan belokan tajam dan masih gowesable serta turunan2 single track serta beberapa drop off, sebagain besar trek ini memerlukan skill yang mumpuni atau bagi pesepeda pemula track ini dapat dijadikan tempat latihan skill.

Jalur yg kami lalui bukan jalur yg biasa dilalui orang tapi melewati beberapa jalan baru.

Track ini benar2 menyenangkan, asik banget, 40 km tidak terasa kalau kita menikmatinya.

Dalam waktu dekat track GPS nya akan saya Up load di : www.everytrail.com I’d : ekoprobo

Foto2 akan segera saya posting

Sampai ketemu di trek berikutnya.

Salam gowes
Eko Probo

2 thoughts on “Menjelajah Hutan Cidampit”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s