Pohon Beringin & Rumput Liar


“Kalau Kau Belum Mampu Menjadi Pohon Beringin, Jadilah Rumput Liar Yang Sanggup Tumbuh Dimanapun”

Entah kapan saya pernah dicekoki prinsip ini, prinsip sederhana yang masih melekat di kehidupan saya, beberapa kali juga saya jejali pola pikir gadis kecil saya Vanya ( http://varenkarissa.wordpress.com/ ) dengan prinsip sederhana ini, prinsip yang sedehana namun dalam maknanya)

Pohon beringin identik dengan pohon besar, berdaun rimbun dan akarnya menjuntai kebawah, beberapa mitos dan cerita-cerita rakyat selalu mendeskripsikan bahwa ini adalah pohon surga, pohon yang mampu melindungi siapapun dibawahnya, pohon yang meneduhi tanaman-tanaman disekitarnya, pohon yang mampu menghidupi siapapun tanpa merugikan dirinya sendiri, pohon kalpataru yang sanggup memberi kebahagiaan yang berada dibawahnya.

Makna yang saya tangkap apabila menjadi pohon beringin berarti menjadi seseorang yang mampu membuat teduh dan memberikan kehidupan bagi siapapun disekitarnya, setiap pribadi dapat memaknai pohon beringin ini dari perspektif yang berbeda.

Rumput liar… memang pantas dinamakan demikian karena memang dia liar, sanggup tumbuh dimanapun dalam cuaca apapun walau kadangkala dianggap pengganggu keindahan secara visual namun akan lain maknanya kalau dilihat dari hati anda.

Rumput liar memang liar dan bandel, rumput yang tidak pernah kapok dan putus asa, coba perhatikan saja, salah satu hal yang rutin dilakukan tukang kebun adalah mencabuti rumput liar… dannnn rumput itu tidak pernah kapok untuk tumbuh lagi di tempat yang sama, kadang rumput liar indah juga kalau diperhatikan dengan seksama

Lama saya merenung mengenai prinsip ini berusaha memaknai dan menerapkan dalam kehidupan ini, ternyata ini adalah hal sederhana yang mudah dilakukan siapapun

Dibawah pohon beringin pasti ada rumput liar, berarti saya harus mampu bersikap seperti mereka, ada saatnya saya harus melindungi dan meneduhi orang-orang disekitar dan dibawah saya dan ada saatnya pula saya harus tangguh, hidup dan berkembang dimanapun saya berada.

Pada saat saya menjadi pohon beringin maka saya harus menjadi peneduh bagi siapapun dibawah dan disekitar saya, jadi atasan yang mampu melindungi anak buahnya, sanggup menjadi sandaran bagi teman-temannya dan sanggup memberi semangat baru kepada siapapun yang beristirahat di sekitarnya.

Ada saatnya saya menjadi rumput liar ketika berada di suatu tempat yang kurang menyenangkan atau kondisi yang tidak nyaman bagi sebagian orang maka saya harus seperti rumput liar… sanggup tumbuh kembang, tetap bertahan terhadap segala hal dan tidak pernah putus asa.

Rumput liar tidak pernah kapok, selalu tumbuh walau selalu dihilangkan, mampu tumbuh dan berkembang di tempat tandus sekalipun, tetap tumbuh dan berkembang walau tidak ada yang merawat, rumput liar adalah prinsip dasar survival, dan jadilah rumput liar yang indah karena pada saatnya rumput ini akan dicari orang karena ketanggguhannya menghadapi kehidupan.

Pada suatu saat nanti apabila prinsip ini sudah melekat maka yang timbul adalah rasa ikhlas dan syukur. Ikhlas karena tetap diberi kesempatan untuk hidup dimanapun dan bersyukur karena sanggup meneduhi siapapun yang membutuhkannya.

Berkawan dan belajar dari alam sekitar, maka kita akan menjadi pecinta alam bukan hanya sekedar penikmat alam

semoga ini dapat berguna bagi yang membaca dan sanggup memaknai ini dalam kehidupan sehari-hari

One thought on “Pohon Beringin & Rumput Liar”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s