Tragedi Cobra Crash di Cikole


If You Think Safety is Expensive, Let’s Try to an Accident”

Bandung 5 Maret 2011

Dinginnya udara di ketinggian 800 m dpl seakan tidak menyurutkan semangat bersepeda teman-teman di Jakarta, dering suara BBM mulai terdengar jam 03.30…. team Serpong sudah mulai bersiap untuk berangkat ke Bandung

Jam 04.15 saya dapat kabar mereka sudah berangkat, sementara saya sudah di Bandung bersama Churnia Satryawan.

3 mobil 5 sepeda bergerak bersama dari jakarta menuju bandung, check point pertama di rumah saya di Sukamulya Indah, Bandung

07.10 semua sudah merapat di rumah dan segera mempersiapkan sepeda serta perangkat lenong di tubuh masing-masing

Tak lama kemudian kendaraan pengangkut sepeda sudah merapat, seperti biasa kami menghubungi Pak Omo (081322700334) beliau memang sudah tak awam lagi di kalangan goweser Bandung.

Usai loading sepeda ke atas mobil bak terbuka kamipun bergegas menuju Cikole…. hari itu tujuan kami adalah Track Downhill Cikole yang terletak di kaki Gunung Tangkuban Perahu.

Kami ada 7 orang, saya, Idan, Andre Wang, Ayung, Toni, Churnia dan Denu, udara dingin di pagi hari serta cerahnya cuaca kota Bandung membuat kami ingin segera mencapai tujuan, muka-muka downhiller ini terlihat cerah dan bersemangat

Jam 8.30 kami sudah merapat di Area Downhill Cikole, Area ini berada di kaki Gunung Tangkuban Perahu, udara sejuk dan segar sangat terasa disini, aroma khas pohon pinus tercium disekitar kami,

Untuk masuk area ini kami dipungut iuran sebesar Rp. 5000,-/ orang, setelah melewati gerbang masuk kami disuguhi tanjakan aspal dan hutan pinus di sebelah kanan jalan.

Tak lama menyusuri jalan itu kami sampai di titik akhir track Cikole, disini ada beberapa saung serta pedagang makanan, apabila membawa keluarga mereka akan menunggu di garis finish ini. Mushola dan toilet yang bersih pun tersedia disini.

Usai bincang-bincang dengan downhiller Bandung kamipun segera naik lagi menuju titik start, ada 2 pilihan, naik mobil bak atau gowes ke atas, karena tujuan kami kali ini latihan downhill maka sepeda kami angkut dengan mobil bak.

Selama perjalanan ke atas mata kami tak lepas dari track downhill yang ada di sebelah kanan jalan, lumayan menantang juga tracknya

Perjalanan ke titik start membuat beberapa goweser waswas karena baru kali ini mencoba track cikole, sementara goweser yang sudah sering kesini memberi penjelasan mengenai track yang akan kami lalui

Tak lama menyusuri jalanan kami sampai di titik start, terlihat sudah ada beberapa mobil bak dan goweser yang bersiap untuk menikmati track ini

Setelah berdoa kami mulai menyusuri track sepanjang 1,7 Km itu, gowes pelan-pelan dulu untuk pemanasan.. Andre wang, Idan, Denu dan Tony sudah melesat jauh ke depan, posisi saya jauh di belakang Tony

Tak lama menyusuri turunan sempit dan curam saya dengar ada suara gussssrakkkk!!!!! bummm!!!!! segera saya meningkatkan kecepatan untuk mencari tahu apa yang terjadi…

hahahaahaha… hihihihihi ternyata Tony nyusruk masuk semak-semak di sebelah kiri jalan, momen bersejarah ini harus segera diabadikan sebagai bukti untuk anak cucu kita kelak…. Tony hanya cengengesan dan berkata “Belum pemanasan euy, kaki masih kaku”

Setelah Tony siap kamipun segera gowes meliuk-liuk di track ini, ada beberapa drop off kami loncati… hehehe asik juga euy, ternyata KHS Velvet saya cukup mumpuni untuk track ini..

Jiaahhhhhh!!!!! gusraakkkk!!!!! di depan ada suara sepeda jatuh… ternyata Denu nyusruk kena pohon kecil…hahaha ga masalah om Denu, ini perkenalan dengan Track Cikole

Tak lama membetulkan kerusakan kecil di sepeda om Denu kami mulai menyusuri track ini ke garis finish

beberapa kali ban sempat selip di belokan dan tersangkut akar yang menonjol.

Akhirnya sampai finish juga.

Tenaga masih banyak dan semangat masih tinggi, kali ini kami segera loading sepeda ke mobil dan bergegas naik lagi, stage 2 ini yang jadi korban adalah Churnia, dia sempat dua kali jatuh karena nyerempet dinding tanah, sambil tertawa senang dia bilang “ayuk kita naik lagi.. baru 2 kali jatuh ga masalah”

Stage 3 kami coba dengan kecepatan lebih tinggi, kali ini kami sudah mulai mengenal karakter track ini

Let it flow… sepeda dan badan kami bergerak mengimbangi gaya gravitasi yang ada, kecepatan semakin tinggi dan kami semakin menikmati track ini, udara masih terasa sejuk dan dingin…

di titik akhir saya sempat kaget karena kurang konsentrasi, sepeda loncat cukup tinggi di dan mendarat di belokan menuju finis, untuk saya sudah mengenal karakter sepeda dan track ini dengan baik.

Tak lama kemudian terlihat Churnia dari kejauhan, teman-teman pun menyemangatinya dan teriak ” SPEED !!!! SPEED !!!! and JUMPPP !!!!

Churnia memacu sepedanya dan masuk area jumping dannnn JUMPPP!!!!!!! and GUSRAAKKKK !!!! BUMMMM!!!! hahahaha dia jatuh, dada dan muka melampaui kecepatan sepedanya… ban belakang sepedanya sampai lepas, rasa panik kami hilang setelah melihat dia tertawa senang… dia bilang ga masalah semua aman

sambil istirahat kami pun latihan loncat di beberapa tempat kali ini Tony sempat jatuh untuk kedua kalinya

Semantara itu Idan dan Andre pemanasan untuk mencoba track Cobra Cross yang terkenal berbahaya di Cikole, untuk pemanasan mereka coba dulu jumping di garis finis

usai latihan kami menuju warung untuk mengisi perut, pisang goreng, nasi lalap serta ayam goreng mengisi perut.

Stage 4, kali ini target Idan dan Andre adalah melewati tantangan Cobra Cross, Track ini sangat menarik karena goweser harus memacu sepeda untuk meloncati jalanan / track dibawahnya, tidak banyak yang bisa melewati Cobra Cross ini, diperlukan keberanian, sepeda yang mumpuni juga skill yang tinggi

Sebelum loncat kami survey dulu dan mendapat pengarahan tentang teknik untuk bisa melalui Cobra Cross

Kali ini yang akan mencoba Cobra Cross adalah Idan dan Andre, sebelumnya Riva Bonnety mencoba jalur ini berkali-kali dengan beberapa sepeda untuk memastikan jalur ini aman

Kali pertama bagi Andre Wang di Track ini, dia mencoba dengan keyakinan penuh dan berhasillllll !!!!

Test kedua dilakukan bertiga, Riva, Andre dan Idan… mereka bergerak bersamaan dan loncat tinggi melewati rintangan Cobra Cross

Masih penasaran dengan Cobra Cross, kali ketiga ini dicoba lagi, deg degan djuga menunggu mereka lewat, semua sudah bersiap di bawah untuk berjaga-jaga

Tak lama terdengar suara Riva… “JUMPP”!!!… suara ranting patah terdengar dan Riva loncat melewati Cobra Cross…. disusul Andre Wang 2 detik kemudian dan….. srukkk brakkkk!!!! Andre jatuh…. 2 detik kemudian terdengar suara “ANDREEEE AWASSSSS!!!!” ternyata Idan sudah melesat terbang di belakang Andre dan BRAKKKKK!!!!! Idan jatuh dari ketinggian 3 meter berserta sepedanya..

Berikut ini adalah detik-2 kejadian, hanya dalam hitungan detik saja semua bisa terjadi

kami mulai panik dan bergegas menolong mereka, Alhamdulillah mereka tidak ada yang cedera parah, ini semua karena Safety Gear yang digunakan sangat lengkap, entah apa jadinya kalau mereka tidak menggunakan itu

Video kejadian ini bisa dilihat di Youtube

atau bisa juga dilihat di postingan saya sebelum tulisan ini

Setelah memastikan semua tidak apa-apa kami menuju finish untuk istirahat

Tak lama istirahat kami mencoba mini drop off yang biasa disebut area Pre-Wed, entah dari mana asal nama ini, kalau melihat lokasinya sih kemungkinan ini area foto-foto pre wedding

Satu persatu kami mencoba loncat di area mini jumping pre wed

lumayan lah ini buat pelemasan otot-otot yang mulai pegal setelah berkali-kali menyusuri jalur downhill Cikole

Tak lama setelah mencoba pre wed kami bergegas ke titik finish, kali ini Andre Wang melesat dengan cepat di depan, namun tak berlangsung lama karena dia jatuh, setelah loncat, sepeda tidak bisa dikendalikan dan nabrak pohon, Idan pun menemani andre jatuh di tempat itu

Helm andre membentur pohon, entah apa jadinya kalau tidak menggunakan helm

Rasa lelah sudah tak bisa dilawan lagi, kami memutuskan untuk istirahat dan pulang saja.

Setelah Idan, Andre dan Churnia mengobati luka di tangan dan kakinya kamipun bergegas pulang

untung hanya luka kecil namun kaki Idan dan Andre pasti akan bengkak sebentar lagi

Sebelum bengkak membesar kami membawa sepeda kami melewati Jalur Mini Downhill Jayagiri menuju Bandung

Jalur mini downhill sangat mengasikan bagi kami semua turunan-turunan curam dapat dilalui dengan kecepatan tinggi, tak lama kami sampai di kota Lembang dan langsung menuju rumah saya di Bandung

Ada kecelakaan kecil di dekat daerah Geger Kalong, Churnia menghantam motor yang nyelonong tiba-tiba keluar jalan, ban belakang lepas dan tergilas mobil, untung Churnia tidak apa-apa dan sepeda masih bisa dikendarai sampai Sukamulya Indah

Ternyata bersepeda di jalan resikonya lebih tinggi daripada bersepeda di track downhill atau all mountain

Peta GPS CIkole akan segera saya upload di http://www.everytrail.com id saya : ekoprobo.

Salam Cobra Cross

15 pemikiran pada “Tragedi Cobra Crash di Cikole

    • om depe, betul sekali, itu om churnia satryawan… dia baru gowes tapi udah nekat loncat-2 di trek DH… hahaha nyalinya hebat euy

  1. Wah cerita n foto2nya mantap kang… saya juga baru mau nyoba ke cikole neh. Deg2an… heuheuheu…

    Btw salam kenal kang. Sy juga rumah di bandung, deket cicaheum

  2. baru seminggu yg lalu nyobain downhill dicikole(first time)..kesan pertama seremmmmmmm..selanjutnya ketagihann..hehe..alhamdulillah jatohnya buanyak..salam kenal ya omm..

  3. I actually would like to take note of this particular posting, “Tragedi Cobra Crash di Cikole
    | Eko Probo D’ Warpani” on my own web-site. Do you mind in the event I actuallydo? Many thanks ,Genia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s