Jalur Baru RA-Classic, Paralayang Extension


Entah ada angin apa yang menghembus ke kuping om Mahendra, kuncen MTB di kawasan puncak, pagi ini, Minggu 27 Maret 2011 saya diajak membuka jalur baru di RA-Classic, jalur ini bisa juga disebut Jalur Bagong 2

Awalnya sih cuma obrolan ringan antara saya dan teman-teman untuk menghabiskan akhir pekan ini dengan bersepeda di jalur classic RA (Rindu Alam) di kawasan puncak

Obrolan melalui mailing list dan grup BBM semakin menghangat dan diputuskanlah untuk gowes hari Minggu 27 Maret. Awalnya yang berencana ikut hanya 6 orang saja, bagi saya kalau mau touring bersepeda minimal 3 orang yang ikut, kenapa? karena apabila terjadi sesuatu terhadap rekan maka 1 orang menemani dan 1 orang akan pergi mencari bantuan terdekat

Tak disangka tak diduga ternyata pagi itu yang datang dan akan ikut saya ada 22 orang… ckckckckck lumayan banyak juga.

Kami berkumpul di warung mang ade di puncak, sedang asik-asiknya sarapan mie instan hangat ada yang menepuk bahu saya, ternyata pak Mahendra..

Dia bilang, “Eko, temani saya yuk buka jalur baru..” uhuyyyyyy ini dia yang saya tunggu-tunggu… buka jalur baru di kawasan puncak dan diajak oleh kuncen disana, tanpa pikir panjang segera saya setujui ajakan itu dans aya sampaikan juga bahwa saya membawa banyak goweser pemula (newbie) dan kali ini adalah gowesan pertama mereka..

Pagi ini ada 4 mahasiswa saya di STMT Trisakti yang ikut gowes, kemudian ada teman-teman anak motor MiLYS (Mailing List Yamaha Scorpio) dan ada beberapa goweser lain dari base camp saya di JPG Mountain Bike Park, BSD.

Mereka bilang, terserah deh mau lewat mana aja yang pentin gowes…. pucuk dicinta ulam tiba, segera kami bergegas mengikuti om Mahendra untuk membuka jalur baru tersebut, GPS pun segera saya siapkan untuk memetakan jalur baru ini.

#kuning jalur baru, #biru RA Classic

Kali ini yang akan kami lewati adalah jalur RA Classic, namun di awal perjalanan kami akan membelokan jalur sehingga tidak melewati area paralayang, ada berbagai alasan yang dikemukakan pak Mahendra kenapa kita akan buka jalur… sementara ini nama jalur tersebut adalah “PARALAYANG EXTENSION” atau Jalur BAGONG 2

#kuning jalur baru, #biru RA Classic # pink NuRa

23 MTB menyusuri jalanan di samping Warung Mang Ade, kabut tipis masih menyelimuti kawasan puncak dan sisa hujan semalam masih terlihat di permukaan tanah dan tanaman.

Pak Mahendra bersepeda paling depan sebagai penunjuk jalan, saya mengikuti dibelakangnya… iring-iringan 23 sepeda berjalan rapi di jalur itu, kira-kira 1,5 km dari awal pak Mahendra berhenti dan menyerahkan bendara kepada saya, dia  bilang kamu orang pertama yang menancapkan bendera penanda arah… hihihihi.. lumayan pasti difoto deh ama  beliau

Jalur baru ini memang benar-benar masih perawan, tidak terlihat ada jalanan menyimpang ke kiri dari jalur utama.. bendera pun ditancapkan sebagai tanda bagi goweser lainnya, menurut pak Mahendra rombongan inilah yang pertama melalui jalur ini.

Tanaman masih lebat dan jalanan sepeda masih tertutup rumput hutan, tanpa ragu kamipun membelokan MTB ke arah kiri, senyum senang dan semangat terlihat di raut wajah goweser lainnya.

Di depan saya terlihat jalan setapak yang bisa dilalui sepeda, walaupun demikian di kiri kanan jalan ada pepohonan rimbun, apa boleh buat kami harus terus masuk ke dalam hutan.

hehehe hebat euy makin masuk ke dalam semakin lebat… terpikir oleh saya bagaimana nasib newbie di belakang saya, sempat sejenak saya berhenti dan bertanya pada mereka apakah ada yang ragu? ternyata semua mengangkat jempolnya tanda siap

Perjalanan kami lanjutkan ke dalam hutan, karena judulnya membuka jalur baru maka kami tidak  berharap banyak bisa menggowes sepeda disini, masih banyak rintangan yang melintang dihadapan kami dan tentunya tidak akan menyurutkan niat kami untuk terus masuk ke dalam

Single track yang kami lalui masih beralaskan rumput hutan, sebetulnya 9 tahun yang lalu jalur ini pernah dilewati pencinta MTB namun entah kenapa tidak pernah lagi dilewati

Embun pagi ini membasahi tanaman hutan, saat menerobos ke dalam baju kami semua mulai basah tersapu air yang menempel di daun, udara dingin menambah segar suasana pagi itu… saya berjalan sendirian di depan dan terasa sudah jauh ada di depan sementara teman-teman masih jauh di belakang… hmmmm ga lucu juga nih kalo sendirian di tengah hutan

daripada bengong saya siul siul sendiri supaya tidak sepi dan mencoba menikmati pemandangan di bawah sana.. yahhh lumayan lah untuk menghibur diri, untung tidak begitu lama menunggu… di belakang saya terdengar suara ranting patah dan dengusan nafas… ternyata om Mahendra merapat di belakang saya

setelah suasana mulai ramai oleh celotehan teman-teman di belakang maka saya pun melanjutkan perjalanan, semakin ke dalam semakin rimbun dan semakin tidak bisa menggowes sepeda kami, banyak pohon berduri dan batang melintang

kaki kiri mulai terasa perih karena bergesekan dengan duri pohon sementara sepeda tidak bisa dinaiki karena ada beberapa jalur negatif ke arah jurang.

Jalanan ini hanya muat 1 sepeda, di sebelah kiri hanya ada hamparan pohon hutan dan di sebelah kanan ada jurang, salah-salah memijak bisa terperosok ke dalam jurang itu

Jalur baru ini relatif datar dan sebentar lagi pasti akan menjadi jalur andalan MTB yang sedang wisata sepeda di kawasan ini

Setelah beberapa saat kami menyusuri jalanan hutan kami dihadapkan lagi oleh jalanan bercabang, GPS saya kelurakan untuk melihat arah yang akan kami tempuh, setelah pasti arah mana yang akan diambil kamipun menancapkan lagi bendera di jalanan itu

Di belakang saya dan pak mahendra ada om bakti alamsyah dan obing… setelah diamati dengan seksama ternyata mereka mirip ya seperti kakak adik… hihihi… husss ayo lanjut lagi ceritanya.

Jalur selanjutnya masih sama… penuh dengan pepohonan dan basah, dan masih banyak duri pohon yang setia menggores kaki kami,…. cuek aja maju terusss

Jalanan agak menurun dan ada sedikit tempat yang agak luas untuk istirahat


lumayan bisa istirahat 5 menit karena tak lama kemudian suara canda rekan-rekan sudah terdengar dan mereka satu persatu mulai muncul di belakang saya

GPS kembali berfungsi untuk menentukan jalur mana yang akan kami tempuh, setelah membuat waypoint kami kembali melanjutkan perjalanan, di sebelah kiri saya liat ada sarang babi hutan, kelihatannya masih ada binatangnya mungkin dia sedang jalan-jalan cari makan karena sarang babi hutan terlihat kosong… fiuhhh man amannnn… males aja sedang bawa sepeda begini tau-tau ada babi disebelah saya….hiiiiii amit-amit *ketok meja 3 kali

tidak jauh dari sarang babi kami menemukan ada perangkap babi yang masih terpasang… punten ah saya loncatin daripada kejebak..

jalanan semakin menurun dan batang-batang pohon tampak melintang di depan saya, tak lama kemudian ada jalanan turun di sebelah kanan saya, apa boleh buat karena tidak ada pilihan lain saya masuk saja ke jalanan tersebut

jalanan masih basah oleh sisa embun namun di depan mata terlihat kebun teh dan jalur lama yang sudah tidak asing lagi bagi kami

akhirnya kami keluar di perkebunan teh yang menghubungkan jalurbaru ini dengan jalur lama yang biasa kami lalui, selanjutnya kami hanya mengikuti jalur RA Classic saja

Setelah semua berkumpul kami istirahat sejenak sambil membersihkan beberapa lintah yang nempel di kaki kami..

Jalur selanjutnya adalah jalur yang sudah tidak asing bagi pencinta MTB, RA Classic, namun jalur kami belokan sedikit melalui jalan raya puncak sekitar 500 meter dan masuk lagi ke dalam kebun teh, jalur yang dibelokan ke jalanan juga bisa menjadi alternatif untuk evakuasi apabila terjadi sesuatu, lumayan juga jalur baru ini menambah pilihan bagi goweser di puncak sehingga wisata anda semakin beragam

Terima kasih kepada pak Mahendra yang telah mengajak kami untuk membuka jalur ini, semoga jalur Paralayang Extension ini dapat segera digunakan oleh rekan-rekan goweser lainnya.

File GPS dapat di download di Everytrail, silakan click

http://www.everytrail.com/view_trip.php?trip_id=1015864

atau search Subject :

Jalur baru RA Classic : Paralayang Extension – West Java, Indonesia

15 thoughts on “Jalur Baru RA-Classic, Paralayang Extension”

  1. Hehehehe …
    Anginnya khan dari om eko juga,
    Waktu komen di fb, jangan di babat…biar aja natural
    Makanya aku nunggu grup bike2nature main ke RA…
    Sekalian deh…tak ajak ngerasain jalan yg agak semi hardcoremtb…..hohoho

    Tq untk reportase nya om eko…
    Salam mtb
    Bootman

    1. o iya ya… saya komen di FB… tapi setelah melihat langsung dan merasakan melalui jalur itu ada beberapa yang perlu dibenahi bos, misalnya batang-batang pohon mati yang melintang di jalan dan juga perlu ditambah tanda / rambu.

      sekarang di kawasan itu sudah mulai banyak wisatawan sepeda dan pilihan jalur semakin banyak, saran saya sih itu om rambu jalur dan tingkat kesulitan untuk setiap jalur.

      Kalau boleh saran lagi akan lebih baik kalau ada foto-2 jalur yang ditampilkan di warung mang Ade sehingga goweser pemula sudah bisa membayangkan kondisi alam yang akan dilalui

  2. jalur 9 tahun tidak dijamah,…
    Longlive “BAGONG-2”
    nexTrip brada,…\m/

    * yang dekkernya robek kena duri rotan, gak kebayang kalau nempel langsung dibetis…

  3. wah..om anak MiLYS ya? kenal sama Ferry Djarwo ga? kalo kenal pasti pernah main ke bengkelnya ga dulu sktr thn 2007an di Mampang, Jaxel.

    saya konter yg di depan bengkelnya Ferry itu om. Ferry skrg jg main MTB sama kya om.

    1. jarwo? kenal banget om bram, dulu saya ke bengkel dia ganti AR dan CR scorpio saya. om bram main MTB juga? gowes bareng yuk

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s