Jelajah Hutan Puncak Canopy TW


Sabtu 21 Januari 2011

Catatan:::
Jangan berharap ini akan mudah…
Jangan berharap melewati jalur yang sudah ada…
Jangan berharap tidak akan ada halangan…
Semuanya serba mungkin saat kita membuka jalur perawan…
Tapi yang jelas akan menjadi pengalaman yang tak terlupakan…

Perjalanan ini khusus bagi para MtBers yang cinta petualangan…
Yang berani mengambil resiko…
Yang berani menghadapi tantangan…
Yang berani mengatakan “kami cinta hutan, walau akan kami taklukan tapi akan kami jaga kelestariannya”

Kalimat ini sempat menggetarkan beberapa MTB’ers dan membuat mereka mengurungkan niatnya untuk ikut acara ini, namun kalimat ini justru membuat saya semakin semangat dan bertekad kuat untuk ikut, karena bagi saya: “Alam Adalah Kawan, Bukan Lawan”

Sehingga pagi ini, Sabtu 21 Januari 2011 saya dan beberapa teman dari JPG Mountain Bike Park sudah ada di Warung Mang Ade di kawasan Puncak. Jam 07.00 WIB kabut masih menyelimuti kawasan Puncak, puluhan sepeda sudah terlihat parkir di depan Warung Mang Ade. Di dalam Warung Mang Ade sudah ramai juga pesepeda yang sedang sarapan.

Kali ini suasana di warung yang sering digunakan tempat berkumpul MTB’ers ini agak sedikit berbeda, ada tenda biru di depan warung juga meja registrasi, hari ini kami akan melakukan perjalanan “Jelajah Hutan Canopy”

Perserta yang datang pada pagi ini lumayan banyak juga tercatat ada 70 MTB’ers yang ikut andil dalam acara ini, mereka datang dari berbagai komunitas. Komposisi peserta cukup lengkap, terlihat ada 3 wanita dan 1 anak SMP.

Biaya yang harus kami keluarkan Rp.100.000,- (seratus ribu rupiah), dan kami dapat sarapan nasi goreng serta teh manis hangat, selain itu kami juga dapat sticker acara, kemudian biaya masuk area, tentunya tidak lupa ada bajigur break berikut pisang rebus, kacang rebus, ubi rebus, dan di siang harinya kami dapat makan siang nasi, mie, lontong laksa, susu, gorengan semua hidangan itu bebas kami lahap sepuasnya.. hehehe lumayan dan tentunya juga ada doorprize dari WimCycle berupa 5 buah helm, 5 voucher belanja Rp. 300.000, 5 Voucher belanja Rp. 500.000,- serta 1 Frame Adrenaline XC… mantab kan?

Sambil menunggu yang lain datang dan semua petugas siap saya bercengkrama dengan teman-teman lama di MTB Indonesia, wajah-wajah pecinta MTB ini masih sama, canda khas MTB masih kental terasa diantara kami.

Sementara itu mbah nya Puncak Explorer om Mahendra sibuk menyiapkan seluruh petugas juga memeriksa kesiapan sepeda peserta, hari ini kami akan didampingi oleh beberapa marshall dari Puncak Explorer.

Waktu menunjukan pukul 07.45 WIB, kami semua sudah mulai mempersiapkan sepeda dan perbekalan, wajah-wajah penasaran terlihat di wajah peserta, rute ini masih baru, yang pernah melalui rute ini hanya team survey, jadi…. 70 peserta ini semuanya tidak tau jalan.. hahaha modal nekat saja, selain itu GPS yang setia menggantung di dada saya akan menjadi penyelamat apabila nanti tersesat di tengah hutan.

08.15 WIB, kloter pertama mulai berangkat, saya tidak tahu berapa jumlah pastinya di kloter pertama ini, kami sedikit menyusuri jalanan aspal menuju pintu masuk, kabut tebal masih menghalangi jarak pandang kami, udara dingin ini terasa menusuk tulang namun menyegarkan, cuaca seperti ini yang sudah lama saya idamkan, dingin dan segar

Awal pendakian kami berupa jalanan masuk ke perkebunan teh di Telaga Warna, jalanan batu yang masih basah oleh embun pagi agak menyulitkan beberapa MTB’ers, elevasi tanjakan yang kami hadapi lumayan menguras tenaga juga membuat nafas kami tersengal-sengal

Etape 1 ini benar-benar menguras tenaga kami, udara dingin dan kabut yang ada tidak bisa menyembunyikan cucuran keringat kami, beberapa MTB’ers terpaksa mendorong sepedanya karena kehabisan nafas dan tenaga.

Saya terus mengayuh si hijau kesayangan saya, KHS Velvet menuju titik awal masuk hutan, rasa lelah dan cucuran keringat seakan terbayar lunas saat sampai di titik akhir kebun teh ini, pemandangan indah terhampar dibawah saya, perkebunan teh ini seperti karpet hijau yang indah.

Jumlah kloter 1 ini sudah semakin berkurang, puluhan MTB masih tertinggal dibelakang, dengan pertimbangan masih ada marshall di belakang maka kami putuskan untuk melanjutkan perjalanan.

Dihadapan saya hanya ada pepohonan lebat dan jalan kecil, bau dedaunan khas hutan mulai tercium, raga ini serasa mulai bersatu dengan alam, seakan tak sabar masuk hutan, beberapa teman sudah terlihat bersiap, tidak lama kemudian kami mulai masuk hutan di Gunung Tekukur.

Benar juga kata-kata diawal tadi, ini bukan hal mudah namun menyenangkan, jalanan masih dipenuhi dedaunan, aroma humus dan pohon hutan terasa sekali di dalam sini, beberapa hewan kecil dan lucu-lucu sempat terlihat melintas disisi saya.

Banyak tempat yang tidak bisa dilalui dengan sepeda alias gowesebel, kalo digowes nyebelin, mau tak mau kami harus angkat junjung sepeda demi mencapai tujuan, batang pohon, akar pohon yang besar-besar juga elevasi tanjakan frontal di depan yang tidak memungkinkan kami untuk mengayuh sepeda.

Kabut terus menyelimuti hutan ini, sesekali saya melihat sahabat kecil saya, ular lewat disisi sepeda, mereka ikut bersenang-senang dengan kami, apa kabar sahabat, mohon ijin lewat ya…

Track yang kami lalui ini sebenarnya lebih tepat digunakan sebagai jalur hiking bukan mountain biking, namun kali ini kami sengaja lewat sini karena tujuan khusus yaitu melakukan kegiatan reboisasi, penanaman pohon di area yang sudah disiapkan.

Hutan yang terlihat hijau dari luat ternyata dibagian dalamnya tidak sehijau seperti yang terlihat, semakin sedikit lahan hijau tersisa di area ini, kami pehobi sepeda gunung mulai terbuka mata dan hati nuraninya untuk selalu menjaga kelestarian alam, tempat kami bermain merupakan tempat kehidupan aneka satwa dan tumbuhan yang harus selalu dijaga kelestariannya.

Perjalanan melelahkan ini bukan tanpa hasil bukan hanya sekedar lelah namun menghasilkan sudut pandang baru tentang alam, persahabatan kami dengan alam mulai tumbuh, alam semakin dekat, alam adalah kawan kami kawan pecinta sepeda gunung

Di area yang sudah ditentukan kami bertemu dengan polisi hutan, dan beberpa petugas dari Perum Perhutani. Orang-orang yang ramah ini menunjukkan lokasi penanaman  bibit pohon kamper, saya merasa terhormat menjadi orang pertama yang menanam bibit pohon ini, secara simbolis saya mewakili teman-2 lain menanam pohon itu.

Semoga acara ini tidak menjadi sia-sia semoga pohon ini tumbuh subur, berkembang dan terus tumbuh demi kelangsungan kehidupan bumi dan segala isinya. Semoga pohon ini bermanfaat bagi kelestarian alam.

Tetesan air hujan mulai terasa di kepala, bergegas kami bersiap untuk melanjutkan perjalanan, setelah semua siap perjalanan kami teruskan, hujan semakin deras, air mulai membasahi kami seakan kegiatan ini direstui Allah swt, air hujan mulai membasahi pohon yang kami tanam, awal kehidupan tanaman hutan dimulai……

Perjalanan ditemani hujan ini semakin mengasyikan, beberapa kali pula saya bertemu sahabat-sahabat kecil binatang hutan yang sedang cari makan, ular itu demikian lincah merayap disela-sela dedaunan, ingin rasanya bermain sebentar dengan mereka, tapi teman-teman lain terus berjalan. Akhirnya kami sampai kesuatu titik yang agak lapang, kelihatannya ini tempat istirahat polisi hutan yang sedang bertugas, ada beberapa batang kayu berdiri yang pernah digunakan sebagai bivak.

Kami berhenti sejenak di area itu, di batang kayu terlihat ada bunglon sedang diam.. lucu juga melihat bunglon berwajah prasejarah, kelihatannya jinak banget, dihampiri dan dipegang tidak kabur …hehehe . Rombongan mulai terlihat dibelakang saya. Setelah peserta terakhir sampai kami putuskan untuk istirahat sejanak.

15 menit dirasa cukup, perjalanan selanjutnya adalah track turunan yang lumayan curam, sebelum jalan kami mulai berhitung… nahhh hal aneh khas hutan dan gunung mulai terjadi. “Berhitung mulai !!! …. Satu!! Dua !! Tiga !! …. sampai akhir kami dengar  :  ” Tiga Dua !!!”

Berhitung diulangi dari belakang … aneh !! sampai depan hanya 30 saja ….. hmmmm ada yang ga beres neh … kami ulangi sampai 4 kali berhitung dan hasilnya hanya 30 saja … siapa yang dua lagi? aahhh sudahlah mungkin bunglon tadi ikut bersuara …

Turunan ini lumayan asyik digowes, curam banget dan licin, masih banyak akar pohon melintang, beberapa teman sempat tersungkur mencium tanah air tercinta, berat juga turunan ini.

Setelah berjuang menghadapi turunan yang lumayan terjal di depan kami mulai terang, cahaya semakin banyak, wah pertanda kehidupan sudah mulai terlihat, sungai kecil menjadi batas antara hutan dan kebun teh… beberapa teman berteriak girang karena sudah keluar hutan, langit dan awan mulai terlihat jelas diatas kami, hutan tadi memang pantas disebut hutan Canopy karena masih lebat dan ujung atas pohon melindungi kami dari sinar matahari bagai canopy

Sampai bawah kami melihat Mang Ade sudah siap dengan hidangan Bajigur break, hidangan ubi rebus, kacang rebus, pisang rebus yang masih hangat langsung kami santap sepuasnya, hangatnya bajigur langsung mengalir menghagatkan tubuh kami… nikmat sekali pagi itu. Area ini dinamai TW LC

Sementara di sebelah saya beberapa orang mulai sibuk membuka semua perlengkapannya, mulai panik dan mencari rokok… hihihihi rupanya beberapa sahabat kecil kami ikut keluar hutan, kecil hijau dan lembut .. Pacet / lintah hutan ini terlihat asyik mengisap darah di tubuh teman-2 saya aaahahahaha rasainnn ….!!!

Dasarnya naluri pecinta alam penyayang binatang, mereka urung menaburkan tembakau ditubuh sahabat kecil ini, membiarkan mereka mengisap sedikit darah agar bisa tetap hidup, beberapa pacet yang sudah gemuk segera melepaskan diri karena kekenyangan … selamat ya kawan anda menjadi donor darah dadakan, semoga amal ibadahnya diterima Allah dan mendapat balasan berlipat ganda …

Lumayan bisa istirahat 45 menit sambil menunggu teman-teman yang masih didalam hutan, akhirnya peserta donor darah berikutnya mulai muncul dan tentunya sahabat kecil kita si pacet hijau masih bergelantungan mencari makan.

Rombongan mulai bergerak menyusuri jalanan di kebun teh, track kali ini didominasi turunan makadam, enak juga kebut-kebutan di jalanan batu ini, namun harus ekstra hati-hati karena salah handling urusannya bisa terbentur batu tajam.

Tak lama menyusuri jalanan di kebun teh kami mulai masuk track TW 2, sisa hujan masih terlihat di track ini, tanah becek membuat perjalanan full turunan ini mengasyikan. Adrenalin kami semakin tinggi, kecepatan sepeda semakin tinggi beberapa tempat yang curam dijadikan tempat loncat-loncat dannnn gubbrakkkk!!!! hahahaha banyak yang jatuh termasuk saya dong ……

Di akhir track ini kami mulai masuk area perumahan penduduk, jalanan tanah mulai berubah menjadi batu-batu kali dan tak lama aspal mulus kami lewati, tujuan berikutnya adalah rumah Kang Eri di Cikatapis. Hanya perlu waktu 30 menit untuk sampai sana.

Jam 14.00 rombongan pertama sampai Cikatapis, hanya tersisa 15 sepeda saja, yang lain masih jauh dibelakang. Kami langsung parkir sepeda buka perabotan lenong ditubuh kami dan mulai selonjoran di pendopo. Semerbak harum masakan seolah membuat kami segar kembali, santapan siang.

Nasi liwet, sambal terasi, lalap dan mie goreng sudah siap, sayang kalau dibiarkan nganggur, apa boleh buat piring langsung terisi lauk pauk itu, belum lagi suguhan lontong laksa dan susu murni yang bisa kami nikmati sepuasnya.

Setelah semua kumpul acara akhir yaitu pembagian door prize dimulai, 5 buah helm, 5 buah voucher Rp. 300.000, 5 Voucher Rp. 500.000 dan 1 frame Adrenaline Agent XC dari Adrenaline Counter mulai diundi … horeeee lumayan dapat juga Voucher Rp. 500.000.- hehehhe jadi deh beli saddle WTB Pure V

Selesai bagi-2 doorprize semua peserta bersiap untuk pulang, perjalanan masih 30 menit lagi menuju Gadog tempat kami parkir mobil

Saya sampai gadog jam 16.30 WIB, alhamdulillah selamat hanya beberapa gigitan pacet / lintah saja di kaki saya, tinggal dibilas bersih selesai sudah. Selain itu ketemu juga dengan adiknya KHS Velvet, tunggannya kang Dwi, sama-sama KHS Velvet, beda tahun dan beda geometry … nih dia fotonya

Syukur Alhamdulillah perjalan mengasyikan ini bisa kami lalui tanpa ada yang cedera, hanya ada 1 teman putus rantai dan 1 orang bocor ban. Harapan sayam Jelajah Hutan Canopy Puncak ini bisa menjadi pemicu seluruh pencinta Sepeda Gunung untuk membantu menjaga kelesatarian alam, semoga kegiatan pelestarian alam ini akan terus berlangsung dan alam Indonesia semakin hijau. Terima kasih atas kesempatan yang diberikan sahabat Puncak Explorer dan MTB Indonesia.

Anda yang berminat menyusuri jalur ini bisa lihat peta GPS dengan klik link dibawah ini

klik link everytrail : http://www.everytrail.com/view_trip.php?trip_id=1424492

Video gambaran singkat track akan segera saya upload, silakan klik link ini.

 

salam gowes

Eko Probo

Twitter: @ekoprobo

24 thoughts on “Jelajah Hutan Puncak Canopy TW”

  1. Mantap om….laporan super lengkap. Gerakan sepeda emang harus lebih dikembangkan untuk kegiatan lingkungan lainnya seperti reboisasi, dan lain-lain…

    Salut….two tumbs…apa treknya terbuka buat umum ? semoga saja nggak jadi jalur motocross

    1. kalau mau masuk track hubungi aja puncak explorer, atau ke warung mang ade, motor sih ga bakalan bisa masuk hutan canopy om

  2. gileeeee bikin ngimpi aja nech baca laporan om eko, mudah2an bisa gowes di track tsb…salute buat semua pelopor jalur ini..bravo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s