Nikmatnya Panas dan Hujan di Hutan Cidampit


Akhir bulan ini tontonan di TV dan berita di media diwarnai oleh berita rencana kenaikan BBM, penat rasanya kepala ini melihat perundingan tanpa ujung pangkal, salah satu cara saya dan teman-teman untuk mengindari berita itu adalah menjauhi media masa…. Hutan Cidampit menjadi pilihan saya dan 9 teman lainnya untuk bersepeda santai di tengah hutan. 10 goweser ini adalah: Eko Probo, Yudha Badooy, Arbot, Rudi Guguk, Ari, Rally, Syafaat, Panji, Irfan dan Edhoy

Pagi ini, Sabtu 31 Desember 2011 sudah ada 4 mobil yang siap mengangkut sepeda dan gowesernya, kami ketemu di keluar Pintu Tol Serang Timur, tepat jam 06.30 kami sudah ketemuan di sana, tujuan pertama sebelum gowes tentunya sarapan untuk mengisi perut kami.

Kupat tahu di dekat kantor Bupati Serang menjadi sasaran kami untuk sarapan pagi itu, wajah-wajah lapar terlihat bergegas menyerbu tukang kupat tahu. Tak lama sajian pagi sudah ada di hadapan kami, lumayan lahap kami makan… enak juga nih rasanya

Tidak bisa berlama-lama kami sarapan, setelah kenyang bergegas kami menuju Kantor Bupati Serang, truk sudah menunggu kami disana.

Persiapan perlengkapan kami check ulang, helm, protector, tools, air minum dan tentunya tak lupa GPS. Setelah semua siap 10 sepeda ini mulai dinaikkan ke atas truk

Tepat jam 08.15 WIB truk sudah bergerak menyusuri jalan menuju dropping zone di daerah Pabuaran, menyusuri Kota Serang ke arah Ciomas, jarak yang ditempuh adalah 15 Km dan diwarnai tanjakan… sekitar jam 08.50 WIB kami sampai di Pabuaran, ini titik awal kami akan bersepeda

Berdoa mulai….. ritual ini selalu kami lakukan sebelum bersepeda. Usai berdoa semua menyiapkan sepedanya, jarak yang akan kami tempuh hanya 40 km saja keluar masuk hutan, naik turun bukit dan menyebrang Sungai Banten.

GPS saya nyalakan untuk menjajaki rute yang pernah saya buat beberapa tahun yang lalu… terrrrnyaataaa… dasar pikun… saya salah upload peta di GPS saya hanya ada way point saja tanpa ada tracknya…

Walau beberapa teman pernah kesini tapi mereka sama dengan saya.. lupa lupa inget jalannya, sehingga metoda yang kami gunakan adalah GPS model lain.. Gangguin Penduduk Setempat

Dengan keyakinan tinggi 10 sepeda mulai meluncur… seperti ini sepeda-sepeda yang kami gunakan:

Perjalanan awal ini dimulai dengan sedikit aspal dan lanjut naik melalui jalanan makadam, pohon-pohon karet di kanan kiri kami lumayan rindang, pagi itu cuaca cerah, matahari masih malu-malu menyinari perjalanan kami.

Tanjakan ini lumayan enak dilalui, masih gowesable, sampai di pertengahan jalan beberapa teman tertinggal dibelakang, kami putuskan untuk berhenti di saung, ada petani pohon karet disitu… kami menghampiri dan berbagi cerita dengan dia.

Bincang-bincang dengan bapak petani sambil menunggu teman-teman dibelakang.. petani itu cerita bahwa dalam 1 hari dia hanya bisa dapat 50 liter getah karet dari 400 pohon.. harus sabar menunggu tetes demi tetes getah pohon karet mengalir ke wadah kecil untuk kemudian dipindahkan ke tong yang lebih besar

Walau hanya bincang-bincang sebentar saya bisa dapat banyak pelajaran dari petani ini, kadang makna kehidupan bisa kita dapatkan dari orang yang tidak kita sangka-sangka, kadang pemikiran mereka bisa menggugah hati ini untuk tetap bersemangat dan bersyukur atas semua yang telah kita dapat

Tak lama petani itu melangkahkan kaki menjejaki tanah di antara pohon karet, setiap langkah itu pasti beguna untuk menghidupi keluarganya.. selamat bekerja pak tani.. semoga selalu dalam lindungan Allah..

Kira-kira sepenggowesan kemudian mulai terdengar dengusan nafas… rupanya beberapa teman sudah mendekat ke saung… kami istirahat sebentar dan menyempatkan diri untuk berfoto

Istirahat jangan lama-lama keburu dengkulnya dingin.. hehehe kasian yang belakang.. tapi apa boleh buat…. pagi itu udara terasa lebih panas dari biasanya, cahaya matahari mulai terlihat menumbus hutan pohon karet ini, beruntung kami masih dilindungi bayangan pohon, walau panas seperti ini kami tetap bersemangat menikmati cahaya itu…

jalanan makadam ini hanya sedikit tak lama jalanan mulai berubah karakternya, tanah keras dan sedikit licin… kami semakin dalam masuk ke hutan

Panas terik hari ini benar-benar menguras tenaga kami, air minum benar-benar diperlukand dalam perjalanan kali ini.. Cuaca panas ini justru membuat perjalanan kami semakin lancar karena semua track bisa dilalui alias gowesable tanpa perlu TTB karena licin seperti kalau hujan.

Tetesan keringat terus mengalir, dengus nafas kian kencang manakala dihadapkan tanjakan curam, ada beberapa belokan sempat terlewati saya, seperti yang disampaikan sebelumnya… saya salah upload peta GPS jadi hanya mengandalkan naluri alam saja .. hehehe

Track ini memang benar-benar mengasikan untuk dicoba, bahkan beberapa goweser selalu ingin kembali ke track ini, ada suasana berbeda apabila bersepeda disini.

Tanjakan dan turunan disini bagus untuk berlatih walau masih pemula di sepeda MTB, menjelajahi track ini membutuhkan daya tahan yang kuat, stamina tinggi dan tentunya mental harus siap.

Track sepanjang 40 km ini bervariasi mulai dari jalan aspal mulus kemudian jalanan batu, single track, pematang sawah dan beberapa jalan aspal rusak.

Tidak lama kemudian kami ketemu juga warung di selepas keluat etape 1, disini waktunya mengisi cadangan air kemudian sedikit cemilan untuk penambah tenaga, hanya beristirahat sebentar saja disini… perjalanan menuhju check point 1 Rumah Hutan hanya tinggal 5 km lagi.

Sedikit menyusuri aspal untuk kembali masuk hutan, track mulai diwarnai tanjakan imut dan curam, cuaca panas pagi ini benar benar menolong kami untuk bisa cepat sampai, semua track bisa kami lalui tanpa harus turun dari sepeda

Di depan ada turunan panjang dan drop off kecil menggoda saya dan teman-teman untuk mengayuh sepeda dengan kecepatan tinggi… satu persatu kami menikmati turunan itu dan loncattt!!!

gubrakkkk!!!!! ada suara di depan saya… dalam kecepatan tinggi seperti ini sulit untuk melihat dengan jelas saya hanya bisa loncat dan mendarat dengan selamat sebelum melihat siapa yang jatuh

Jiahhhhh ternyata Irfan yang nyungseb… hahaha dan hebatnya Yudha cepat mengeluarkan kamera untuk mengabadikan kejadian ini… rupanya Irfan jatuh dan kepalanya kena tanah cukup keras, kena di bagian rahang kanannya, agak pusing juga dia kena benturan di rahangnya

Perjalanan tinggal sebentar lagi, Irfan masih kuat gowes… kali ini kami masuk ke dalam hutan yang cukup lebat, ada beberapa tanjakan yang biasa disebut “tanjakan babi”

Sengatan panas matahari terasa benar siang itu, walau sinarnya banyak disaring dedaunan pohon besar udara masih terasa panas juga, peluh semakin banyak mengalir dan saya hanya bisa mempercepat kayuhan agar segera sampai rumah hutan untuk istirahat makan siang.

11.30 WIB… akhirnya sampai juga di rumah hutan, semua perlengkapan dilepas untuk melancarkan peredaran darah di tubuh, prosedur standar saya kalau istirahat di terik matahari pasti akan menjemur bagian dalam helm dan baju.

Rencananya kami hanya akan istirahat disini 1 jam saja, makan siang kemudian melanjutkan perjalan menuju Kantor Bupati lagi. Makan siang hanya mie instan plus makanan kecil lainnya, tidak bisa terlalu kenyang karena akan menghambat perjalanan kami berikutnya

12.15 WIB rintik hujan mulai terasa ditubuh, awan semakin tebal dan gelap rupanya hujan segera datang.. Alhamdulillah.. perjalanan pulang ini akan semakin banyak tantangannya

12.30 WIB hujan belum berhenti malahan semakin deras, cuaca seperti ini tidak membuat kami menunggu… tepat jam 12.45 rombongan mulai bergerak

Lumayan segar dan dingin.. hujan deras menjadi sahabat kami dalam perjalan pulang ini, track yang dilalui tanah licin, single track sebelum akhirnya masuk ke tebing menuju hutan lagi

Lepas dari jalur lembah ini dihadapan sudah ada sawah dan turunan licin menuju jembatan bambu.. lumayan bersahabat jalanan ini dengan ban saya, Frame KHS Velvet seakan selalu mengoreksi gerakan ban untuk selalu stabil namun nasib berkata lain untuk Kang Edhoy, jatuh di jembatan adalah salah satu hobinya ..hehehe…

Hujan cukup bersahabat dengan rombongan saya, hujan tetap setia menemani sampai saatnya kami tiba di atas menuju turunan single track menuju Sungai Banten

Perkakas penangkis air dilepas dari badan dan dirapihkan sebelum melanjutkan perjalanan

Berikutnya turunan single track ini menjadi santapan 10 MTB.. ada sedikit drop off untuk loncat-loncat.. hehehe lumayan menghibur lah

Sungai Banten terbentang di hadapan kami dan harus disebrangi tanpa jembatan atau perahu..

Track setelah sungai hanya tanjakan curam dan berat, ini siksaan terakhir sebelum sampai jalanan lagi. Lumayan berat juga sih gotong dan dorong MTB di tanjakan yang tidak mungkin digowes ini.

Sampai atas kami hanya ketemu jalanan aspal 12 km menuju tempat parkir mobil di Kantor Bupati Serang, sore itu cuaca kembali bersahabat, agak mendung namun tidak hujan sedikitpun … lagi-lagi alam menjadi sahabat kami

Tepat jam 16.30 sampai sudah di kantor Bupati Serang, sebelum sampai kami sempat mampir ke tukang cuci sepeda untuk membersihkan sisa-sisa lumpur.

17.00 WIB usai semua mandi dan wangi seperti sediakala mobil bergerak kembali mencari makan sore, Sop Ikan khas Serang menjadi santapan kami sore itu sebelum kembali ke rumah.

Peta Track GPS yang lupa saya upload adalah :

http://www.everytrail.com/view_trip.php?trip_id=907653

Silakan download peta GPS yang pernah saya buat itu tinggal klik saja link diatas

Salam Gowes

Eko Probo D Warpani

Twitter : @ekoprobo

17 thoughts on “Nikmatnya Panas dan Hujan di Hutan Cidampit”

  1. Keren emang euy, ttb abis rumah utam luamayan buat nurunan kadar lemak dan kolestrol ​​​​ƗƗiƗƗiƗƗi “̮‎​​​

      1. Turun buanyak dech om pastinya hahahahaha tp seru banyak pudunan yg ga boleh direm (tepokjidatkarnaadajebakanbetmensetelahnya)

  2. Sumpah track ini ajib banget dan selalu Ngangenin. Walau saya sudah beberapa kali kesana. Tapi tetep masih pengen kesana. Kangen dengan suasan rumah pu’un anyunan dibawah pohon duren (tidak berharap duren’nya jatuh) klu jatuh nimpa kepala lumayan bonyok deeh… Hahahaha.. Dan kangen sama dogie2 disana dan juga kangen sama warganya yg ramah2. Makasih abah aka om dosen untuk reveiwnya. Kereen uey..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s