Orangtua atau Orang Tua ?


Ketika dituturkan tak jelas benar bedanya kecuali dalam kontek kalimat, namun ketika ditulis akan jelas sekali perbedaannya meskipun tidak dalam susunan kalimat. Pengertian orangtua (satu suku kata) memang tidak sama dengan orang  tua (dua suku kata). Kata lain sering membingungkan penulis yang malas berpikir lebih cermat, adalah penggunaan kata keluar dan ke  luar, sama penuturannya tetapi tak sama penulisannya karena memang tak sama maknanya.

Orang Tua atau Orangtua ?

Cermat-cermatlah menulis. Bahasa tulisan memang tak sama dengan bahasa lisan. Dalam tulisan orang tidak melihat gerak tubuh si penutur, atau ekspresi muka, atau intonasi, atau suasana. Dalam bahasa lisan, kalimat tak sempurna pun masih dapat ditangkap maksudnya, tetapi tidak demikian halnya dalam bahasa tulisan.

Untuk membantu pemahaman maksud si penulis, maka dalam bahasa tulisan dibantu dengan tanda baca; simbol yang amat sering diabaikan. Lebih dari itu, harus ditulis dengan benar agar makna yang dimaksud dipahami dengan benar pula.

Simaklah kalimat-kalimat berikut:

  1. Orangtua itu mengantar anak ke sekolah.
  2. Para orangtua siswa diundang ke sekolah.

Yang dimaksud dengan orangtua dalam dau kalimat di atas adalah ayah-ibu si anak/siswa.

  1. 3.       Orang   tua itu mengantar Unyil  ke sekolah.

Makna orang  tua dalam kalimat ini adalah orang lanjut usia, belum tentu ayah-ibu si Unyil.

  1. Para orang   tua  diundang ke sekolah.

Wah, siapa yang dimaksud ? Mungkin ayah-ibu siswa, yang jelas sudah tergolong lanjut usia, sedang yang lain bisa jadi kakek atau nenek atau tak ada hubungan apa-apa dengan siswa, yang pokok adalah manula. Bila kalimatnya adalah “Para orang  tua siswa diundang ke sekolah”, maka maksud kalimat itu menjadi rancu.

Barangkali kalimat no.5 dapat memperjelas perbedaan makna orangtua dengan orang  tua.

  1.  “Dua orang yang berdiri di dekat jendela itu adalah orangtua saya (maksudnya ayah-ibu), sedang dua orang  tua (lansia) di sebelahnya adalah kakek si Unyil”.

Kata orangtua, berkaitan dengan status bukan dengan usia orang yang bersangkutan, sedangkan kata orang  tua, barkaitan dengan usia; orang yang sudah lanjut usianya. Orangtua siswa sangat mungkin usianya masih muda, belum layak disebut “orang  tua”(lansia). Orang tua pada umumnya adalah orangtua, tetapi tidak setiap orangtua adalah orang  tua.

Ada kata lain yang harus ditulis secara cermat, yakni : keluar  dan/atau  ke  luar.

Keluar adalah lawan kata masuk, misalnya : “Si Polan keluar dari tempatnya bekerja di PT.Anu karena mendapat pekerjaan lebih baik di Surabaya”, sedangkan ke  luar adalah lawan kata ke  dalam, misalnya: “Si Polan pergi ke  luar ruangan untuk menghirup udara segar !”.

 

Bandung 26.06.12

Penulis

Suwardjoko P Warpani

Pemerhati Bahasa Indonesia

Staf Pengajar pada

Prodi Perencanaan Wilayah dan Kota

SAPPK – Institut Teknologi Bandung

27 thoughts on “Orangtua atau Orang Tua ?”

      1. maksud dari tulisan ini bahwa penulisan yang perlu dibenahi dalam KBBI bahwa seharusnya ada yang disatukan dan ada yang dipisah. Kata “orang tua” dipakai untuk menunjukkan usia bahwa ia sudah tua dan kata “orangtua” bermakna status sebagai ayah dan ibu atau ayah saja atau bisa juga ibu saja.

  1. Tanya, Pak. Di Kateglo Bahtera, saya menemukan “orang tua” berarti ayah ibu & orang yang sudah tua. Di KBBI daring tidak ada entri “orangtua”. Bagaimana menurut Bapak? Terima kasih🙂

    1. betul mbak Anna, di KBBI penulisannya “orang tua” bukan “orangtua” dan mengandung dua makna yang bisa berbeda. seperti dituliskan di contoh di atas bahwa pengucapan dengan penulisan bisa jadi mendapatkan pemahaman yang berbeda. Orang tua bisa diartikan orang yang sudah tua (lanjut usia) atau ayah dan ibu.

      Maksud tulisan ini adalah mengupas sedikit celah-celah di dalam Bahasa Indonesia agar menjadi wacana diskusi saja sehingga selanjutnya dapat dijadikan pertimbangan para ahli bahasa, selama ini masyarakat kita banyak yang mengabaikan penggunaan Bahasa Indonesia, contoh saja penulisan :”Dijual” banyak yang menuliskan “Di Jual” kemudian “Dikurangi” menjadi “Di Kurangi” dan masih banyak lagi penggunaan yang kurang tepat, bahkan kalangan akademisi masih banyak juga yang enggan memepelajari penggunaan Bahasa Indonesia.

      Terima kasih telah urun rembuk atas tulisan ini karena memang tulisan ini dibuat untuk menjadi wacana pemerhati Bahasa Indonesia.

      1. Saya setuju dengan tulisan Pak Eko di atas. Seperti pemakaian kata “keluar” dan “ke luar”. Sebenarnya di aturan EYD sudah sangat jelas sekali tentang petunjuk pemakaiannya. Untuk memudahkannya bahwa jika menunjuk kepada kata kerja maka penulisannya digabung sehingga menjadi “keluar” akan tetapi jika menunjuk kepada tempat maka dipisah sehingga menjadi “ke luar”. Contoh : a. “Segera keluar kamu dari tempat ini !”, b. “Saya besok akan pergi ke luar negeri”. Begitu pula kata yang memakai awalan di dan ke, jika tergolong kata kerja maka harus digabung dengan kata dasarnya, misal : “dijual”, “dikurangi”, “ketendang”, “kecubit”. Semoga bermanfaat.

  2. wahh terima kasih pak ikut memperbaiki kesalahkaprahan yg telah terjadi lama di Indonesia, kebetulan sy staff pengajar Bahasa Indonesia, murid-murid sy juga suka bingung pak, hehe …

    1. yang tertulis di KBBI “orang tua”. Selanjutnya bagaimana ya caranya membedakan orang tua (orang yang sudah tua) dengan orangtua (ayah dan ibu) ? hehehe …

  3. wah mencerahkan sekali pak. wawasan saya jadi bertambah. kiranya berkenan untuk mampir ke blog saya rifabach.blogspot.com dan meninggalkan komentar. kritik dan koreksi akan sangat saya hargai😀

  4. wah nemu tulisan ini sangat menarik sekali, dan saya 100% setuju dg penulisan orangtua (yg digabung), tapi sekarang ini saya sedang menggarap tesis dimana di dalamnya sangat banyak sekali menggunakan kata ‘orangtua’, pdhal kan acuan kata bakunya ‘orang tua’, bagaimana ya seharusnya saya menulis utk karya ilmiah ini…..??? trims dan salam kenal😉

    1. iya juga sih…hehe penulisan karya ilmiah memang harus sesuai dan mengikuti kaidah bahasa dan EYD. Makasih banyak ya mas…postingannya sangat bermanfaat…
      saya akan meluncur ke di mana….😀

      1. terima kasih Anisha DINozzo, setidaknya setelah membaca artikel tersebut bisa memperbaikin penulisan tesis

        Quote:
        ……….. tapi sekarang ini saya sedang menggarap tesis dimana di dalamnya ……….

        UnQuote

  5. ralat sedikit. orang tua terdiri dari 2 kata, orangtua itu 1 kata, kedua istilah ini terdiri dari 4 suku kata.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s