Sekolah Yang Tertinggal


Menemani anak belajar adalah saat-saat menyenangkan, “Golden Moment” …. begitu kata teman saya. Ada harapan lebih dari sang anak kala ditemani ayahnya belajar, harapan bahwa ayahnya bisa mengerjakan semua soal yang diberikan oleh gurunya.

Malam ini saya terhenyak kaget melihat soal matematika anak saya yang masih kelas 6 SD,  soalnya sebetulnya soal biasa saya hanya berupa tabel berisi nama 5 siswa berbanjar ke bawah dan 5 mata pelajaran berjejer ke kanan di sisi atasnya, pertanyaan yang diajukan pun sangat mudah… “buatlah kesimpulan dari tabel diatas”

Sepele dan mudah kan? herannya saya pernah lihat salah satu tulisan ilmiah yang katanya analisa, ada juga tabel seperti ini namun sang penulis  (seharusnya menulis sendiri bukan menyalin tulisan orang) menganalisa tabel di atas tadi dengan cara menulis ulang nama dan angka di dalam tabel… sehingga tabel sederhana ini terlihat lebih rumit dengan kata-kata panjang lebar dan kosong tanpa arti ….  hebat dan canggih ..

Sedangkan anak saya hanya dapat membuat kesimpulan rata-rata nilai kelas kemudian siapa siswa dengan nilai tertinggi di setiap mata kuliah, juga siswa yang berada di bawah rata-rata kelas serta saran yang anak saya buat koq sama ya dengan tulisan ilmiah itu… “Belajar Lebih Rajin” …. untuk ukuran anak SD tentunya saran itu sudah sangat baik

Soal berikutnya adalah menentukan modus dan median dari sederet angka .. halahhh ini lagi …. sepertinya dulu saya belajar tentang modus dan median baru kelas 2 SMP  deh….

Anak saya juga belajar komputer bahkan ulangan komputer sejak kelas 2 SD, lah saya dulu baru di bangku kuliah dapet praktek komputer.

Jaman memang berbeda namun untuk bisa bertahan kita harus selalu beradaptasi dengan keadaan, terutama pendidikan. Pendidikan masa lalu tentunya berbeda dengan hari ini dan akan terus berubah.

Misalkan salah satu sekolah, misalkan lho ya….  sebutlah salah satu sekolah ternama dan tenar di dunia persilatan tidak bisa mengikuti perkembangan jaman, siswanya tetap diajari menggunakan metode lama, siswanya tidak dibekali pengetahuan terkini, siswanya selalu dicekoki buku dan landasan teori yang sama selama bertahun-tahun tanpa dikenalkan kepada buku-nuku baru yang ada, juga tetap bertahan dengan kurikulum gaya lama mereka dan berkata “This Is Our Style” , This is My School” …. entah apa jadinya lulusan sekolahan itu.

Satu hal yang pasti akan terjadi… di strata berikutnya mereka akan tersisih secara alami, tersisih karena minim pengetahuan, tersisih karena mereka tetap bertahan dengan segala keangkuhannya … ‘This Is My Style” lagi-2 hanya kata itu yang mampu terucap

Bagaimana bisa salah satu sekolah enggan mengikuti perubahan? ada beberapa kemungkinan. bisa jadi pengajarnya yang menghambat supaya sekolah itu berkembang karena mereka yang tidak mampu sehingga para siswa lah yang menjadi korban. Bisa jadi juga memang hanya ingin nilai bukan ingin pengetahuan dan bisa juga sebab lain … entah apa lah alasannya …

Saat-saat yang menyenangkan bagi siswa saat mereka menuntut ilmu, waktu luang lebih banyak dan daya pikir tidak digunakan secara maksimal, waktunya mereka bersenang-senang sampai saatnya datang … di strata berikutnya mereka akan terhampar tanpa daya … korban sekolah yang tertinggal … semoga tidak ada sekolah seperti ini di negara kita.

Ketidakberdayaan siswa kadangkala bukan karena kemauan mereka pribadi melainkan karena mereka harus mengikuti sistem yang ada …. lagi-lagi siswa menjadi korban…

bagi saya pribadi: “Pendidik dan pengajar kadangkala harus idealis, namun harus tetap dinamis agar selalu dapat beradaptasi dengan lingkungan di luar tembok sekolahan”

 

One thought on “Sekolah Yang Tertinggal”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s