keep-calm-titip-absen-saja

DPR Mangkir Rakyat Resah, Dosen Mangkir Mahasiswa Senang


Beberapa hari ini pemberitaan salah satu anggota DPR yang titip absen marak diberitakan di beberapa media, bahkan absen tersebut diantarkan langsung ke anggota DPR yang terhormat itu. Diakui bahwa beliau memang absen dan bergegas ke ruangannya karena rapat belum mulai dan ada pekerjaan yang penting di ruangannya.

Titip Absen

Rakyat resah melihat kenyataan ada anggota DPR yang notabene dibiayai rakyat, mewakili rakyat namun menunjukan sikap yang kurang berkenan di mata rakyat pada umumnya, kejadian titip absen ini sebetulnya sudah terjadi sejak kita kuliah dulu, masa-masa TK sampai SMA adalah masa yang tidak mudah untuk titip absen karena kontrol dari guru lebih ketat

Kembali ke masa kuliah dulu, saya salah satu pelaku titip absen …hehehe … maaf ya pak dosen… bukan hanya sekali dua kali saya titip absen, sampai akhirnya kapok sendiri gara-gara hasil ujian saya buruk karena tidak mengerti materi yang disampaikan dosen

Pemberitaan tentang DPR yang titip absen membuat saya geli sendiri teringat masa kuliah dulu dan miris melihat kondisi perkuliahan sekarang. Sampai hari ini perilaku titip absen itu masih terjadi di mahasiswa dan atau dosen … ya betul dan atau dosen…

Titip absen gaya dosen agak mirip dengan anggota DPR tadi, setelah absen melangkah pergi untuk mengerjakan sesuatu yang lebih penting dibandingkan mengajar.Ketidakhadiran dosen ini dapat digantikan dengan memberikan tugas yang harus dikerjakan siswa di kelas atau dibawa pulang untuk dikumpulkan.

Hal di atas bisa saja terjadi kalau dosen benar-benar sibuk dan tugas yang diberikan itu relevan dengan materi yang memang seharusnya disampaikan di hari itu. Lain halnya kalau saya menempatkan diri sebagai mahasiswa, dosen tidak datang adalah berkah, tari tarian kegembiraan tercita di kelas, sorak sorai kebebasan membahana di kelas…

Tatap Muka

Di sudut lainnya beberapa mahasiswa terpekur sedih dan jengkel karena dosennya tidak datang, mereka merasa rugi karena sudah jauh-jauh datang ke kampus namun tidak jadi kuliah, sudah bayar mahal-mahal namun tidak jadi kuliah, walau kebanyakan mahasiswa masih dibiayai oleh orang tuannya dan hal yang wajar kalau orangtua merasa jengkel dan kesal.

Untuk mengatasi kejengkelan dari sebagian kecil siswa dan sebagian besar orang tua maka diadakan kuliah pengganti oleh dosen tersebut, namun kali ini kondisi berbalik, tarian kegembiraan siswa berubah menjadi teriakan kejengkelan, siswa yang tadinya murung mulai cerah dan gembira karena ada kuliah pengganti yang artinya uang kuliah mereka tidak terbuang sia-sia.

Hal itu adalah gambaran sehari-hari di dunia perkuliahan, semoga tidak terjadi di kampus anda. Hal menarik adalah siswa tidak menyadari bahwa dosen dibayar oleh siswa untuk mengajar, ada hak siswa untuk menuntut kewajiban dosen menyampaikan kuliah yang sempat dilewatkan. Hak dan kewajiban ini yang sering diabaikan, ketidakhadiran dosen menjadi sesuatu yang menyenangkan, kehadiran dosen sebagai bentuk pertanggungjawaban di kuliah pengganti menjadi menyebalkan.

Banyak siswa lupa mereka membayar mahal untuk bisa menikmati pendidikan, banyak dosen lupa mereka dibayar untuk melaksanakan kewajibannya mengajar mahasiswa… kondisi menjadi terbalik siapa membayar siapa dibayar menjadi baur tak jelas.

Anggota DPR yang terhormat dibayar rakyat seperti dosen yang dibayar mahasiswanya, jadi hal yang wajar kalau rakyat gusar dan resah melihat kelakuan anggota DPR, tidak usah berkilah, tidak usah melakukan pembelaan diri karena hak rakyat untuk resah dan gusar, lakukan saja seperti yang sudah dicontohkan salah satu anggota DPR… mundur dari DPR … setelah ramai dan terbukti melakukan tindakan yang kurang baik, sikap kstaria yang patut dicontoh oleh anggota lainnya.

Dosen yang sering tidak masuk, masuk hanya melakukan kuliah kilat kadang hanya seperempat SKS, kemudian pergi dan tanpa kelas pengganti, sebaiknya tidak usah resah dan gusar saat ditanya mahasiswa mengenai pertanggungjawabannya sebagai dosen, lebih baik pertimbangkan lagi apakah masih mau menjadi dosen dengan serangkaian kata di depan kelas atau dosen dengan serangkaian tulisan yang menjadi tugas tanpa penampakan di depan kelas… semua kembali kepada anda, bukan masalah benar dan salah, ini hanya fakta…

3 thoughts on “DPR Mangkir Rakyat Resah, Dosen Mangkir Mahasiswa Senang”

  1. Riskan ya mas
    Ketika pileg ngebet pengen lolos
    Lah..uda lolos yg ada suka bolos
    Yg salah saya sebagai msyrkt yg memilih dia
    Atau hak saya yg saya gunakan utk memilih dia?
    Kalau tau gtu
    Bgsan saya golput

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s