LightRoom4XO-1448

MTB Safety Riding (Part 1)


Ide tulisan ini muncul saat saya sedang bincang-bincang santai dengan salah satu sahabat saya yaitu Pangeran Ilham Baron, isi tulisan ini adalah hasil kolaborasi kami berdua dan isinya disusun semudah mungkin agak pembaca mudah memahami tanpa perlu ahli dalam teknis dan teori-teori sepeda, hanya tulisan kecil berdasarkan pengalaman kami berdua tanpa dasar ilmu yang tinggi mengenai teknologi sepeda, kesehatan atau hal-hal teknis, hanya sekedar obrolan warung kopi yang diterjemahkan ke dalam bahasa tulisan sederhana, jauh dari bahasa teknis sepeda dengan tujuan agar mudah dipahami oleh pemula.

Kali ini yang akan saya tulis mengenai Mountain Bike (MTB) atau biasa disebut sepeda gunung. Jenis sepeda ini sebetulnya dibagi lagi menjadi beberapa kategori berdasarkan karakter sepeda dan jalur yang dilalui, ada XC (Cross Country), Trail, AM (All Mountain), FR (Free Ride) dan DH (DownHill). XC adalah dasar dari semua kelas MTB ini, selain itu kelas XC, Trail, AM, FR, DH bukanlah masalah tinggi rendahnya melainkan hanya perbedaan karakter sepeda saja.

Bersepeda gunung bukan hanya mengayuh di medan yang relatif kasar dan naik turun melainkan juga menikmati alam yang kita lalui serta berolahraga tentunya, untuk dapat memadukan semua itu tentunya kondisi sepeda serta pengendara harus dalam keadaan baik, apakah cukup itu? Tentunya tidak… ada perangkat keselamatan yang tidak boleh kita lewatkan, juga keahlian pengendara sepeda, semua itu akan menjadi satu kesatuan agar kegiatan bersepeda menjadi semakin menyenangkan.

Selanjutnya akan kita ulas dasar-dasar MTB Safety Riding. Safety riding bukan hanya perlengkapan yang dikenakan pengendara melainkan juga keahlian pengendara dan kondisi sepeda, jadi dapat kita simpulkan MTB safety ride adalah:

  1. Perlengkapan pengendara
  2. Keahlian pengendara
  3. Kondisi sepeda

Segitiga keamanan bersepeda gunung ini akan saling melengkapi, menghilangkan salah satu unsur akan menambah resiko kecelakaan saat bersepeda. Masing-masing unsur keselamatan ini masih diturunkan lagi menjadi beberapa bagian.

A.  Perlengkapan Pengendara

Helm

Banyak orang mengabaikan helm, satu hal mendasar yang sering disepelekan pengendara sepeda. Fungsi helm adalah melindungi kepala, bukan hanya saat jatuh dan terbentur melainkan juga saat bersepeda diantara pohon dan ranting.

Saat kita jatuh waktu yang diperlukan untuk badan kita termasuk kepala sampai di bawah hanya dalam hitungan detik saja kadang hanya sepersekian detik, kondisi seperti itu akan sulit bagi kita untuk mengendalikan bagian tubuh mana yang akan duluan kena benturan.

Kondisi track MTB sangat beragam, mulai dari tanah, kerikil, batu-batuan kecil dan besar serta batang pohon, selain itu sabetan ranting pohon juga menjadi salah satu resiko yang harus diperhitungkan.

Jatuh dan terbentur tentunya bukan hal yang diharapkan saat bersepeda namun hal tersebut bukan hal aneh di dunia MTB, jatuh adalah hal biasa namun bagaimana kita mengurangi dampak akibat jatuh itu yang harus dipertimbangkan.

Helm yang baik melindungi tengkorak kepala bagian atas dan belakang, helm sepeda dirancang ringan, banyak lubang untung mengeluarkan hawa panas dan tentunya kuat untuk menahan benturan dihitung dari kecepatan dan beban tumbukan pengendara.

Helm yang baik akan meredam benturan yang diterima bahkan mungkin langsung pecah atau rusak untuk menyebarkan tumbukan yang terjadi.

Menggunakan helm juga harus benar tidak sekedar menempel di kepala, kunci helm dengan benar, tali pengikat jangan longgar namun juga tidak terlalu kencang mengikat.

Sumber: http://www.cratoni.de/en/mtb-helmets.php

Helm untuk MTB ada beberapa jenis, ada helm XC, helm FR, helm AM dan helm DH, masing-masing helm mempunyai fungsi tersendiri, misal helm XC dirancang lebih simple dibanding helm DH, helm XC biasanya banyak lubang-lubang  untuk melepas udara panas di kepala juga ada pet di bagian depan untuk pelindung sinar matahari atau pelindung sabetan ranting pohon.

Helm FR biasanya bentuknya lebih bulat dan lubang-lubangnya lebih kecil tanpa pet di bagian depan, sedangkan helm AM ada dua macam, helm half face dan full face, helm AM ini memiliki bagian belakang yang lebih luas dibanding helm XC, ada juga helm DH yang memiliki bobot paling berat dan full face karena helm ini memang dirancang untuk menahan benturan yang lebih keras.

Helm mana yang cocok? Tentunya helm yang sesuai dengan track yang anda lalui, menggunakan helm DH di track XC tidak salah dan lebih aman namun tidak akan nyaman karena panas dan berat, demikian pula sebaliknya apabila menggunakan helm XC di track DH sangat tidak disarankan karena berbahaya bagi diri anda sendiri.

 Kacamata

Kacamata untuk bersepeda banyak ragamnya, anda bisa pilih sesuai selera dan kebutuhan anda, bahkan sekarang ada kacamata yang dirancang khusus bagi orang yang menggunakan kacamata minus / plus di bagian dalam dan di bagian luarnya dilapisi lagi kaca kedua.

Kacamata berguna untuk melindungi mata anda dari lontaran krikil, debu dan sabetan ranting pohon.

Seperti yang kita ketahui bahwa track MTB kebayakan ada di medan non aspal, banyak kerikil dan kadang melintas di antara pepohonan, bukan hal aneh ada kerikil terlontar dari ban kita atau ban sepeda di depan kita, juga ranting pohon kadang mengenai wajah kita.

Lontaran kecil kerikil apabila mengenai mata akibatnya tentunya akan langsung terhadap mata kita demikian juga ranting pohon, masih ingin kan bisa menikmati pemandangan indah di sepanjang perjalanan?

 Sarung tangan

Sarung tangan ada dua macam, half dan full finger, sarung tangan ini berfungsi melindungi tangan saat terjatuh, mengurangi dampak luka di tangan akibat gesekan, selain itu sarung tangan juga berfungsi menyerap keringat sehingga tangan tidak basah dan licin saat menggenggam grip.

Sumber: http://sixsixone.com/bike/joint-support

Beberapa sarung tangan jaman sekarang sudah dilapisi bagian yang lebih tebal di telapak tangan, lapisan ini bisa dari kain ataupun gel, fungsinya selain untuk membuat empuk juga untuk meredam getaran  yang diterima saat melalui jalanan kasar dan rusak

Selain pelindung di bagian bawah, beberapa sarung tangan sekarang sudah ada pelindung di bagian buku tangan yang gunanya melindungi persendian buku tangan terhadap benturan dan gesekan.

Sepatu tertutup

Yang dimaksud sepatu tertutup adalah alas kaki yang menutupi jari kaki. Sepatu untuk bersepeda banyak jenisnya, ada sepatu yang menutupi mata kaki ada juga yang tidak menutupi mata kaki.

Selain itu sepatu MTB juga cenderung memiliki grip bawah yang lebih kasar seperti sepatu gunung karena disesuaikan dengan karakter track yang akan dilalui.

Bagaimana memilih sepatu yang baik dan aman? Selain sepatu yang memang khusus dirancang untuk MTB anda juga dapat memilih sepatu biasa yang banyak dijual di toko sepatu, pilihan awalnya adalah grip sepatu, pilih grip yang kasar agar anda mudah apabila harus melalui tanah yang licin.

Sepatu sepeda ada yang menggunakan cleat dan non cleat, pilih yang mana? Pilih sesuai selera anda namun perlu diketahui bahwa cleat itu dirancang agar putaran kaki anda stabil dan tenaga yang dikeluarkan lebih efisiean

Sepatu tertutup ini akan melindungi bagian kaki apabila terjatuh, bagian depan atau jari adalah bagian yang rawan, menutup bagian depan dapat mengurangi resiko patah jari kaki atau sobek akibat terkena batu, bahkan pernah terjadi jari depan nyaris putus karena kena sabetan crank sepedanya sendiri karena tidak  menggunakan sepatu, selain itu kalau jatuh dan tergeser bagian jari kaki akan lebih aman

Pelindung siku

Pelindung siku biasa disebut elbow protector, alat ini gunanya melindungi siku terhadap benturan dan gesekan, ada banyak macam pelindung siku ini, ada juga yang melindungi bagian lengan tangan sampai ke dekat pergelangan tangan.

Elbow protector ini diproduksi dengan bermacam jenis dan bahan, ada yang keras dari fiber atau juga berisi gel yang akan mendadak mengeras saat terjadi benturan.

Karakter track XC jarang menggunakan pelindung ini, bukan berarti tidak penting lho. Elbow protector biasanya digunakan untuk FR, AM, kalau untuk DH biasanya menggunakan yang bahannya lebih keras (fiber), protector fiber ini memang lebih kaku, tapi di sisi lain lebih kuat menahan benturan.

Pelindung lutut

Pelindung lutut ini biasa disebut knee protector, fungsinya hampir sama dengan elbow protector, biasanya dijual sepasang dengan knee protector

Sumber: http://sixsixone.com/bike/joint-support

Pelindung pergelangan tangan

Pelindung pergelangan tangan biasa dikenal dengan nama Wrist Support, alat ini dikenakan di pergelangan tangan, gunanya membatasi gerak pergelangan tangan sehingga saat  terjatuh resiko pergelangan tangan tertekuk bisa diminimalisir dengan menggunakan alat ini.

Wrist support biasanya digunakan untuk karakter track AM dan DH.

Sumber: http://sixsixone.com/bike/joint-support

Pelindung pergelangan kaki

Pelindung pergelangan kaki ini biasa disebut Ankle Support, alat ini gunanya melindungi pergelangan kaki dari keseleo, alat ini membatasi pergerakan pergelangan kaki sehingga lebih kaku digunakan di luar sepatu, biasanya alat ini digunakan untuk track DH

Sumber: http://sixsixone.com/bike/joint-support

Pelindung leher

Pelindung leher ini biasa juga disebut Leatt Neck Brace, alat ini digunakan di leher di bawah helm, gunanya untuk membatasi pergerakan leher sehingga apabila terjatuh leher tidak akan tertekuk karena terlindung alat ini, biasanya Leatt Neck Brace digunakan di track DH. Jatuh dan kepala terbentur duluan tentunya akan membuat leher menerima beban juga, benturan keras bisa menyebabkan leher tertekuk dan berakibat fatal

Sumber: http://www.troyleedesigns.com/bicycle/protection/leatt-neck-brace

Pressure Suit

Presure Suit, alat ini seperti jersey dan dikenakan seperti mengenakan baju, ada perlindungan di bagian depan, biasanya dada yang berfungsi meredam benturan di dada, juga melindungi tulang belakang sampai ke tulang ekor, bagian ini biasanya relatif lebih keras karena fungsinya melindungi bagian fatal di belakang tubuh

Sumber: http://sixsixone.com/bike/joint-support

Fungsi pressure suit ini dapat juga digantikan oleh ransel. Biasanya pesepeda MTB membawa ransel untuk membawa perlengkapan, tanpa disadari ransel ini juga berfungsi sebagai pelindung tubuh bagian belakang apabila terjatuh dan kena benturan.

Selanjutnya silakan klik PART 2

“IF YOU THINK SAFETY IS EXPENSIVE …. TRY AN ACCIDENT”

Salam Gowes

Eko Probo

Twitter & Instagram: @ekoprobo

14 thoughts on “MTB Safety Riding (Part 1)”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s