579772_10200453526641873_224660561_n

MTB Safety Riding (Part 2 – End)


nahhhh ini adalah bagian kedua tulisan saya tentang safety riding di dunia pergowesan, untuk membaca PART 1 silakan KLIK. Seperti yang pernah disampaikan di bagian satu, tulisan ini dibuat untuk kalangan pemula yang rencananya baru mau akan bersepeda khususnya MTB, silakan dibaca tulisan dibawah ini:

A.        Keahlian Pengendara

  1. Kondisi umum

Kondisi paling umum adalah kesehatan pengendara, siapkan fisik sebelum bersepeda, hal sederhana yang sering dilewatkan. Kondisi badan yang kurang fit dapat mengurangi konsentrasi dan tentunya berakibat pada hal yang tidak diharapkan.

Pemanasan atau warming up adalah hal yang harus dilakukan sebelum masuk track, lakukan saja senam ringan, pemanasan otot kaki, otot tangan.

Pengendara sebaiknya memahami kondisi track, apabila belum pernah masuk track sebaiknya mencari referensi menganai karakter track yang akan dilalui.

Jangan nekat mengendarai sepeda melebihi kemampuan anda, kenali kemampuan diri dan tingkatkan secara bertahap dengan latihan rutin

Braking System

Periksa kondisi rem depan dan belakang, pastikan semua berfungsi, pemeriksaan bisa dimulai dari brake lever (handle rem), reservoir olie bagi yang menggunakan rem hidrolik, kabel rem serta rem bagian bawah.

Selanjutnya di dalam track biasakan menggunakan rem belakang dan depan dengan kompisisi 70% depan dan 30% belakang saat melintasi turunan, terutama turunan yang licin.

Rem sehalus mungkin, jangan sampai rem mengunci ban karena akan menyebabkan sepeda tergelincir atau salto ke depan

Tekan rem dengan satu jari atau dua jari (telunjuk dan jari tengah) hal ini dilakukan agar gengaman tangan di handlegrip masih kuat.

Teknik pengereman ini adalah hal pertama yang harus dilatih saat pertama memutuskan bermain MTB, lakukan latihan berulang-ulang sampai anda bisa berhenti dengan halus walau dalam kondisi mendadak.

Teknik pengereman ini agak sedikit berbeda di tanjakan, dengan komposisi yang sama seperti di turunan namun di tanjakan anda harus menarik brake lever lebih kuat agar sepeda tidak bergerak mundur kecuali anda ahli bersepeda mundur.

Shifting

Shiting berkaitan dengan perpindahan gear depan dan belakang melalui FD dan RD, teknik shifting ini harus dipelajari dengan benar. Shifting dilakukan dengan halus tanpa merubah RPM putaran kaki.

Perhatikan cara perpindahan RD saat di tanjakan, jangan memindahkan RD ke posisi yang lebih ringan saat rantai dalam posisi tegang, hal ini dapat mengakibatkan rantai putus atau RD bengkok bahkan putus seketika.

Biasakan memindahkan posisi RD ke lebih ringan sebelum menaiki tanjakan, release sebentar putaran kaki sampai rantai mulai pindah, kemudian putar kembali dengan RPM yang sesuai dengan karakter tanjakan yang anda lalui.

Handling

Handling yang dibahas kali ini adalah handing secara umum. Pengendalian sepeda adalah salah satu faktor penting yang harus dipelajari saat anda mencoba bermain MTB

Posisi tangan jangan lurus dan kaku, siku tangan membentuk sudut agak mengembang dan berfungsi juga seperti suspensi.

Tentukan posisi tinggi sadle, posisikan pedal seperti jam 12 – 6, perhatikan posisi lutut kaki di jam 6, tidak boleh terlalu lurus alias harus membentuk sudut.

Kenali track di depan anda, pandangan jangan terlalu dekat ke ban depan melainkan jauh ke depan agar anda dapat mengantisipasi kondisi track yang akan dilalui

Selalu berusaha menyesuaikan kecepatan anda terutama di posisi turunan dan belokan, kadang ada halangan yang tak terduga di hadapan anda

Photo by: Andri Hilman

Gunakan pinggul dan bahu untuk mengimbangi sepeda anda, gerakan bahu dan pinggul berguna untuk menyeimbangkan arah kanan dan kiri sepeda anda.

Posisikan badan ke arah belakang saat anda menuruni track, hal ini dimaksudkan untuk menyeimbangkan posisi sepeda agar tidak terjungkir ke depan, cara ini dipadukan dengan teknik pengereman yang sudah dibahas di atas

Apabila melalui rintangan, angkat pantat agar tidak menempel di saddle sepeda, fungsikan kaki anda sebagai suspensi tambahan, hal ini dilakukan agar benturan tidak langsung mengenai tubuh, terutama tulang ekor dan tulang belakang kita.

Teknik jatuh

Jatuh bukanlah hal yang diharapkan dalam bersepeda namun sejauh ini berdasarkan pengalaman saya, sebagian besar pemain MTB sudah pernah merasakan jatuh. Jatuh yang salah akan menyebabkan kecelakaan yang fatal.

Jatuh itu terjadi tiba-tiba dan dalam hitungan detik saja sehingga seringkali kita tidak sadar dan tidak dapat mengendalikan posisi tubuh mana yang akan terbentur terlebih dahulu.

Sejauh ini berdasarkan hasil pengamatan di lapangan, biasanya pengendara pemula lebih sayang sepeda dibandingkan dengan tubuh sendiri, berusaha menyelamatkan sepeda adalah kesalahan awal yang sering dilakukan pemula, apabila anda jatuh jangan pernah coba memikirkan akibatnya bagi sepeda anda namun pikirkan akibatnya terhadap tubuh anda.

Jatuh dan berusaha menahan beban tubuh dengan posisi siku tangan lurus adalah kesalahan berikutnya yang sering dilakukan, resiko keseleo bahkan patah tangan menjadi lebih besar, sering ada kejadian jatuhnya pelan namun tangan patah atau keseleo.

Jatuh memang terjadi dalam waktu yang sangat singkat, sulit bagi pemula bahkan pengendara berpengalaman untuk mengendalikan posisi tubuh, posisi saat jatuh ditentukan oleh banyak faktor seperti kondisi track, kondisi sepeda, kecepatan sepeda dan posisi pengendara.

Bagaimana posisi jatuh yang benar? …. Sangat mudah… saat jatuh usahakan posisi siku tangan dan lutut jangan kaku, ikuti saja gravitasi dan posisikan tangan melindungi muka serta dada, setelah mengalami benturan pertama tetap ikuti gaya gravitasi dan badan jangan berusaha menahan, ikuti putaran dengan berguling dan terus berguling sampai nanti akhirnya berhenti sendiri. Selama berguling jangan sungkan untuk mengeluarkan suara atau berteriak, gunanya untung mengurangi stress dan kawan kita di depan dapat mendengar yang terjadi di belakangnya sehingga anda ada yang menolong.

Posisi berguling ini akan mengurangi dampak gesekan track terhadap tubuh juga mengurangi dampak tumbukan terhadap tulang.

Setelah anda terhenti jangan langsung berdiri karena biasanya agak pusing sedikit akibat berputar. Gerakan jari tangan dan kaki secara perlahan kemudian lutut, pergelangan tangan dan siku, setelah semua dirasakan aman cobalah gerakan leher anda apabila dirasakan saat jatuh kepala anda sempat terbentur, barulah setelah semua dirasakan baik anda dapat duduk kemudian perlahan berdiri seperti semula.

Rules

Bersepeda MTB memang menyenangkan, kondisi track yang beragam dan kemampuan yang tidak sama membuat kita sering harus menyusul sepeda di depan kita, ada satu kode etik di kalangan pesepeda MTB untuk meneriakan kata “TRACK TRACK TRACK !!!” saat akan mendahului pesepeda di depannya dan sudah selayaknya pesepeda yang akan disusul memberi jalan, apabila tidak memungkinkan segera pinggirkan sepeda anda kalau perlu berhenti untuk memberi jalan.

Saling menghormati sesama pesepeda adalah hal utama, namun ada hal lain yang tidak kalah pentingnya, yaitu sopan terhadap penduduk setempat, jangan lupa sampaikan salam terhadap mereka juga saling memberi jalan kepada penduduk setempat yang akan melintas.

Harap dipahami bahwa sepeda itu tanpa mesin sehingga kalau kita melihat orang berjalan searah dengan sepeda belum tentu dia akan mendengar bahkan tahu ada sepeda di belakangnya, untuk menghindari tabrakan jangan lupa sampaikan salam atau bunyi-bunyian lain agar dia mendengar ada sepeda di belakangnya.

A.        Kondisi Sepeda

Kondisi sepeda yang dimaksud di sini adalah kondisi secara umum walaupun kondisi keseluruhan sepeda akan mempengaruhi keselamatan pengendaranya

Frameset

Frame harus dalam keadaan baik, tidak ada retak atau cacat, peran frame ini sangat berat kerena tempat menopang semua perlengkapan sepeda serta tubuh pengendara.

Ukuran frame harus pas dengan tubuh, besar frame ini mempengaruhi handling. Cara mudah untuk mengukur frame tanpa perlu teori banyak sebagai berikut

Anda berdiri di atas top tube, tentunya mengenakan sepatu sepeda yang biasa anda pakai, posisikan selangkangan anda di tengah frame kaki lurus dan ukur jarak antara selangkangan dengan top tube, biasanya jarak yang dianjurkan adalah sekitar 5 cm.

Sumber: http://khsbicycles.com/

Mengukur frame seperti ini selain berguna untuk handling berguna juga untuk keselamatan. Bagi pesepeda pria ini masalah keselamatan scrotum dan pesepeda wanita terhadap keselamatan vagina.

Saat bersepeda kita tidak selalu berada di atas sadel, ada saat-saat tertentu kita dihadapkan kondisi tertentu yang mengaruskan untuk berhenti mendadak dan posisi selangkangan tepat berada di atas top tube.

Bayangkan akibatnya kalau top tube terlalu tinggi, tentunya akan membentur scrotum dan atau vagina anda.

Wheelset

Wheelset adalah seperangkat alat penggelinding yang terdiri dari velg (rims), spoke, ban, hub / free hub. Pemilihan wheelset yang tepat akan memudahkan pengendalian serta berpengaruh terhadap kenyamanan serta keselamatan pengendara

Velg dirancang dengan beberapa jenis menyesuaikan dengan karakter track yang akan kita lalui, velg untuk XC tentunya berbeda dengan velg untuk DH. Velg DH dirancang lebih kuat menahan benturan juga lebih lebar karena ban untuk DH lebih lebar dibanding ban untuk XC.

Selain velg pertimbangkan juga pemilihan ban dalam dan ban luar, pilihlah yang sesuai velg dan track yang akan kita lalui, pemilihan ban yang salah dapat menyebabkan kecelakaan karena terpeleset.

Brakeset

Ini adalah perangkat pengereman, secara umum jenis rem dibagi menjadi dua bagian besar yaitu V-Brake dan Disk Brake, masing-masing jenis mempunyai kelebihan dan kekurangan. Pilihlah rem yang sesuai dengan sepeda anda, brakeset adalah komponen vital dalam aspek kesalamatan, teknik-teknik pengereman sudah dibahas di bagian awal tadi.

Chainset

Chainset adalah seperangkat penggerak yang berhubungan dengan rantai, pilih rantai dengan kualitas baik sehingga lebih awet digunakan. Rantai yang buruk dapat menyebabkan kecelakaan, pernah terjadi seorang teman jatuh dan sendi bahunya bergerser karena rantai yang digunakan tiba-tiba putus dan dia mental jauh ke depan membentur batu.

Saddle & Seat post

Tempat duduk atau biasa disebut saddle di permainan MTB bukanlah tempat istirahat semata, saddle jarang diduduki seperti kalau kita naik road bike, di sepeda MTB posisi pengendara seringkali harus berdiri di atas pedal dan tidak duduk di atas sadle demi menjaga keseimbangan.

Design saddle semakin berkembang, bahkan saat ini jenis saddle semakin beragam, ada saddle untuk sepeda perkotaan, saddle untuk sepeda XC, saddle sepeda AM, DH dan banyak lagi jenis lainnya.

Pilih saddle yang pas sesuai karakter anda, pemilihan saddle yang salah dapat mengakibatkan nyeri di otot paha, otot pantat dan pinggang.

Seat post atau tiang penyangga saddle, merupakan tiang penyangga dan penghubung saddle dengan frame sepeda, pilih seat post yang kuat dan bagus, pernah terjadi seat post teman rusak di tengah hutan sehingga saddle tidak bisa digunakan lagi.

Kira kira begitulah obrolan warung kopi saya dengan om Ilham Baron, safety riding di dunia persepedahan bukan sekedar alat saja namun juga terkait dengan keahlian pengendara serta kondisi sepeda, dan tentunya anda tidak ingin kan mengalami kejadian seperti video di bawah ini?

Tentunya tulisan warung kopi ini hanya sekedar tulisan santai tanpa banyak bumbu-bumbu penjelasan teknis secara detail tentang dunia persepedahan agar mudah dipahami oleh goweser pemula, apabila anda mempunyai keterangan tambahan silakan dituliskan di kolom komentar di bawah tulisan ini, saya sangat berterima kasih karena saya jadi bertambah pengetahuannya.

“IF YOU THINK SAFETY IS EXPENSIVE … TRY AN ACCIDENT”

Salam Gowes

Eko Probo

Twitter & Instagram : @ekoprobo

13 thoughts on “MTB Safety Riding (Part 2 – End)”

    1. hatur nuhun juragan, ini mah safety riding koboy, tanpa landasan teori yang tinggi hanya berdasarkan pengalaman pribadi aja

  1. sangat informatif, secara saya juga pernah mengalami body surfing waktu main di Lido ama RA.. yg paling parah wakru di turunan Paralayang Ra,,, sempat blank sekitar 3 menit. alhamdulillah karena pake hand and knee protector,,, gak sampe parah,, yang sebelumnya kejadian crank nancep di betis belakang waktu diturunan tctorerakhir Lido setelah hutan canopy,,,(waktu itu belum punya knee protector…

    Above all, safety is number one when riding,,, jgn lupa berdoa sebelum masuk track.

    1. Waduh.. crank nancep betis? Amit2 deh… safety itu kerasanya kalau udah mengalami om, biasanya yg belum pernah cenderung meremehkan

  2. bagus bgt infonya mas.. sangat membantu..
    mas, boleh minta info tentang jenis sepeda dong. apa sepeda XC bisa dipake ke track sulit seperti di gunung?
    soalnya saya mau beli sepeda nonrakitan tapi bingung soal performa dan estetikanya. maksud estetika, contohnya sepeda DH katanya aneh buat jalan2 di jalanan kota. apa ada sepeda yang bisa di pake dijalanan juga di track sulit??
    hehe maaf mas mungkin sedikit bodoh, saya masih newbie..
    mohon bantuannya mas
    matur nuhun

    1. halo bro franscorius🙂
      Sepeda XC bisa saja digunakan di daerah pegunungan. Namun harap dipahami bahwa karakter track di pegunungan sangat beragam, ada track dengan karakter XC, All Mountain maupun Downhill.

      Sepeda DH memang diperuntukan sebagai sepeda yang nyaman dan aman di jalur DH yang minim tanjakan, bahkan boleh dikatakan tidak ada tanjakan. Track DH umumnya pendek-pendek sekitar 800 meter – 1,5 km

      Sepeda DH memang nyaman digunakan di turunan bahkan untuk jumping dan drop off, oleh karenanya sepeda tersebut agak berat apabila digunakan di jalan raya apalagi di tanjakan karena tidak sesuai dengan fungsinya, demikian pula dengan sepeda XC apabila digunakan di track DH tidak akan nyaman dan berbahaya.

      Sepeda DH yang digunakan di jalan bukanlah masalah aneh atau tidak namun mempersulit diri sendiri karena pasti akan jauh lebih berat dibandingkan sepeda jenis Road Bike, prinsipnya gunakanlah sepeda sesuai fungsinya🙂

  3. hahaha.. ada foto suamiku & bejo ngetawain keling yang jatoh.. kasian banget bukannya ditolongin.. wkwkwkwk!
    Ato difoto dulu baru ditolongin yah..😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s