sumber: http://todays-quotes.com/2013/01/25/inspirational-and-motivational-quotes-2/

Mantra Sakti Motivator


Kiat-kiat motivasi di masa kini bukanlah hal yang sulit kita cari, kemajuan teknologi informasi mempermudah kita untuk mencari kiat motivasi yang sesuai dengan suasana hati kita saat ini, motivator online juga banyak kita temui di media sosial seperti Twitter, Facebook, Tumblr dan lainnya.

Di masa ini sudah menjadi hal lumrah kalau perusahaan mengirimkan karyawannya untuk mengikuti pelatihan motivasi, pelatihan yang dianggap dapat membawa perubahan besar bagi perusahaan, pelatihan yang dianggap dapat merubah mindset orang dalam hitungan hari.

Harapan orang kadang terlampau diawang-awang tentang pelatihan ini, harapan bahwa pelatihan ini akan membawa dampak dalam jangka panjang, demikian pula harapan perusahaan yang mengirimkan karyawannya untuk mengikuti pelatihan ini kadang menjadi sia-sia belaka.

Sumber: http://todays-quotes.com/2013/01/25/inspirational-and-motivational-quotes-2/

Berdasarkan pengalaman dan hasil obrolan santai dengan beberapa teman, mereka menyatakan bahwa pelatihan motivasi ini membuat mereka gembira karena bisa sejenak meninggalkan rutinitas kantor, sebagian lainnya menikmati saat-saat permainan dan penyegaran, dan tidak banyak mengingat apa yang disampaikan motivator, namun ada juga sih sebagian kecil yang benar-benar mengikuti pelatihan ini dengan serius dan “berusaha” mengatur perasaan dan pikirannya agar sesuai dengan tujuan manajemen.

Saya pribadi, kalau boleh memilih maka saya akan lebih memilih tinggal di rumah bersama keluarga atau sekalian main sepeda, itu jauh lebih memotivasi saya dan membuat jauh lebih bersemangat, entahlah anda lebih memilih mana kalau dibebaskan? Tetap di kelas atau melakukan hal lainnya?

Pelatihan seperti ini selalu diwarnai dengan sesi-sesi yang membuat emosi peserta naik turun, kadang sedih kadang amarah juga rasa takut hadir di perasaan mereka, retorika Sang Motivator membuat kelas menggelagar, kalau meminjam istilahnya Syarini mah .. Cetar Membahana…

Yel-yel kelompok kadang dipaksakan harus ada dan peserta harus bersemangat melakukan yel-yel tersebut, sebagian peserta terpaksa pura-pura semangat agar tidak dipermalukan karena ada ganjaran bagi yang kelihatan tidak bersemangat.

Pelatihan-pelatihan motivasi ini diharapkan dapat merubah mind set peserta dan kemauan untuk berubah, kata Out Of The Box sering terucap walau lama kelamaan maknanya bias dan hanya sekedar ucapan kosong tanpa pernah dimengerti peserta bahkan sering disalahartikan.

Pertengahan pelatihan adalah masa-masa peserta dituntut untuk lebih mengenal dirinya sendiri dan mengeluarkan potensi dirinya, apa jadinya? Sesi ini justru dimanfaatkan peserta sebagai ajang curhat tentang kelemahan perusahaan, keburukan perusahaan, pengaduan-pengaduan serta derita mereka selama bekerja silih berganti diadukan kepada Sang Motivator

Lagi-lagi olah kata Sang Motivator mampu membius peserta walau hanya sejenak, rasa gembira, sabar, nrimo, legowo,  ikhlas dan keyakinan diri pasti akan maju asalkan mau dan niat keras disertai bekerja sebaik mungkin merasuk kedalam jiwa peserta… edisi penyejukan jiwa hari itu selesai sudah.

Rasa bangga, jiwa termotivasi, hidup terasa semakin mudah, keyakinan tinggi bahwa bukan saatnya lagi menuntut kepada perusahaan melainkan harus memberi yang terbaik bisa kita lakukan kepada perusahaan selalu terngiang di benak peserta. Usai pelatihan tentunya mereka pulang membawa semangat dan rasa bangga… Sampai di rumah dihadapkan kepada sedikit kisah nyata di dunia nyata … hilang sudah mantra sakti mandraguna yang dilafalkan di kelas tadi

Hari akhir pelatihan …. Yel-yel kelompok selalu diteriakkan kala Sang Motivator memberikan kode tertentu, penanaman keyakinan untuk berubah selalu dilafalkan, peserta diyakinkan harus mau berubah, harus berani “Out Of The Box” juga ditunjukan semacam sulap untuk membuktikan bahwa ucapan Sang Motivator memang terbukti kebenarannya, kadang disertai kisah miris Sang Motivator bahwa dia dulunya hidup susah, karena berusaha dan yakin serta selalu berpikir positif maka hidupnya bisa seperti sekarang ini.

Ucapan manis itu juga ditambahkan bumbu lain bahwa perusahaan sebenarnya telah memberikan yang terbaik, beruntung bisa bekerja di perusahaan sebaik ini dan bla bla bla….. sejuta kata manis lainnya. SEMANGAT PAGI !!! begitulah kebanyakan teriakan yang dianggap dapat menyemangati karyawan. SEMANGAT PAGI !!! diucapkan hanya sekedar lewat karena hanya teriakan terpaksa bukan datang dari hati sendiri, teriakan kewajiban agar tidak ditegur atasan…

Ucapan manis tentang perusahaan dan janji janji perusahaan yang dititipkan melalui Sang Motivator ini terasa semakin janggal… setiap keluhan tentang perusahaan selalu diputar balik oleh Sang Motivator, intinya peserta terkesan salah, harus sabar dan berlapang dada dan membuat perubahan di dalam perusahaan. Tatapan sinis serta anggapan negatif mulai tercipta, apa yang dikatakan Sang Motivator hanyalah ucapan, bukan kondisi sebenarnya yang dialami peserta.

Terlintas di benak peserta tentang besarnya biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk pelatihan ini, uang sebanyak itu membuat Sang Motivator gembira, karyawan senang karena bisa bebas tugas namun kesenangan sementara saja karena besok sudah harus masuk kantor lagi, artinya: kembali pada kenyataan hidup, sementara itu Sang Motivator sudah berada di tempat lain untuk memberikan pelatihan yang sama terhadap pribadi yang mungkin sama keluhannya dengan di tempat sebelumnya.

Kembali kepada rutinitas kantor keesokan harinya berarti berhadapan dengan kenyataan hidup yang sesungguhnya, yel-yel yang diajarkan di kelas harus dipraktekan di kantor, tentunya berbeda dengan saat di kelas, di kantor mereka harus membeli makan sendiri tidak seperti di kelas, di kantor mereka dihadapkan kepada kenyataan hidup yang nyata dan tidak bisa hanya dihadapi dengan bekal ucapan manis nan merdu dari mulut Sang Motivator

Saatnya kembali ke dunia nyata… sirna semua rangkaian kata manis, sirna semua ucapan penyejuk hati karena motivator hanyalah motivator di kelas bukan selalu ada di samping mereka yang bersedia mendengar segala keluhan tentang pekerjaan… juga bukanlah orang yang bisa mendengar keluhan mereka mengenai kondisi di keluarganya.

Motivasi itu seperti kita minum minuman penambah energi, efeknya hanya sesaat dan harus selalu diulang dalam periode tertentu … yakin bakalan dilakukan secara rutin oleh perusahaan? Fakta yang saya dengar dari beberapa teman… Tidak pernah karena tidak ada pelatihan yang gratis

Tulisan ini dirangkum dari beberapa cerita teman di beberapa perusahaan yang berbeda, suka atau tidak inilah fakta tentang pelatihan motivasi. Bukan masalah benar atau salah namun inilah potret pelatihan motivasi itu.

Saya pribadi? Bapak dan ibu saya sebagai motivator terbesar saya, mereka hanya mengajarkan saya untuk memeluk orang yang kita sayang dan cintai untuk memotivasi kita. Cukup dengan memeluk, dalam keadaan suka atau duka… senang atau marah … pelukan bapak dan ibu saya, pelukan anak dan istri saya akan selalu memotivasi saya sepanjang hidup. Percaya atau tidak cobalah anda lakukan. Sederhana, gratis dan tidak memerlukan biaya mahal serta waktu yang lama.

“Mimpi memang dapat mengawali langkah yang baik, namun realita hidup harus dilakukan dengan realistis bukan dengan mimpi karena anda hidup di alam nyata bukan alam mimpi”

Salam Mimpi

Instagram & Twitter: @ekoprobo

5 thoughts on “Mantra Sakti Motivator”

  1. Saya juga agak sedikit geli
    Kala Acara MTGW
    Berahkir
    Para Penonton menyampaikan pesan dan kesan
    Seoalah-olah ada perubahan besar yg dialami pasca nonton tuh acara
    Aduu2..
    Segitu nya pikir saya
    Terlalu lebay..
    Sudah gimana kali rupanya kalau nonton secara langsung disitu

    Thank mas
    Numpang corat-coret

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s