IMG_3864

Review Citicyclink Tour de Ubud – Bali, Day 2


Sanur Paradise Hotel, 27 April 2013

Pukul 04.30 WIT saya sudah bangun dan menyiapkan perlengkapan sepeda: jersey, protecktor, kacamata, helm, camera, video, GPS, sepatu, glove, camera Go Pro, alat komunikasi …. eeee busetttt perlengkapan lenongnya banyak aje nempel di badan… apa boleh buat…. sayang kalau perjalanan santai ini tidak direkam

Sementara rekan satu kamar saya om Dedi Hermawan juga mulai sibuk menyiapkan alat-alat untuk liputan acara ini, dia adalah Pemred http://www.sportku.com yang turun sendirian untuk meliput acara ini, tripod, camera video, 3 GoPro, braket camera, tas mulai diperiksa ulang supaya tidak ada yang tertinggal.

Link untuk Foto, Video & File GPS ada di bagian bawah tulisan ini

Usai mandi dan semua alat siap kami bergegas turun ke lobby hotel untuk sarapan pagi. Di lobby sudah ramai teman-teman yang akan mengikuti acara ini, semua terlihat memamah biak hidangan yang disediakan oleh panitia di pagi yang cerah ini. Tidak perlu waktu yang lama untuk membuat semua peserta siap karena tentunya kebanyakan dari mereka tidak mau tertinggal bus yang akan membawa kami ke titik start di Kintamani.

Ada 3 bus disediakan, saya masuk bus nomer 1, perjalanan 53 km menuju Kintamani dimanfaatkan beberapa peserta untuk membayar jatah tidur yang kurang semalam, cuaca cerah berpadu dengan dinginnya AC di dalam bus membuat mata tak kuasa untuk dipejamkan, sementara itu beberapa peserta memanfaatkannya dengan foto-foto pemandangan di sepanjang jalan.

Dari kejauhan terlihat umbul-umbul Citilink di pinggir jalan, rupanya titik start sudah di dekat, tepat pukul 09.30 WIT rombongan bus mulai masuk ke tempat parkir di sebelah kiri jalan, area parkir Museum Gunung Api Batur Kintamani. di pelataran parkir sudah terlihat ramai, panitia dan sepeda kami sudah ada di sana.

IMG_3820

Kegiatan pagi ini di tempat parkir tentunya mencari sepeda kami, kartu nomor sepeda kami ditunjukan kepada panitia untuk mengambil tunggangan di tenda yang khusus disiapkan untuk parkir sepeda. Tentunya tidak lupa kami periksa ulang perlengkapan sepeda kami dan memastikannya semua berfungsi dengan baik untuk digunakan.

Video 1 of 3

Di sebelah tenda terlihat ada meja panjang tempat hidangan pagi, ada teh panas, kopi serta banyak makanan kecil pengganjal lambung disiapkan panitia, walaupun tadi pagi sudah sarapan namun udara dingin di Kintamani pagi ini membuat lapar lagi, segelas kopi panas serta beberapa makanan berpindah tempat dari meja ke lambung peserta.

Pojokan dekat tenda terlihat beberapa peserta sedang setting ulang sepedanya sementara itu peserta yang menggunakan sepeda sewaan terlihat sibuk memilih sepeda yang dirasakan cocok untuk digunakan pagi itu, terlihat ratusan sepeda sudah disiapkan di truk pengangkut, peserta tinggal pilih saja sesuai selera.

Ada waktu 30 menit untuk menyiapkan sepeda sebelum perserta diberangkatkan, suasana semakin meriah karena semakin banyak yang kita kenal, selain itu obrolan semakin nyambung karena ternyata banyak dari mereka yang pernah main di base camp saya di JPG, di seberang titik start puluhan peliput berita sudah siap dengan cameranya, masing-masing sibuk menentukan posisi untuk mendapat rekaman foto dan video terbaik.

Sebelum start ada senam bersama dulu untuk pemanasan, goyang badan kanan kiri supaya otot lebih rileks dan siap gowes, perkiraan jarak kali ini sekitar 50 km saja melintasi jalanan Kintamani menuju Ubud.

Tak lama kemudian terdengar aba-2 dari MC untuk bersiap, raungan sirene tanda start terdengar, bendera start dikibarkan dan ratusan sepeda berbagai merk dan jenis berhamburan keluar tempat parkir.

Awal yang harus dilalui adalah jalanan aspal, pemandangan danau di sebelah kanan jalan menggoda beberapa peserta untuk menepi ke seberang jalan, tentunya untuk mengabadikan keindahan alam di Kintamani, berbagai gaya diciptakan mereka dan rekaman foto serta video dari beberapa sudut tercipta.

Dengusan nafas peserta terdengar ramai di tanjakan pertama, rupanya banyak yang baru kali ini bersepeda di luar kompleks … hehehe, tanjakan kecil ini lumayan juga buat memanaskan kaki, kalau dari kontur topografi di GPS saya dapat dilihat bahwa di depan sana sudah dihidangkan turunan panjang.

Di pertengahan  terlihat beberapa orang turun untuk menyetel ulang sepedanya, sepeda sewaan memang belum tentu cocok dengan tubuh kita. Tidak jauh tanjakan tempat pemanasan ini di hadapan saya sudah terlihat jalanan menurun, peserta harus berhati-hati dan mampu membedakan posisi rem, karena tidak semua sepeda posisi rem belakang dan depan sama bisa jadi kondisinya terbalik dengan sepeda yang biasa kita gunakan di rumah.

Wajah ceria dan kesan lepas dari penderitaan terlihat jelas di seluruh peserta, jalan turun, sepeda mulai dipacu kencang sebagai pelampiasan terhadap tanjakan kecil tadi.

Rombongan peserta mulai jauh terpencar, para pencinta turunan memacu sepedanya dengan kencang, peserta lain sedang menyesuaikan dirinya dengan sepeda yang baru pertama kali mereka gunakan tentunya tidak mau ambil resiko tinggi dengan berspekulasi di turunan asik ini.

Jalananan lumayan sepi dan kami memang jalan tanpa pengawalan khusus, jadi semua harus bisa menjaga keselamatan dirinya sendiri, jalanan panjang dan turunan ini seakan tanpa akhir, lumayan jauh juga untuk menikmati sejuknya semilir angin Kintamani.

Dari kejauhan terlihat kumpulan orang dengan jersey hijau Citicyclink, mereka menanti kami di belokan dan mengarahkan seluruh peserta untuk belok, kali ini jalanan lebih sempit dan menjauh dari keramaian, namun tentunya tetap menurun… trus kapan gowesnya ini ? koq turun terus?

Jalanan menurun ini cuma sebentar saja, selanjutnya ada sedikit tanjakan agak curam bagi beberapa orang karena terlihat ada peserta yang sedang nuntun sepedanya, tempat ini cukup teduh lumayan lah nanjak tapi adem, di depan ada perempatan dan kami melaju lagi di jalanan datar, sebelah kanan jalan saya lihat ada rumah khas Bali yang bagus, berhenti bentar ahhhh mau motret sepeda saya

Dari kejauhan terlihat rombongan belakang mulai mendekat, saya bergegas naik sepeda dan menggelinding bareng mereka sampai ada pertigaan di hadapan kami,, kiri atau kanan? Cilakanya tidak ada petunjuk maupun marshall di tempat ini, celingak celinguk kiri kanan ngga ada juga orang yang dapat ditanya.

Video 2 of 3

Berbekal pengalaman membaca semasa kecil dulu maka saya berlagak seperti indian yang sedang mencari jejak, arah kiri tidak ada tapak ban sepeda sedangkan di kanan ada beberapa tapak sepeda, yakin aja lah belok kanan … jalanan tetap datar dan bersahabat sampai bertemu dengan belokan lagi, nahhh disini baru ada marshall yang menunjukan arah kiri, turunan lagi euy … tidak jauh dari belokan itu ada tempat istirahat.

Lagi-lagi istirahat… peserta benar-benar dimanjakan, baru kali ini saya gowes tidak pernah memikirkan makanan sepanjang jalan. Hidangan minuman panas, dingin serta makanan ringan lumayan mengisi perut, tentunya tidak lupa ada acara foto bersama.

Tidak lama kami ada di tempat ini, sebentar menunggu peserta terakhir makan dan minum kami segera berangkat lagi, kali ini menuju tempat istirahat ketiga di Monkey Forest, kabarnya tidak terlalu jauh dari sini, jalanan menuju tempat itu lumayan mulus, masuk ke pematang sawah. Indah juga pemandangan di pedalaman Ubud ini, terlihat beberapa turis mancanegara memanfaatkan cerahnya cuaca untuk menikmati alam Ubud.

Sedang asik-asiknya gowes sambil menikmati alam terdengar teriakan kecil dan panik, eeeeee ada emak-emak nyusruk ke sawah, untung padi tidak rusak, sepeda juga tidak masalah. Rupanya ibu-ibu muda ini baru pertama kali mengikuti acara sepedahan yang lumayan jauh dan tidak  menyangka akan melalui jalanan sempit dan mengasikkan seperti ini.

Dari tempat istirahat pertama menuju tempat istirahat kedua tidak terlalu jauh, kali ini jalanan yang dilalui relatif datar dan teduh, rombongan peserta sudah terpencar semakin jauh, beberapa peserta sudah berhenti  karena sepedanya bermasalah.

Berikutnya kami kembali ke check point tempat istirahat, banyak yang sudah berkumpul di sana dan menunggu peserta di belakangnya.

Jalanan yang kami lalui adalah di pedalaman Ubud, suasananya benar-benar indah dan memanjakan mata kami, semoga lain kali saya diberi kesempatan untuk bersepeda lebih ke dalam lagi ke tempat yang benar-benar jauh dari keramaian Ubud.

Monkey Forest di depan mata namun sebelumnya kami harus melalui Pasar Seni Ubud, tempat ini mirip di Legian, puluhan toko dan ratusan turis terlihat lalu lalang di tempat ini. Belanja tentu saja, hal ini akan mudah dilakukan kalau tidak sedang bersepeda, banyak sekali barang-barang seni khas Bali dijual di tempat ini.

Monkey Forest … lapangan parkir sudah ada di hadapan mata kami, disiapkan juga truk pengangkut bagi mereka yang sudah tidak kuat lagi untuk melanjutkan ke Ayung Resort sebagai titk Finish. Konon kabarnya hanya 4 km saja dari sini.

Hasrat bersebeda belum padam, puluhan goweser seperti penasaran, rute yang tadi dilalui dirasakan kurang menggemaskan, setelah tanya kanan kiri ternyata sebagian besar dari mereka memutuskan untuk bersepeda ke titik finish di Ayung Resort.

Lagi-lagi puluhan sepeda berhamburan keluar area parkir, sebagian lainnya memillih untuk naik bus yang disediakan panitia dan sepedanya dititipkan ke truk pengangkut sepeda.

Awal perjalanan dari Monkey Forest diwarnai dengan turunan… sedikit banget … setelah itu ada tanjakan fatamorgana di depan mata., panjang dan tidak ada habisnya, elevasi  tanjakan ini terhitung landai namun panjang banget.

Nah kan !!! makanya jangan percaya kata orang, 4 km? hihihi saya ngga yakin tuh hanya cuma 4 km karena sebelum berangkat saya sudah mengukur jarak menggunakan GPS, jarak yang harus ditempuh kira-kira dua setengah kali lebih jauh dari prediksi orang-orang di Monkey Resort.

Yah lumayan juga nanjak sekalian ngetes ulang performa Norco Range Killer B, sepeda ini dipake nanjak memang tidak seenteng sepeda hardtail lainnya namun apabila dibandingkan dengan sepeda sejenis akan terasa bedanya, Norco lebih enteng digowes, geometry sepeda yang mendukung … bla bla bla … halahhhh kenapa jadi review sepeda?

Kembali ke jalan yang benar … aspal mulus ternyata menyisakan panas yang memantul kembali ke atas, butiran keringat, degub jantung serta deru nafas terlihat di sekujur tubuh peserta, ada juga yang nanjak dengan santai namun pasti, belokan pertama dan nanjak…. sudah mulai banyak yang mengambil posisi sempurna, berdiri di samping sepeda dan jalan berdampingan.

Godaan berat di tanjakan ini hanya satu, truk pengangkut sepeda serta mobil panitia lalu lalang menawarkan bantuan untuk membawa saya serta sepeda menuju titik finish. DNF (Did Not Finished) adalah gelar yang tidak ingin saya sandang.

Cukup pura-pura kuat, cukup pura-pura tidak tahu bahwa di depan saya ada tanjakan, saya mengayuh terus sepeda sambil ngobrol godain yang sudah pada lemas.

Ternyata tanjakan ini tidak jauh, hanya kira-kira 11,5 km saja sudah bisa sampai di Ayung Resort, lihat peta GPS saya deh, Mongkey Resort ternyata adalah titik terendah dari rute yang kami lalui, setelah itu hanya ada tanjakan menuju Ayung Resort… hahahaha jebakan betmen

Nanjak 11,5 km di jalan aspal jalan raya nan mulus tentunya berbeda dengan 5 km di pegunungan, kalau di jalan raya seperti ini dorong sepeda bisa dilihat orang, kalau di gunung tidak ada yang lihat kan? Jadi demi nama besar sepeda Norco, maka saya putuskan untuk pura-pura kuat saja lah

Setelah berpeluh-peluh nanjak akhirnya saya melihat Pecalang dari kejauhan, tangannya melambai-lambai memberi tanda untuk belok, padahal masih jauh dari posisi saya menggowes.

Belokan demi belokan dan tanjakan imut telah saya lalui, Ayung Resort terlihat di depan mata. Akhirnya sampai juga di titik finish… Alhamdulillah….

Sepeda saya tempatkan di area khusus, nanti sepeda ini akan diboyong kembali ke hotel dan semua goweser diangkut mobil menuju hotel, namun tetap saja ada yang kurang puas karena hanya menempuh jarak 47 km.

Di finish kami disambut dengan keramaian, di bawah ada tempat makan dan kami bebas sebebas bebasnya untuk makan dan minum, tujuan utama saya adalah membasahi tenggorokan ini dengan air kelapa muda dingin dan segar baru setelah itu saung makanan menjadi sasaran berikutnya.

Di samping kemeriahan tempat makanan ini tentunya juga ada bagi-bagi doorprize di tribun bawah, semua boleh berkumpul di sana untuk menunggu nasib menerima doorprize.

Hiburan tarian Bali juga menambah meriah suasana di Ayung Resort, ada hal yang lucu terekam kamera dan video, bapak-bapak tua mendadak kram kaki ketika akan maju ke panggung … huahahahaha … eeehhh……  maksudnya saya turut prihatin ya pak ….

IMG_4072

IMG_4073

IMG_4074

Bagi-bagi doorprize selesai sudah, perut kenyang mata ngantuk, sore ini ingin segera kembali ke hotel untuk mandi dan istirahat.

Bus sudah siap dan sore ini kami semua menuju hotel untuk beristirahat karena malamnya ada makan malam bersama di hotel juga masih ada aja doorprize yang akan dibagikan.

IMG_4066

IMG_4083

Makan malam mewah di hotel, sambil bagi0bagi doorprize menutup acara hari ini, besok pagi adalah acara bebas karena pesawat Citilink yang akan membawa saya kembali ke Jakarta baru akan berangkat jam 19.45 WIT, berarti besok waktunya main sepeda lagi.

Besok pagi adalah waktunya saya ngetes performa Norco Range Killer B di track Down Hill Baturiti, Bedugul, selain itu masih ada juga cerita Citicycling Community ini pulang ke Jakarta, tentunya lengkap dengan foto dan Video

 

Link yang berkaitan dengan tulisan ini silakan lihat di bawah:

https://ekoprobo.wordpress.com/2013/04/29/review-citicycling-tour-de-ubud-bali-day1/

https://ekoprobo.wordpress.com/2013/04/30/review-citicycling-tour-de-ubud-bali-day-2/

https://ekoprobo.wordpress.com/2013/05/01/track-downhill-baturiti-bedugul-bali/

Link Video silakan click:






Link Foto-2 silakan click:
http://s365.photobucket.com/user/ekoprobo/slideshow/Citicyclink%20Ubud%20Day%201

http://s365.photobucket.com/user/ekoprobo/slideshow/Citicyclink%20Ubud%20Day%202

http://s365.photobucket.com/user/ekoprobo/slideshow/Citicyclink%20Ubud%20Day%203
Link GPS Map silakan click:

Sanur – Kintamani: http://www.everytrail.com/view_trip.php?trip_id=2109490

Kintamani – Ubud XC : http://www.everytrail.com/view_trip.php?trip_id=2109523

Sanur – Bedugul: http://www.everytrail.com/view_trip.php?trip_id=2109562

Track DH Baturiti: http://www.everytrail.com/view_trip.php?trip_id=2109573
Regards
Twitter & Instagram : @ekoprobo

 

One thought on “Review Citicyclink Tour de Ubud – Bali, Day 2”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s