toga dan buku

Salah Kaprah Penulisan Kata “di”


Kesalahan yang sekali dua kali dilakukan mungkin tidak sengaja, namun kesalahan yang selalu dilakukan berulang-ulang bahkan mengabaikan data dan fakta yang ada namanya membenarkan kesalahan, herannya pembenaran kesalahan ini justru banyak dilakukan oleh kalangan intelektual yang sudah belajar Bahasa Indonesia lebih dari 12 tahun… hehehe …

Kesalahan apa sih? sederhana saja… kesalahan penulisan kata “di”… saya menulis ini bukan sebagai ahli bahasa Indonesia, hanya tulisan ungkapan keheranan saja. Salah kaprah ini sudah semakin merajalela, bahkan di tempat-tempat umum, kebiasaan copy paste melahirkan kesalahan ini, banyak orang asal contek kata yang sudah ada tanpa sadar bahwa kata itu salah.

Beberapa kali saya temui di skripsi mahasiswa bimbingan saya, seringkali saya lihat di jalanan, di toko-toko waralaba dan banyak tempat lainnya, kesalahan ini seakan dibenarkan dengan kesalahan masal yang dilakukan orang.

Silakan perhatikan tulisan-tulisan di sekitar anda yang mengandung kata “di”, misalnya: DI JUAL, DI TEMUI, DI PISAH, DI MINUM, DI PERIKSA, DI GELAR, DI RAWAT, DI SIMPAN dan masih banyak lagi

Semakin heran setelah melihat penggunaan kata “di” yang ditulisa seperti ini: DIRUMAH, DIBANDARA, DIATAS, DISANA

Kesalahan sepele kan? itulah yang saya heran kenapa sih hanya kesalahan sepele seperti ini saja susah untuk mengerti dan memperbaikinya? Kenapa juga sih kalau dibilang salah malahan ngambek? hehehe nahhhh ini dia nih yang banyak terjadi, kalau salah dan diberi penjelasan pengunaan kata “di” yang benar malahan ngambek deh …

Lalu bagaimana landasan teori Bahasa Indonesia tentang penulisan kata “di” yang benar? coba pinjam buku anak, keponakan, browsing di internet atau numpang baca di toko buku deh ….

Begini yang saya pahami dari guru SD tentang penulisan kata “di” yang benar:

“di” sebagai kata depan dan diikuti oleh tempat atau penunjuk tempat, maka penulisannya dipisah.

Cara mudah untuk menentukannya coba saja ganti kata “di” dengan “me”, misalnya dipukul (memukul), ditemui (menemui), nah masih enak kan dibacanya?

Mari kita coba lagi, di luar (meluar), di kantor (mengantor) … hehehe aneh ya?

kata “di” yang disambung atau digandengkan dengan kata selanjutnya akan membentuk kata kerja pasif seperti yang tertulis pada contoh di atas.

Gampang kan? lebih dalam lagi silakan tanya guru bahasa Indonesia atau orang yang lebih mengerti bahasa Indonesia dibandingkan saya

Miris melihat kesalahan sepele yang dilakukan masal, seringkali orang mengaku-ngaku punya jiwa nasionalis yang tinggi, mengaku-ngaku senang menerima kritik, berpikiran terbuka, positive thinking  namun seolah tidak mau membenahi diri untuk kesalahan sepele penulisan Bahasa Indonesia, sering terjadi pula kalau ada kesalahan penulisan bahasa asing orang tersebut berbicara lantang bahkan tertawa sinis serta meremehkan sang pembuat kesalahan.

Mau bukti? silakan amati tulisan-tulisan di sekitar anda, amati isi skripsi, amati jurnal dosen, kemudian kalau ada kesalahan itu coba tegur mereka dan informasikan cara penulisan yang benar dan amati bagaimana reaksi dan tanggapan mereka …

Sepele memang, tapi sadar atau tidak, gaya berbahasa itu menunjukkan siapa anda dan menguak sedikit pribadi anda.

Selanjutnya … tulisan ini juga masih banyak salah … ayooo mana yang salah?

Salam salah kaprah

Twitter & Instagram: @ekoprobo

12 thoughts on “Salah Kaprah Penulisan Kata “di””

  1. Bukan cuma ‘Di’ aja, tapi ‘Ke’ juga…

    Misal menunjukkan tempat, dipisah: – Di Pasar, Di Rumah, Ke Pasar, Ke Rumah, dll…

    Tapi misal menunjukkan kata kerja, disambung: – Dimakan, Dijual, Ditukar, Diganti dll…

    Maklum euy pas SMA jurusan Bahasa, kalo masalah sepele ini salah diledekin sama guru😀

  2. hahaha berawal dari skripsi yang di coret2 samaa pak eko cuma gara2 banyak kesalahan pada kata “di” sekarang jadi lebih peka sama tata cara penulisan yang dianggap sepele . hahaha

    1. Biasanya mereka lebih galak kalau diingatkan pak, udah salah ngeyel … hehehe. Selain itu mereka juga selalu mencari pembenaran atas kesalahannya padahal sudah jelas salah

    1. tidak merubah maksud kalau disampaikan dalam bahasa lisan namun apabila disampaikan dalam tulisan artinya akan berbeda sehingga bisa menimbulkan makna yang berbeda juga, yang pasti penulisan seperti itu salah karena tidak sesuai dengan EYD

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s