alat-kelamin

Kenapa kata Kontol dan Memek dianggap porno?


“Otong”, “Unyil”, “Meki” adalah istilah pengganti bagi alat reproduksi manusia, bagi beberapa orang kata itu dianggap santun, jarang saya temui orang yang meyebut alat kelamin pria maupun wanita dengan sebutan penis, kontol atau vagina. Kata kontol dan memek dianggap kasar, benarkah begitu? Baca tulisan ini sampai bawah sebelum anda menyimpulkan.

Alat kelamin biasa juga disebut alat reproduksi dianggap kata porno, kata memek dianggap kasar dan jorok, emangnya anda tahu arti kata memek? hehehe… , kita semua punya alat kelamin, lantas kenapa harus dianggap aneh dan jorok? tuh lihat gambar di bawah ini.

Pernah ingat waktu kita kecil dulu? Pernahkan orang tua atau guru di sekolah mengajarkan tentang anggota tubuh serta fungsinya? Pernahkan anda diperagakan alat tubuh seperti telinga. mata. lutut dan lainnya?

Penasaran dengan kata penis, vagina, kontol dan memek maka saya coba buka-buka referensi, salah satunya adalah KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia)

Begini arti kata yang saya dapat dari kamus:

Penis : Kemaluan laki-laki

Vagina: Saluran antara leher rahim dan alat kelamin perempuan

Kontol: Kemaluan laki-laki

Memek: Merengek-rengek ; merepek

Merengek: meminta sesuatu yang mendesak

Meki : (arti kata ini tidak saya temukan di kamus)

Perut: Bagian tubuh di bawah rongga dada

Lengan: Anggota badan dari pergelangan tangan sampai ke bahu

Payudara: Buah dada, susu, tetek

Nah kan semua kata itu ada di KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), bukan kata-kata yang aneh dan jorok atau porno kalau kita ucapkan sesuai kondisi, misalkan mengajarkan anak tentang anggota tubuh, jadi ajarkan saja sesuai kamus tanpa perlu mengganti sehingga mengganggu pemahaman anak.

Kata anjing akan terkesan biasa ketika kita menyebutkan nama-nama hewan namun akan terasa berbeda ketika diucapkan dengan nada tinggi dan intonasi tertentu. Sama halnya dengan kata kontol, memek tapi aneh ya kenapa tidak pernah ada orang marah dan menghardik dengan kata, misalnya: “Dasar penis !!!, Dasar Vagina !!! tentunya diucapkan dengan nada tinggi, mata melotot ya…. kan sedang marah …

Porno atau kasar adanya di benak kita bukan di kata penis, kontol, vagina. Kalau kita katakan itu sebagai kata biasa maka jadilah dia kata biasa, namun apabila kita berpikir bahwa itu porno maka jadilah dia porno. Apa sih arti kata porno atau cabul? Coba deh cari di kamus.

Orang sering marah atau melotot kalau mendengar kata “memek” , mereka pikir memek itu adalah kata pengganti alat kelamin wanita…. hahaha salahhhhh, makanya coba baca KBBI.

Saya juga heran dari mana datangnya isilah memek yang dianggap kata pengganti kelamin wanita, bagaimana kalau dulu kata pengganti itu bukan memek melainkan wajan, hebring, atau kata lainnya deh …

Memek? kata itu yang tidak pernah saya ajarkan kepada anak sebagai pengganti vagina karena arti kata memek bukan vagina, kata memek bukanlah kata yang porno karena artinya merengek.

Jadi kembali lagi kepada pikiran kita bukan kepada kata tersebut, saya pribadi membiasakan kata penis dan vagina ketika mendidik anak sehingga kata tersebut di benak anak saya bukanlah kata yang dianggap jorok, penis dan vagina dianggap sama dengan kata kepala, jari, leher, lutut, kaki…. hanya anggota tubuh biasa bukan kata porno atau jorok.

Salam Anggota Tubuh

Twitter & Instagram: @ekoprobo

18 thoughts on “Kenapa kata Kontol dan Memek dianggap porno?”

  1. Dalam linguistik kata-kata tersebut masuk dalam kelompok kata-kata tabu (taboo words). Dikotomi ini sangat erat kaitannya dengan budaya komunitas tertentu karena konsep tabu berawal dari antropologi. Karena dianggap tidak pantas untuk dituturkan kepada publik, disubstitusilah dengan kata-kata atau istilah yang dianggap lebih sopan atau kata-kata berbeda dengan efek pragmatik lain lagi. Itu biasa terjadi di banyak bahasa. Kata-kata tabu pun dikelompokkan menjadi beberapa jenis yang berkaitan dengan seks, umpatan atau sumpah serapah, hal-hal mistis, dll. Demikian, tapi tidak bermaksud menggurui siapa pun. Sekedar berbagi aja..
    🙂 Salam.

    Mochammad
    http://mochammad4s.wordpress.com

    1. nah ini dia kenapa dianggap jorok, terjawab sudah… penjelasannya mantab dan mencerahkan pembaca lain, terima kasih masukannya mas bro, sangat bermanfaat🙂

    1. bagaimana dengan kamus bahasa sunda bang..??? sudah anda bandingkan..?? apa itu artinya memek dan kontol..?? jangan hanya sekedar melihat ke kamus besar bahasa indonesia saja..?? ingat.. indonesia itu terdiri dari berbagai suku dan bangsa…

      1. kang Fariq Grabz (semoga tidak salah nama karena anda gunakan akun itu untuk posting di sini).

        Dalam tulisan ini yang saya membahasa tentang bahasa Indonesia bukan bahasa Sunda, saya memang melihat dari sudut pandang bahasa Indonesia saja, oleh karenanya acuan saya adalah KBBI.

        Kalau dikaitkan dengan bahasa lain memang bisa multi tafsir dan akan jadi tulisan yang tidak berujung, misalnya kata “butuh” di Indonesia itu menjadi kata biasa, namun di bahasa negera lain akan berbeda artinya.

        Indonesia memang terdiri dari berbagai suku, bukan berbagai suku dan bangsa seperti yang anda tulis, karena kita hanya satu bangsa yaitu bangsa Indonesia.

        O iya kang Fariq yang menggunakan nama obral, lain kali kalau menggunakan tanda tanya cukup satu saja tidak perlu banyak berderet seperti itu, satu tanda tanya saja orang sudah paham maksud anda untuk bertanya.

        Terima kasih kang sudah mampir ke blog saya🙂

      2. dalam bahasa sunda gaada kontol dan memek.
        adanya penis = mamas,kanjut.sirit.
        vagina = momok,henceut.
        karena kontol dan memek, pasti hampir semua orang diindonesia tau itu, dan itu bukan bahasa sunda.
        tong kosong nyaring bunyinya.

  2. lho justru “kontol” itu di era thn 60-an adalah hewan unggas berleher panjang (angsa).. entah knapa thn 70-an hingga kini diubah jd alat kelamin.. saya juga punya bibel lama yg masih menggunakan istilah tsb utk menyebut angsa

  3. Loh kenapa orang membuat kata kasar kalau gak boleh disebut seperti vagina,penis,ngentot dan ngewe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s