LightRoom4XO-3135

This Is Why We Ride


“Heran, beli sepeda mahal-mahal cuma bisa digowes, buat capek aja”

“Daripada beli sepeda mahal mendingan uangnya buat beli motor”

“Sepeda mahal tetap aja capek karena harus digowes”

Ucapan seperti itu sering mampir ke telinga saya, sulit memang mendeskripsikan kenapa saya sepedahan, menurut beberapa orang sih kurang kerjaan, kenapa kurang kerjaan? Seringkali saya dan teman-teman harus menempuh ratusan kilometer perjalanan hanya untuk sepedahan sejauh 30 km saja… hehehe aneh ya kenapa ngga sepedahan aja di sekitar rumah dan menempuh jarak 30 km?

Saya juga heran kenapa bisa hobi main sepeda. Tulis ini adalah tentang sepeda gunung (Mountain Bike) biasa disingkat MTB. Kalau kata orang sih main MTB itu seperti kapok lombok, pedas tapi pengen terus mengulangi, capek dan jengkel tapi minggu depannya udah main lagi …

Jatuh terguling-guling, menggelinding di lereng curam, terbang tanpa sayap ataupun terluka adalah hal biasa bagi kami para penghobi MTB, kapok? hehehe itulah dia namanya kapok lombok, selalu ingin diulang walau pedas.

Jadi kenapa? Alasan yang membuat saya dan teman-teman sepedahan hanya karena hal sepele saja, bukan alasan sulit juga teori rumit.

Merasa bebas lepas dari segala beban saya rasakan ketika menunggang sepeda kesayangan, bebas sebebas-bebasnya adalah rasa yang sulit saya deskripsikan melalui tulisan pendek.

Merasa lelah dan jengkel menghadapi tanjakan, kaki lemas, nafas memburu dan cucuran keringat membasahi raga ditambah sengatan panas matahari mendera kami. Segenap rasa itu hanya bisa saya dapat ketika bertemu dengan tanjakan curam, hal yang sulit kami dapatkan di tengah keramaian kota.

LightRoom4XO-3174Turunan curam dan mengerikan, licin dan berliku di antara pepohonan yang kadang berduri membuat gentar hati, suara-suara kompor dengan dalih memberi semangat selalu terngiang, tentunya harapan para kompor itu sederhana saja karena mereka sudah siap dengan kamera untuk merekam kejadian lucu… ya benar, bagi kami jatuh itu lucu dan menyenangkan.

Capture on 03-06-2011 20-26-52Capture on 03-06-2011 20-29-18IMG00047-20110305-1045Jatuh terperosok sawah, terbang dan mendarat di semak-semak, baju kotor dan basah membawa saya kembali ke suasana masa kecil dulu, saya bisa dapatkan ini ketika sepedahan di tengah hujan, sesuatu yang tidak bisa saya dapatkan di dunia formal.

Keindahan alam yang sering kami lalui mungkin akan berbeda sensasinya kalau dilihat dari dalam mobil, hijaunya hutan akan berbeda kalau saya ada di dalamnya, aroma daun dan pohon hutan adalah wangi parfum yang menyegarkan raga dan jiwa.

Kasta dan tahta bukan pembatas bagi kami ketika sedang di atas sadle sepeda, siapapun dia akan diperlakukan sama oleh alam, apapun jabatannya, hanya skill dan stamina yang mampu membuat mereka merasa sama dengan yang lain.

Santa Cruz Syndicate Indonesia
Santa Cruz Syndicate Indonesia

Kebahagiaan yang kami dapatkan bukanlah kebahagiaan semu, tawa kami bukanlah tawa basa-basi, bahagia itu ketika kami kelelahan, bahagia itu ketika kami jatuh dan bisa kembali berdiri, bahagia itu ketika melihat teman terjatuh dan sempat foto sebelum dia sempat berdiri, tawa kami lepas membahana di tengah gunung ketika pembicaraan kami sudah ngelantur karena kelelahan.

Om terjatuh, sedang dalam perawatan team medis.IMG00423-20110403-1008Brotherhood … kata ini tidak pernah terucap ketika kami bersepeda bersama, kata ini hanya basa-basi bagi kami. Arti persahabatan yang sebenarnya kami dapatkan di tengah kesulitan, kadang kami jauh dari peradaban, jauh dari keramaian, kami ada di tengah alam, di dalam hutan, di kaki gunung. Persahabatan yang sebenarnya terasa sangat tulus, bantuan di tengah kesulitan dan gelak tawa ketika sepeda kami bermasalah adalah arti persahabatan yang sebenarnya.

Obat mujarab penghilang stress adalah bersepeda, tentunya hanya berlaku bagi para penghobi sepeda lho…. Tekanan pekerjaan seakan hilang musnah ketika kami mengayuh diterpa semilir angin gunung, birunya langit serta hijaunya rumput seakan menjadi ramuan manjur untuk penghilang stress.

Photo0026Merasa lebih hidup dan bebas di alam bebas akan membuat jiwa selalu terjaga keseimbangannya, di akhir kami bersepeda tentunya kami dapatkan imbalan sehat, bukan hanya raga, namun juga sehat emosinya karena semua beban kami lepas bersama cucuran keringat dan tawa lepas di tengah alam.

IMG-20120121-00872

Bekas jahitan luka di wajah, bekas luka di tangan dan kaki serta luka gigitan binatang di tubuh kami bukanlah derita, itu hanya sekedar tanda dari alam, itu hanyalah kenangan indah yang kami dapat dari alam.

Hobi memang aneh, hobi memang sulit dideskripsikan dengan kata.

Hobi kami memang aneh karena sulit dimengerti oleh orang lain.

Hobi kami memang aneh karena semua terasa murah dan mudah.

Hobi kami memang aneh karena selalu ada waktu untuk menjalankannya.

Hobi kami memang aneh karena sebetulnya ada kegiatan lain yang lebih mudah dilakukan

Hobi kami memang aneh ….      “THIS IS WHY WE RIDE” ….

#tulisan ini terinspirasi dari salah satu wallpaper yang pernah tampil di halaman muka blog saya

Kalau saya boleh tahu … apa sih alasan anda menjalankan hobi? Hobi apapun tidak hanya hobi MTB lho…

Salam hobi yang aneh,

Twitter & Instagram: @ekoprobo

46 thoughts on “This Is Why We Ride”

  1. Tulisan yg bisa membuat bulu kuduk merinding….karena mengingat semua kejadian yang ditulis….Bravo Om Eko…kita jangan berenti bersapeda karena ga punya komponen sepeda yang bagus..!!

  2. Haaaa haaaa “Kapok Lombok” I like it very much, betul sekali brooo, kalo di pikir2 ngapain yaah kita jauh dari rumah di dalam hutan yang jalannya Buecek dan berlumut kita lakoni berulang ulang beda lokasi yang gak ada kapoknya, habis saat bergulat dengan sibe trek yang pinggirnya JURANGsetelah terlewat, disitulah letak kepuasannya bersepeda. . . . . bave thanks ya bro atas tulisanya yang enak dibaca ini. salut buat Om Eko.

  3. yang buat ketagihan main sepeda itu adalah pas di tanjakan, ngos2an plus memaki….tapi begitu sampe di puncak buangganya setengah mati karena berhasil menaklukannya…

  4. Apapun alasannya, selama itu bukan utk komersil, akan membawa kebahagiaan lebih drpd apapun yg bisa dinilai dgn uang, hehehe
    salam gowes mas bro

  5. di atas ini adalah para pelaku hobi aneh … kadang mereka aneh sama seperti saya … sulit dimengerti oleh orang yang belum menjalani hobi ini, mereka ini orang-orang yang kapok lombok yaitu tidak pernah kapok dan menyerah ….

  6. Meski cuma 30 km, tapi itu saat2 yg menggembirakan. Saya menjadi pribadi yg apa adanya. Menjadi pribadi yg ikhlas menebar senyum ketika berpapasan dgn pesepeda lain. Suara bel sepeda menjadi irama yg menyenangkan. Itu sebabnya mengapa saya suka bersepeda… Salam Gowes, Salam Persaudaraan Bung Eko🙂

  7. “our wives will never understand”…itu kalimat yang sering muncul di kepala saat di tengah kesulitan (misalnya waktu jam 2 pagi masih setengah nyasar di tengah hutan, dengan kondisi badan basah kuyup karena hujan deras br saja mendera, setengah nyeker pula karena sepatu jebol kiri-kanan…tapi disaat yang sama liat semua teman tetep happy dan saling ngasih semangat…itu yang ga terbayar. bener kan mas? xixixi…

  8. Jatuh dan tulang selangka patah, tapi masih bisa tertawa dan foto di UGD rumah sakit dengan tangan digantung penyangga sambil tersenyum lebar ngamgkat jempol keatas seolah-olah bilang “I’m absolutely okay!”
    …… Cuma pesepeda yang begitu!!😉

  9. hahahah…setuju om, yg aneh lg…klo udah hari jumat, otak udah di isi dg pikiran…” sabtu atau minggu kita gowes kemana “…???

  10. Saya tidak akan berusaha menjelaskan apa yang kurasakan karena hanya saya yang bisa merasakan, karena hobi saya banyak dianggap aneh sama orang wkwkkwwk.
    Salam gowes om Eko

  11. Bagus om, seneng bacanya…tapi kayaknya pertanyaannya blm dijawab ya…mungkin bagus jg kl dijelaskan kenapa beli sepeda mahal (seharga motor); kan yg murah jg bisa, sepede murah/mahal jg capek harus gowes…hehe saran aja loh om. krn premis utamanya: sepeda mahal (ada di setiap kalimat pd pertanyaan awal) …

    1. makasih om setiawan sudah mampir, Kenapa beli sepeda mahal? Hehehe…. kebanyakan goweser pasti pernah menggunakan sepeda yang harganya lebih murah, ternyata harga tidak bohong, daya tahan dan rasa ketika gowes akan berbeda, Harga sepeda dan atau komponen pendukungnya adalah gambaran kualitas, contoh sederhana: bandingkan kekuatan dua sepeda yang perbedaan harganya cukup jauh dan coba gunakan di lintasan yang sama🙂 . Namun pertanyaan “Kenapa sepeda mahal?” bagi para penghobi seringkali sulit dijawab, sama halnya dengan hobi lainnya, misal: kenapa harus naik ke puncak gunung? toh pada akhirnya harus turun lagi? hehehe… anyway… terima kasih sarannya🙂

  12. Gini om pendapatsaya mau di baca monggo enggak juga rapopo

    Saya dulu pengen sepeda tapi lihat harganya waduh waduh oom gak kuat liat angka nol nya banyak sampai 7 akhirnya saya ga jadi beli sepeda tapi temen saya yang lain beli yang harga 3 jutaan saya mana bisa orang cuman kuli temen saya yang lain terus di komporin buat upgrade kasian juga liatnya hehehe walaupun saya kehilangan temen temen saya karna beda hobi dan ekonomi tapi saya lebih menikmati berlari lebih hemat sampai akhirnya saya cuman bisa pulang pergi jalan kaki mungkin tulisan ini ga ada artinya tapi faktanya bersepeda membuat jurang yang lebar dan dalam antara si kaya dan si miskin gak di baca ya rapopo kalo terjadi di kehidupan om pasti kerasa minusnya bersepeda

  13. ngena banget om tulisanny bikin bergetar terasa kebawa suasa gowes tanjakan ogah turunan takut tapi harus dilalu dan tak kapok

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s