Nikah2

Ijab Kabul 15 Tahun Yang Lalu


25 tahun yang lalu bapak saya pernah berkata bahwa dia memang membedakan perlakuan terhadap anak-anaknya, saya sempat jengkel bercampur heran. Bapak hanya menjelaskan bahwa itu harus dia lakukan agar adil. Saya hanya manggut-manggut agar terlihat pintar karena pura-pura mengerti.

15 Tahun yang lalu bapak saya berkata, “dalam menjalani pernikahan, jangan pernah mencoba untuk menyatukan perbedaan dengan istrimu karena kamu dilahirkan dari rahim yang berbeda, cobalah untuk memahami perbedaan yang ada sehingga hidupmu akan selalu damai seperti kamu dan adik-adikmu.

Omong-omong, kalau anda berharap melihat foto bagus di dalam tulisan ini maka anda akan kecewa karena foto-foto di bawah adalah foto yang akan menyebabkan saya diomelin istri tercinta … hehehe ngga masalah karena sudah 15 tahun hidup seranjang.

Ternyata filosofi tentang perbedaan yang diajarkan bapak sejak saya kecil, besar manfaatnya ketika saya dewasa dan menjalani hidup bersama orang lain. Orang lain? betul… orang lain karena istri saya adalah orang yang sebelumnya saya tidak kenal. Itulah jodoh, sekonyong-konyong ketemu tanpa latar belakang yang sama, tanpa pernah satu lingkungan.

Hari ini, 15 tahun sudah saya nikmati hidup bersama keluarga kecil yang besar artinya dalam kehidupan saya,

Picture 171

23 Oktober 1999, sore-sore ijab kabul dan malam harinya resepsi di  Gedung Kartika Eka Paksi – Jakarta

F-E 008

16 April 2001, Alhamdulillah kami diberi kepercayaan untuk membesarkan bayi kecil hadiah pernikahan dari Allah swt

Untitled2a

Untitled3c

Selama menjalani rumah tangga tentunya ada halang rintang seperti kalau kita latihan militer, naik turun, loncat sana loncat sini, kehujanan, kepanasan, berantem, ketawa bareng, nonton bareng …. apakah semuanya bareng dan selalu bersama? tentu tidak karena selera kami berbeda.

Kembali ke filosofi awal saya tentang pernikahan, saya tidak pernah berusaha untuk menyamakan perbedaan, tidak pernah berusaha untuk merubah karakter istri saya, biarlah dia menjalani kehidupan dan bersikap apa adanya tanpa harus berpura-pura demi kata dan sikap semu serta sumir,

Bukan lagi rahasia bahwa sebagian besar laki-laki termasuk saya, fisiknya kurang tangguh ketika harus berjalan keliling pusat perbelanjaan, kaki pegal, mata pedas dan badan senat-senut ketika keliling toko demi sehelai celana dalam atau selembar kain penutup raga.

1 jam di bengkel atau 1 jam di lingkungan teman-teman saya yang brutal mungkin akan membuat mood istri saya kurang baik yang akan berakibat buruk terhadap cita rasa masakan di rumah.

Demi keamanan bernegara dan berumah tangga maka kami memutuskan untuk menikmati perbedaan tanpa harus menyatukan hal yang sudah menjadi kebiasaan kami sebelum mengucapkan ijab kabul,

Pergi dari rumah bareng, begitu masuk pusat perbelanjaan maka kami akan melangkah menuju tempat yang berbeda demi keutuhan rumah tangga. Setelah tujuan utama ke suatu tempat selesai maka kami akan berjalan bersama menuju rumah.

Hal ini saya terapkan juga ketika harus menemani anak dan istri saya nonton layar lebar, saya akan lebih memilih menunggu anak dan istri kesayangan dengan berjalan sendiri mencari toko buku menanti pertunjukan usai.

Itu hanya cerita seupil perbedaan yang kami nikmati tanpa berusaha merubahnya.

15 Tahun sudah saya dan istri saya hidup berumah tangga dalam perbedaan yang membuat kami bahagia, 13 tahun kami mendidik anak tunggal kami dengan cara yang berbeda, mendidik ala saya dan mendidik ala istri saya, sehingga saat ini anak saya selalu bisa memahami perbedaan dan menyikapi setiap perbedaan dengan cara yang berbeda.

Picture 144

15 tahun saya mencintai istri yang selalu setia menerima segala keburukan saya, istri yang selalu membuat emosi saya naik turun sehingga hidup saya berwarna dan indah untuk dinikmati.

Istri yang sekarang adalah wanita terbaik yang sering menjengkelkan dan lebih sering membuat saya bahagia, istri yang mampu menjadi ibu yang baik bagi anak kesayangan saya, Vanya.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Perbedaan yang ada hanyalah cara kami untuk bisa tetap bersatu dan saling mencintai serta menjaga keluarga untuk tetap bersama, Ada satu persamaan yang selalu kami junjung tinggi, filosofi dasar dari leluhur kami yang selalu kami lakukan, kami sepakat untuk tidak pernah berbagi duka dan derita dengan orang lain, kami hanya mau berbagi ceria dan bahagia dengan siapapun.

Untitled-4

probo &amp

Istri saya yang cantik dan baik hati, istri yang menjengkelkan dan sering membuat saya naik pitam, istri yang menjadi wanita sempurna sebagai ibu dari anak saya dan istri yang bawelnya minta ampun adalah karunia indah dan sangat berharga dari Allah yang akan selalu mendampingi saya sampai hari tua nanti sampai kami menjadi kakek nenek seperti yang selalu terucap dari doa keempat orang tua kami.

Saya berharap pada saatnya nanti kami akan menjadi kakek nenek yang selalu  menjadikan perbedaan sebagai cara untuk menjaga cinta, perbedaan adalah cara untuk menikmati cinta tanpa perlu basa- basi.

15 tahun pernikahan ini adalah suatu kebahagiaan bagi saya, istri saya, anak kami dan seluruh keluarga besar kami.

SUKARLAN FAMILY'SPicture 004

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s