10686780_379182998873456_97054781611037520_n

Ada Apa Dengan Aikido?


Saya pernah ditanya seseorang “Kenapa latihan Aikido?” Sampai hari ini saya belum tahu jawabannya. Sering juga saya ditanya, kenapa Aikido tidak olahraga lain? hehehe dia baru kenal saya sepertinya. Begini saja supaya mudah, tulisan saya tentang AIkido tidak akan diramu dalam bahasa sulit dipahami bagi pembaca yang belum pernah berlatih Aikido, saya akan coba dengan bahasa mudah saja supaya tidak sulit dimengerti.

10264244_361954303929659_3881706037581202922_o

Aikido bukanlah bela diri yang pertama saya pelajari, sejak kecil fisik dan mental saya dibentuk oleh bela diri lain yang sejenis dengan Aikido, serupa tapi tak sama, ada teknik Goho ada Juho, sedangkan di Aikido saya hanya kenal teknik Juho saya…… cocok deh dengan keinginan saya, ingin yang lembut saja.

Membawa Keikogi dan berjalan memasuki Dojo adalah rutinitas mingguan yang saya lakukan dengan gadis kecil saya Vanya, Saya memang selalu berlatih bersama Vanya. Gadis kecil ini memang terlihat diam dan santai, tapi boleh coba iseng gangguin deh, dia juga akan iseng bergerak mengalir mengikuti tenaga anda dan tiba-tiba anda akan menyeringai kesakitan di lantai … hehehe sebetulnya ini pengalaman pribadi, saya sering iseng dan tanpa sadar sudah terkunci tanpa bisa melawan, sederhana saja hanya kena Ikyo, Nikyo atau Sankyo,

Aikido-4703

Aikido-4751

Kelembutan Aikido inilah yang membuat saya tertarik untuk tetap berlatih. Aikido memang tidak dipertandingan, jangan berharap medali karena bagi Aikidoka kemenangan adalah ketika anda dapat mengalahkan diri sendiri.

Gerakan Aikido memang terlihat mengalir, melingkar, berputar, tujuannya tentu tetap lembut dan penuh kasih sayang, tenaga lawan hanya perlu dialirkan saja, merasakan tenaga lawan ternyata menjadi salah satu metoda latihan yang cukup sulit dilakukan, kenapa? ya itu tadi, kita harus mengalahkan diri sendiri terlebih dahulu,

Filosofi tentang kekuatan dan kasih sayang yang dulu pernah saya pelajari di cabang bela diri lain ternyata senada dengan Aikido, mematahkan serangan dengan kasih sayang adalah cara untuk mengalirkan kekuatan lawan. Tenkan dan Kaiten adalah salah satu tarian indah Aikido ketika menerima serangan.

Aikido-4811

Aikido-4815

Aikido-4829

Mae Ukemi dan Ushiro Ukemi bukan karena kami lemah tapi ini adalah teknik kami menyelamatkan diri dari cidera yang lebih parah. Gerakan mengalir mengikuti tenaga lawan memang menjadi keseharian Aikidoka, “Let It Flow” seakan sudah meresap ke dalam sanubari Aikidoka.

Aikido-4841

Aikido-4845

Menjadi Uke maupun Nage ketika berlatih akan membentuk kita menjadi manusia yang saling menghargai sesama, Berperan menjadi Uke maupun Nage juga akan membentuk pribadi yang tangguh dan teguh dengan prinsip. Kami merasakan sakit ketika menjadi Uke sehingga kami paham benar untuk mengalirkan kekuatan lawan menjadi kelemahan.

Gerakan lembut Aikido akan menjadi keras dan fatal akibatnya kalau disakiti namun akan menjadi belaian seorang sahabat saat kelembutan bertemu dengan kelembutan. Keindahan gerakan di Aikido tidak seperti Hukum Newton III, Aksi-Reaksi. Aikidoka hanya perlu mengalirkan tenaga lawan tanpa tenaga. Beberapa kali saya ditegur sensei karena masih menggunakan tenaga, hehehe enak ya latihannya tidak boleh menggunakan tenaga, Mudah? hihihi coba aja latihan, pada saatnya akan mudah.

Aikido-4833

Aikido-4856

Saling menghargai adalah prinsip utama di Dojo, tertawa adalah bagian dari latihan, serius adalah salah satu disiplin dalam latihan, kami harus serius agar lawan tidak cidera dan harus tertawa agar lawan menjadi kawan,

Suasana kekeluargaan di Dojo dan tempaan Sensei membentuk kami menjadi keluarga besar, seperti ada yang hilang saat tidak berlatih, Bagi kami, Dojo adalah rumah, Dojo adalah tempat yang menyenangkan dan jauh dari kesan menyeramkan, tidak pernah tersirat rasa takut atau ragu saat memasuki Dojo karena latihan yang dilakukan bukanlah latihan kekerasan melainkan tarian indah pada setiap waza (metoda latihan) yang diberikan Sensei.

Aikido-4783

Aikido-4802

Usia bukanlah hambatan untuk berlatih Aikido, tidak ada tendangan, pukulan atau gerakan keras lain saat berlatih. Taisho (pemanasan) yang dilakukan adalah gerakan dasar yang menyenangkan, gerakan-gerakan Aikido mengalir tanpa hentakan sehingga pria wanita, tua dan muda akan mudah mempelajarinya. Aikido akan efektif kalau anda sedang dalam keadaan lelah atau tidak berdaya, tenaga lawan yang besar justru akan memberi energi banyak bagi Aikidoka.

Pada saat Jiyuwaza kami harus menerima serangan tanpa boleh berpikir, gerakan yang dilakukan tidak usah dipikir. Biarkan mengalir mengikuti tenaga lawan, harmonisasi antara pikiran, tubuh dan jiwa akan menggerakkan Aikidoka saat menerima serangan.

Bokken (pedang), Jo (tongkat) dan Tanto (pisau) adalah jenis senjata yang dipelajari Aikidoka, semua senjata memang terbuat dari kayu, beberapa orang mungkin akan bertanya efektifitas Bokken… hehehe coba saja anda baca tentang Musashi dan Bokken agar lebih paham

Aikido-4974

Aikido-4886

Aikido-

Aikido memang tidak dipertandingkan karena menurut O-Sensei – Morihei Ueshiba, pertandingan hanya akan membuat kemurnian gerakan aikido berkurang. Prinsip itu tetap dipegang teguh oleh Aikidoka, kami tidak akan bertanding, biarlah gerakan Aikido tetap murni dan mengalir dalam kelembutan dan kasih sayang.

— Let It Flow — ini juga akan menjadi salah satu filosofi hidup saya.

5 thoughts on “Ada Apa Dengan Aikido?”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s