Teman-temanku Memang Hebat !!!


Ayahku pernah berkata “bertemanlah dengan siapa saja, tapi pilih sahabatmu”

Tulisan di bawah ini hanya sekedar lintasan pikiran dan perasaan saya tentang masa lalu yang indah tentang pertemanan yang penuh kedamaian tanpa ada tembok pembatas agama dan suku bangsa.

Kehidupan masa kecil saya di Bandung diisi oleh hari-hari menyenangkan, kenakalan masa kecil adalah hal membahagiakan yang masih saya rasakan sampai saat ini karena sahabat-sahabatku yang aneh bin ajaib itu masih ada di kehidupanku sampai hari ini.

Sekolah dan pekerjaan membuat kami terpisah secara geografis namun tetap dekat karena kami selalu berusaha untuk tetap berhubungan.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Dibesarkan di kota Bandung, sekolah di tempat yang heterogen dalam arti yang sebenarnya. Saya orang Jawa yang lahir di tanah Pasundan, tumbuh besar di kompleks dosen ITB yang isinya bermacam kebudayaan dan agama, Batak, Sunda, Padang, Palembang, Kalimantan, agama Islam, Agama Kristen, Agama Budha, Agama Hindu dan seterusnya, dan saya sekolah di tempat dengan berbagai macam agama dan suku.

Di sekolah saya hampir setengah dari teman saya adalah keturunan China, Arab, India, ada keturunan Belanda, Jerman dan Australia. Setiap hari Jumat kami dipisah untuk belajar agama sesuai agama yang dianut.

Ribut? Berantem? Tentu sering saya lakukan untuk menjaga persahabatan kami. Bahkan salah satu teman menyediakan fasilitas rumah kosong di jalan Cisangkuy yang dikhususkan untuk tempat adu jotos … edan? hihihi kami memang edan kelakuannya namun otak kami waras 100 %.

Agama kami berbeda, suku kami berbeda, tapi bukan itu yang menyebabkan kami adu jotos, kami berkelahi hanya untuk kesenangan saja bukan karena perbedaan agama maupun suku bangsa. Lantas apa yang terjadi setelah perkelahian? Kami naik gunung atau touring  motor bareng, tidak terlalu jauh hanya ke pantai utara Subang, kadang-kadang sekedar manasin mesin ke Pangalengan atau sekedar iseng ke Lembang. Kejadian ini sekitar tahun 1980-1990

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Lulus SMP kami mulai berpisah karena ada yang pindah sekolah, keriangan masa kecil masih kami rasakan walaupun tidak setiap hari seperti masa SMP. Setelah lulus SMA sahabat kecilku tadi mulai melangkah melewati batas negara dan waktu.

Posisi geografis yang memisahkan tidak membatasi komunikasi di antara kami sampai saat ini. Lalu apa yang tejadi di masa kini? persahabatan dengan mereka masih sama saja seperti dulu tanpa ada jarak tanpa ada tembok pemisah agama dan suku. Islam, Kristen, Budha, Hindu bukan penghalang kami untuk tetap berteman. Jawa, Sunda, China, Belanda, Batak, Papua sama saja tuh bukan sebagai tembok pemisah kami.

Waktu terus berjalan tapi perilaku teman-teman kecilku tidak pernah berubah, mereka tidak pernah membuat permusuhan berlandaskan agama dan perbedaan suku. Teman-teman kecilku itu sekarang sudah menjelma jadi manusia dewasa dengan berbagai macam profesi. Dosen, Pengusaha, Tentara, Uztadz, Dokter dan banyak lagi deh saya ngga hafal satu-satu.

Teman kecilku yang aneh bin ajaib itu masih tetap akur, group kecil kami masih diwarnai candaan masa lalu dengan modifikasi masa kini agar terlihat kekinian dan tidak terlalu kuno.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Teman kecilku sudah besar, teman-teman besarku bertambah demikian pula dengan perilaku mereka.

Saat ini sepertinya sebagian kecil orang terlihat bangga kalau dapat memutuskan tali pertemanan agar mereka terlihat paham benar tentang agama dan terlihat nasionalismenya tinggi.

Saat ini saya mempunyai tambahan sedikit teman yang “terlihat” hebat setelah mereka sekolah di lembaga pendidikan “youtube”, beberapa dari mereka juga terlihat berwawasan luas karena sekolah jurusan “broadcast message” di lembaga pendidikan “Whatsapp” atau “Blackberry Messenger” yang terkenal itu lho. O iya ada lagi yang menuntut ilmu di lembaga pendidikan “Facebook”

Saya salut melihat kemajuan pesat teman-teman masa kini  yang hebat itu, hanya dalam hitungan bulan mereka mendadak jadi negarawan yang ahli tentang ilmu nasionalisme, mendadak jadi cinta bangsa walau menulis bahasa Indonesia saja masih ngawur.

Alhamdulillah juga beberapa teman saya saat ini jadi lebih agamis, hanya paham sedikit tapi mereka bisa bicara banyak berkat teknologi broadcast message. Alhamdulillah mereka mulai mendalami agama walau kadang-kadang tapi agak sering masih mengagumi foto wanita hemat busana bahkan motret wanita tuna busana dan atau sedikit colak-colek wanita “mollig” (baca: moligh) atau biasa disebut “sugedbuged” (susu gede bujur gede). Ya begitulah namanya manusia boleh lah salah-salah tipis mah.

Keahlian agama mereka sungguh menakjubkan, salut dengan pengetahuan mereka yang sering menyebarkan artikel-artikel agama di group yang isinya bermacam-macam agama. Walau itu artikel hasil copy paste dan sudah beredar juga di banyak group lain tapi lumayan lho untuk menambah pengetahuan kita tentang agama. Padahal sih saya yakin yang lain juga belajar agama dan mungkin keimanan yang lain lebih tinggi makanya mereka diam seperti pepatah ” Padi semakin berisi semakin merunduk”

Kadang-kadang saya berimajinasi apabila di group yang anggotanya beragam agama kemudian insan dengan agama yang berbeda saling menyebarkan ayat-ayat yang berlaku di agama mereka apa yang terjadi? entahlah karena saya belum pernah mengalaminya.

Sebagian kecil teman-teman saya di masa kini sungguh menakjubkan, keahlian mereka untuk berdebat semakin hebat, kemampuan mereka untuk mencerca orang juga semakin meningkat. Lumayan lah walau sebagian kecil dari mereka hanya mampu berdebat hasil copy paste (baca: jiplakan) dari beberapa artikel yang gentayangan di media sosial. Lumayan juga lah walaupun cercaan mereka hanya untuk unjuk diri agar terlihat kekinian dan eksis di media sosial.

Sebagian kecil teman saya di masa kini juga mendadak jadi ahli intelejen dan sangat baik hati karena mereka sering menyebarkan berita kategori HOAX agar terlihat berwawasan luas dan paham segala hal, hasil pendidikan tinggi bagi mereka hanyalah ijazah. Bagi mereka pembuktian kebenaran informasi hanyalah hal semu demi ketenaran semata di beberapa group. Saatnya berita HOAX dikonfirmasi dan dibuktikan salah mereka hanya mampu berdalih bahwa itu dapat dari teman atau bilang “tidak ada salahnya untuk berjaga-jaga” …. hihihi menyebar berita bohong namanya salah dong,  bapak ganteng dan ibu cantik… ngeles aja ente seperti bajaj….

Pelawak adalah profesi sampingan sebagian kecil teman saya di masa kini. Untuk jadi pelawak sangat mudah. Mereka hanya perlu copy paste atau mejiplak lelucon basi di media sosial atau jiplak saja hasil broadcast yang sudah tayang di beberapa group lalu broadcast ulang dengan diberi embel-embel …. “hahahahaha … lucu ya…”

Lawakan mereka sebetulnya garing dan tidak lucu karena anggota group pasti sudah sering baca lelucon basi yang sama di group yang lain namun demi menjaga perasaan pelawak dadakan ini … okelah kasih tanda jempol atau cukup pura-pura tertawa saja supaya pelawak dadakan itu mendapatkan kesenangan semu.

Mafia juga menjadi salah satu profesi sebagian kecil teman saya, ciri khas mereka adalah kalimat dan atau kata di akhir tulisan… biasanya sih ada embel-embel kata “SEBARKAN” …. hihihi hebat euy …jadi bangga saya punya teman yang ikhlas menyebarkan berita tanpa juntrungan.

Apa kabarnya teman-teman kecilku dulu? Mereka masih ada tentunya di group kecil yang adem, ceria tetap  bersahabat tanpa peduli dengan banyak perbedaan. Mereka ada di sini.

O iya sebetulnya sebagian kecil teman-teman saya yang hebat itu sangat hebat lho karena mereka tidak mau dikritik dan hobinya marah kalau kena sentil. Biasanya pula komentar pake akun palsu atau email palsu demi menjaga wibawa mereka yang terusik.

Apakah tulisan ini ada hubungannya dengan pilkada? tentunya tidak kalau dianggap berhubungan maka anda saja yang menghubungkan.

Apakah tulisan ini ada hubungannya dengan teman-teman saya? ya ada dong wong dari tadi banyak saya tulis kata teman.

Apakah anda termasuk di tulisan itu? ahhhh jangan baper dong …. itu kan hanya sebagian kecil teman saya saja bukan termasuk anda dong ya …

Judulnya ngga nyambung kan? Memang sengaja karena sedang trend judul kagak nyambung dengan isi lalu dikomentarin trus lagi di-broadcast supaya terlihat berwawasan luas.

Salam pertemanan dan perbedaan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s