Arsip Kategori: Education

Free Download E-Book Transportasi


Dear friends,

E-book di bawah ini adalah tulisan almarhum ayah saya tercinta KP. Suwardjoko Proboadinagoro Warpani, Ir. MTCP ( 2 Juni 1937 – 23 Februari 2016 )  dokumen-dokumen tulisan beliau saya kumpulkan untuk mengenang Bapak. Tidak terasa sudah hampir satu tahun bapak meninggalkan keluarga, …. miss you dad 😦 

Bapak memang sudah tidak ada, namun tulisan-tulisan Bapak akan selalu ada dan bermanfaat bagi orang banyak, Insya Allah menjadi pahala yang tidak pernah putus bagi Bapak yang sedang beristirahat di sisi Allah.

Dokumen ini adalah naskah asli ketikan Bapak sebelum naik cetak, memang masih ada beberapa kesalahan namun sengaja tidak diperbaiki demi menjaga keasliannya.

Dokumen ini ada yang berupa buku yang sudah diterbitkan, ada materi kuliah, tulisan di koran dan atau majalah, coretan-coretan kecil dan lain-lain.

Dokumen ini dibagikan secara GRATIS, untuk menghargai beliau mohon untuk  tidak memperdagangkannya.

16422814_10211685313389522_3754420461170568733_o
Karya Terakhir Bapakku menjelang akhir hayat, ditulis di usia senja menjelang kepergiannya.

Lanjutkan membaca Free Download E-Book Transportasi

Gamparan Untuk Mahasiswa dan Pengajar


Ada tulisan menarik dari  Bapak I Made Andi Arsana, beliau adalah dosen UGM, menurut beliau ini adalah gamparan untuk mahasiswa, tapi setelah saya cermati satu-persatu isi tulisan beliau, ternyata isi tulisan ini juga berlaku bagi pengajar baik itu dosen maupun guru karena ada beberapa dari mereka yang masih melakukan hal yang sama …. hehehe

Semoga mereka cukup kuat untuk membaca tulisan Bapak I Made Andi Arsana, punya keberanian yang besar untuk mengakui kepada diri sendiri bahwa mereka seperti yang tertulis, tidak mencari-cari pembenaran atas kekurangannya dan punya niat yang kuat untuk memperbaikinya.

begini cuplikan isi tulisan beliau:

Lanjutkan membaca Gamparan Untuk Mahasiswa dan Pengajar

Medali dan Sportifitas


Olahraga mengajarkan suatu hal yang sering dilupakan orang dewasa… sportif, sederhana saja hanya cukup bisa mengalahkan diri sendiri dengan menghargai kemenangan kawan dan menghormati kekalahan kawan.

001

Kalau saya amati banyak orang dewasa yang sulit mengakui kesalahan, semakin salah semakin ngotot dan selalu mencari pembenaran, kata maaf seakan jauh dari benak mereka.

Semoga foto-foto dan video anak-anak kecil di bawah saat pertandingan TaeKwonDo ini dapat mengajarkan para manusia dewasa untuk berani mengakui kesalahan tanpa selalu berusaha mencari pembenaran dengan Lanjutkan membaca Medali dan Sportifitas

Ada Apa Dengan Aikido?


Saya pernah ditanya seseorang “Kenapa latihan Aikido?” Sampai hari ini saya belum tahu jawabannya. Sering juga saya ditanya, kenapa Aikido tidak olahraga lain? hehehe dia baru kenal saya sepertinya. Begini saja supaya mudah, tulisan saya tentang AIkido tidak akan diramu dalam bahasa sulit dipahami bagi pembaca yang belum pernah berlatih Aikido, saya akan coba dengan bahasa mudah saja supaya tidak sulit dimengerti.

10264244_361954303929659_3881706037581202922_o

Aikido bukanlah bela diri yang pertama saya pelajari, sejak kecil fisik dan mental saya dibentuk oleh bela diri lain yang sejenis dengan Aikido, serupa tapi tak sama, ada teknik Goho ada Juho, sedangkan di Aikido saya hanya kenal teknik Juho saya…… cocok deh dengan keinginan saya, ingin yang lembut saja.

Membawa Keikogi dan berjalan memasuki Dojo adalah rutinitas mingguan yang saya lakukan dengan gadis kecil saya Vanya, Saya memang selalu berlatih bersama Vanya. Gadis kecil ini memang terlihat diam dan santai, tapi boleh coba iseng gangguin deh, dia juga akan iseng bergerak mengalir mengikuti

Lanjutkan membaca Ada Apa Dengan Aikido?

Bullying Yang Lebay


Maraknya media sosial belakangan ini membuat istilah kata “bully”, “bullying” semakin akrab di telinga dan mata kita, Istilah bullying seringkali digunakan sebagai perisai oleh beberapa orang, bisa jadi karena mereka sendiri tidak paham arti kata bully, bisa juga karena terlalu paham dan memanfaatkan kondisi demi belas kasihan orang lain.

Apa sih sebenarnya arti kata bully? Singkatnya bullying itu intimidasi, kalau mau panjangnya silakan googling aja sendiri deh. Intimidasi yang dilakukan bisa dengan beberapa cara, bertemu langsung atau melalui tulisan, gambar atau foto di media sosial.

5148182665_8237f5b8ae

Mari kita telaah lebih lanjut mengenai arti kata “koreksi”, “kritik”, “saran: Tentunya anda semua pernah membaca kata tersebut dan paham artinya dong?

Nahhhh sekarang silakan buka media sosial apapun yang anda miliki dan perhatikan perilaku Lanjutkan membaca Bullying Yang Lebay

Ijab Kabul 15 Tahun Yang Lalu


25 tahun yang lalu bapak saya pernah berkata bahwa dia memang membedakan perlakuan terhadap anak-anaknya, saya sempat jengkel bercampur heran. Bapak hanya menjelaskan bahwa itu harus dia lakukan agar adil. Saya hanya manggut-manggut agar terlihat pintar karena pura-pura mengerti.

15 Tahun yang lalu bapak saya berkata, “dalam menjalani pernikahan, jangan pernah mencoba untuk menyatukan perbedaan dengan istrimu karena kamu dilahirkan dari rahim yang berbeda, cobalah untuk memahami perbedaan yang ada sehingga hidupmu akan selalu damai seperti kamu dan adik-adikmu.

Omong-omong, kalau anda berharap melihat foto bagus di dalam tulisan ini maka anda akan kecewa karena foto-foto di bawah adalah foto yang akan menyebabkan saya diomelin istri tercinta … hehehe ngga masalah karena sudah 15 tahun hidup seranjang.

Ternyata filosofi tentang perbedaan yang diajarkan bapak sejak saya kecil, besar manfaatnya ketika saya dewasa dan menjalani hidup bersama orang lain. Orang lain? betul… orang lain karena istri saya adalah orang yang sebelumnya saya tidak kenal. Itulah jodoh, sekonyong-konyong ketemu tanpa latar belakang yang sama, tanpa pernah satu lingkungan.

Hari ini, 15 tahun sudah saya nikmati hidup bersama keluarga kecil yang besar artinya dalam kehidupan saya,

Picture 171

23 Oktober 1999, sore-sore ijab kabul dan malam harinya resepsi di   Lanjutkan membaca Ijab Kabul 15 Tahun Yang Lalu

Ahli Manajemen di Indonesia Hanya Sedikit?


Setidaknya itulah yang terlintas di benak saya ketika membaca karya tulis mahasiswa dari kampus Abal-Abul, kenapa bisa begitu? Sedehana saja sebetulnya, dari ratusan karya yang pernah saya lihat dan baca, landasan teori yang terpampang hanya itu-itu saja, aneh? begitulah faktanya.

bukuRatusan bahkan ribuan karya ilmiah tentunya hasil dari ratusan teori yang mendasarinya. Buku-buku demikian mudah kita beli di toko buku, bukan hal sulit pula apabila Lanjutkan membaca Ahli Manajemen di Indonesia Hanya Sedikit?

Gara-gara Sekolah Pramugari


Mata gadis-gadis muda pasti akan terpana melihat ada iklan sekolah pramugari seperti ini, benar-benar menggiurkan dan menggoda, terutama bagi orang yang sudah lama berangan-angan menjadi awak kabin.

Terbang gratis keliling dunia dengan gaji puluhan juta tentunya jadi salah satu alasan orang ingin menjadi awak kabin atau pramugari atau FA (Flight Attendant), betulkan begitu?

Iklan ini akan menjadi magnet yang kuat bagi mereka yang mempunyai cita-cita menjadi pramugari, sayangnya iklan ini salah tempat dan bahasa, untungnya orang-orang yang berkomentar adalah orang-orang yang sudah malang melintang di dunia penerbangan, alhasil postingan di salah satu group Facebook yang saya ikuti ini menjadi bulan-bulanan alias kena bully dari pemirsa ….hehehe kasian deh…. sabar ya semoga pengetahuan pemasang iklan ini semakin bertambah.

Picture1_zpsfdb11e6d

Iklan menarik kan? Orang-orang di luar dunia penerbangan mungkin akan menganggap iklan ini menjanjikan,  tapi tidak seperti itu yang terjadi bagi praktisi penerbangan, apa saja menurut mereka? Silakan nikmati komentar-komentar tajam di bawah ini.

Lanjutkan membaca Gara-gara Sekolah Pramugari

Kenapa kata Kontol dan Memek dianggap porno?


“Otong”, “Unyil”, “Meki” adalah istilah pengganti bagi alat reproduksi manusia, bagi beberapa orang kata itu dianggap santun, jarang saya temui orang yang meyebut alat kelamin pria maupun wanita dengan sebutan penis, kontol atau vagina. Kata kontol dan memek dianggap kasar, benarkah begitu? Baca tulisan ini sampai bawah sebelum anda menyimpulkan.

Alat kelamin biasa juga disebut alat reproduksi dianggap kata porno, kata memek dianggap kasar dan jorok, emangnya anda tahu arti kata memek? hehehe… , kita semua punya alat kelamin, lantas kenapa harus dianggap aneh dan jorok? tuh lihat gambar di bawah ini.

Pernah ingat waktu kita kecil dulu? Pernahkan orang tua atau guru di sekolah mengajarkan tentang anggota tubuh serta fungsinya? Pernahkan anda diperagakan alat tubuh seperti telinga. mata. lutut dan lainnya?

Penasaran dengan kata penis, vagina, kontol dan memek maka saya coba Lanjutkan membaca Kenapa kata Kontol dan Memek dianggap porno?

Salah Kaprah Penulisan Kata “di”


Kesalahan yang sekali dua kali dilakukan mungkin tidak sengaja, namun kesalahan yang selalu dilakukan berulang-ulang bahkan mengabaikan data dan fakta yang ada namanya membenarkan kesalahan, herannya pembenaran kesalahan ini justru banyak dilakukan oleh kalangan intelektual yang sudah belajar Bahasa Indonesia lebih dari 12 tahun… hehehe …

Kesalahan apa sih? sederhana saja… kesalahan penulisan kata “di”… saya menulis ini bukan sebagai ahli bahasa Indonesia, hanya tulisan ungkapan keheranan saja. Salah kaprah ini sudah semakin merajalela, bahkan di tempat-tempat umum, kebiasaan copy paste melahirkan kesalahan ini, banyak orang asal contek kata yang sudah ada tanpa sadar bahwa kata itu salah.

Beberapa kali saya temui di skripsi mahasiswa bimbingan saya, seringkali saya lihat di jalanan, di toko-toko waralaba dan banyak tempat lainnya, kesalahan ini seakan dibenarkan dengan kesalahan masal yang dilakukan orang.

Silakan perhatikan tulisan-tulisan di sekitar anda yang mengandung kata “di”, misalnya: Lanjutkan membaca Salah Kaprah Penulisan Kata “di”

Si Bodoh Dengan Telepon Pintar


Teknologi maju seringkali disikapi mundur oleh orang-orang yang pintar namun malas berpikir. Pintar? iya benar mereka pintar, rata-rata pelaku broadcast ini anak kuliahan, pekerja yang sudah lulus kuliah bahkan tidak sedikit dari mereka memiliki jabatan tinggi di perusahaan.

Kisah awalnya diawali dengan pelayanan Blackberry (BB) yang bermasalah, akibatnya salah satu fitur andalannya, BlackBerry Messenger (BBM) mengalami gangguan, proses kirim pesan terhambat. Entah siapa yang mengawali namun dalam waktu singkat beredar Broadcast Message (BM) yang isinya seperti di atas dan di bawah ini: Lanjutkan membaca Si Bodoh Dengan Telepon Pintar

Filosofi Anak Kunci


Pernahkah kita dihadapkan situasi yang mengharuskan kita membuka pintu terkunci dengan buru-buru? Di tangan anda ada banyak anak kunci serupa dan tanpa tanda khusus. Sudah pasti anda akan mencoba membuka pintu tersebut dengan mencoba salah satu anak kunci yang ada, apabila gagal anda pasti akan mencoba anak kunci lain sampai ketemu anak kunci yang pas untuk membuka pintu tersebut, masih gagal juga anda bisa jadi akan bertanya kepada pemberi kunci.

keys

Hal sederhana, sangat mudah dan tidak perlu pendidikan tinggi untuk melakukan hal ini, bahkan anak kecil tanpa harus diajarkan pasti akan melakukan hal yang sama.

Sekarang mari kita perhatikan kehidupan unik di sekeliling kita. Lihat Lanjutkan membaca Filosofi Anak Kunci

Sarjana Abal-Abal, Salah Siapa?


Suasana tegang terlihat di pojokan kampus di negeri Abal-Abul, beberapa siswa tampak gelisah dan membalik-balik beragam alat komunikasi, sebutlah gadget, beberapa lainnya terlihat duduk tenang dan mulutnya komat-kamit, entah berdoa atau membaca mantera penjinak raga, entah apa yang terpikir di balik komat-kamitnya… hanya mereka yang tahu….

Kerumunan mahasiswa ini sudah selesai sidang dan menunggu hasil yudisium, suasana tegang mewarnai ruangan saat para dewa di kampus Abal-Abul memasuki ruangan. Hasil sidang mulai dibacakan, teriakan bangga terdengar di sana sini, dengusan kesal tak kalah merdu mewarnai ruangan.

Usut punya usut ternyata dengusan kesal bukannya datang dari sarjana dengan nilai kecil atau terendah namun justru dari raga dengan nilai tinggi dan baik, sebutlah nilai A.

santai-aja-males-atau-rajin-pasti-lulus

Rasa sesal terucap dari mereka, “Tau hasilnya begini sih ngapain juga saya buat skripsi dengan sungguh-sungguh, buat apa saya banyak membaca untuk menambah referensi, buat apa saya buang-buang waktu untuk berpikir dan belajar, toh yang skripsinya abal-abal aja bisa lulus dengan nilai sama”

Prasangka buruk mahasiswa bukanlah tanpa dasar namun berdasarkan pengalaman pribadi mereka, lingkungan kampus negeri Abal-Abul yang luas dan besar ini tidak Lanjutkan membaca Sarjana Abal-Abal, Salah Siapa?

Perlukah Sekolah Pramugari ?


Ragam sekolah atau lembaga pendidikan non akademis semakin marak di lingkungan kita, salah satunya adalah sekolah Flight Attendant atau biasa dikenal dengan awak kabin.

Istilah Flight Attendant (FA), Awak Cabin, Stewardess bisa pria atau wanita namun istilah itu masih kalah populer dibandingkan dengan kata pramugari, oleh karenanya saya akan gunakan saja kata pramugari walau maksudnya bisa pria atau wanita.

774693_4107606535143_540693568_o

Kembali ke sekolah pramugari … sempat saya terheran-heran dan kagum melihat sekolah dengan jurusan khusus … Pramugari … bahkan beberapa teman di lingkungan pekerjaan saya beranggapan bahwa nantinya setelah lulus mereka akan langsung jadi pramugari … hmmmmm

Lingkungan kerja di airport adalah tujuan PKL yang sering disambangi siswa siswi dari berbagai macam jenis sekolah, salah satunya adalah sekolah pramugari, tentunya sebagai pengajar saya selalu ingin tahu lebih dalam mengenai materi yang mereka dapat di bangku sekolahnya.

Masa pendidikan yang mereka lalui beragam, ada yang 3 bulan, 4 bulan, bahkan sampai 8 bulan. Setelah melalui sebagian besar kurikulum yang ditetapkan mereka diwajibkan menjalani PKL (Praktek Kerja Lapangan) …. nahhhh ini yang mulai aneh…

Di sela-sela kegiatan PKL mereka banyak bertukar pendapat dengan saya tentang dunia pramugari,  banyak cerita terpapar dari siswa siswi PKL itu, juga harapan untuk menjadi pramugari. Salah satu cara yang mereka lakukan adalah Lanjutkan membaca Perlukah Sekolah Pramugari ?

Narsis Yang Salah Kaprah


Gemar foto-foto tidak hanya di kalangan anak muda, pria wanita yang sudah berusia lebih dewasa-pun seringkali melakukan hal yang sama, foto dipajang di berbagai media sosial, tepatnya foto diri sendiri dan itu dikatakan narsis oleh teman-temannya.

Kata narsis ini semakin mendunia, bahkan banyak yang bangga dengan menarsiskan dirinya, dalam arti kata mereka berkata bahwa dirinya narsis karena gemar difoto dan atau memasang foto dirinya, selain itu narsis bisa dijadikan sebagai “tuduhan” kepada orang yang sering memasang foto diri.

“Narsis dikit ah, mumpung ……”

“Narsis amat sih itu orang dari tadi foto-foto melulu…”

Bangga akan narsis, menunjuk orang dengan kata narsis dan menarsiskan diri sendiri karena bangga wajahnya beredar dimana mana, tidak hanya wanita, kaum pejantan-pun sering kita jumpai dalam keadaan narsis.

Narsis seringkali identik dengan foto diri, orang yang gemar difoto, orang yang gemar memasang foto dirinya, selanjutnya narsis berkembang pesat, mungkin karena kehabisan gaya, walaupun Lanjutkan membaca Narsis Yang Salah Kaprah

Salah Kaprah All Mountain (AM) dan Cross Country (XC)


Sepeda gunung biasa disebut juga mountain bike atau MTB, jenis sepeda ini sudah ada sejak jaman dahulu kala. MTB dianggap sebagai sepeda yang multi guna karena dapat digunakan pada berbagai kondisi jalan, masalahnya adalah kenyamanan yang dirasakan berbeda karena MTB memang diciptakan untuk digunakan bukan di jalan aspal yang mulus.

MTB dibagi atas beberapa jenis berdasarkan fungsi dan karakter sepedanya. Banyak orang yang masih salah kaprah mengenai perbedaan masing-masing jenis MTB, salah kaprah apanya? nah daripada nebak-nebak buah manggis mendingan baca dulu deh sampai selesai, kalau ada masukan silakan tambahkan saja, lumayan buat nambah pengetahuan pembaca lainnya.

???????????????????????????????
Sepeda XC dan AM

Cross Country (XC), Trail, All Mountain (AM), Free Ride (FR), Downhill (DH). Jenis sepeda ini dibedakan berdasarkan jenis track yang dilaluinya, selain itu sepeda tadi masih dibedakan lagi antara Lanjutkan membaca Salah Kaprah All Mountain (AM) dan Cross Country (XC)

DPR Mangkir Rakyat Resah, Dosen Mangkir Mahasiswa Senang


Beberapa hari ini pemberitaan salah satu anggota DPR yang titip absen marak diberitakan di beberapa media, bahkan absen tersebut diantarkan langsung ke anggota DPR yang terhormat itu. Diakui bahwa beliau memang absen dan bergegas ke ruangannya karena rapat belum mulai dan ada pekerjaan yang penting di ruangannya.

Titip Absen

Rakyat resah melihat kenyataan ada anggota DPR yang notabene dibiayai rakyat, mewakili rakyat namun menunjukan sikap yang kurang berkenan di mata rakyat pada umumnya, kejadian titip absen ini sebetulnya sudah terjadi sejak kita kuliah dulu, masa-masa TK sampai SMA adalah masa yang tidak mudah untuk titip absen karena kontrol dari guru lebih ketat

Kembali ke masa kuliah dulu, saya salah satu pelaku titip absen …hehehe … maaf ya pak dosen… bukan hanya sekali dua kali saya titip absen, sampai akhirnya kapok sendiri gara-gara Lanjutkan membaca DPR Mangkir Rakyat Resah, Dosen Mangkir Mahasiswa Senang

Maksimum Minimum


Sudah sering kita dengar orang berkata atau dapati tulisan “semaksimum mungkin” dan/atau “seminimum mungkin” Benarkah frasa itu ? Logiskah ?

Menurut dua kamus yang menjadi acuan tulisan ini :

1.         Maximal (a) : greatest in amount or degree

            Maksimal (a) : sebanyak-banyaknya; setinggi-tingginya; tertinggi;

            Maximum (n) : greatest possible

            Maksimum (n) : yang paling banyak; yang paling tinggi; jumlah yang tertinggi;

2.         Minimal (a) : smalest in amount or degree

            Minimal (a) : sedikit-dikitnya; sekurang-kurangnya

            Minimum (n) : least possible

            Minimum (n) : yang paling kecil/sedikit; yang paling rendah;

Dalam KBBI 2008, kata paling mengandung makna “teramat”, artinya tak ada yang lebih; sedangkan ter- (prefik) mengandung makna “paling” misalnya : tercantik, terpandai.

Dalam pengertian matematika, maksimum adalah titik puncak, tertinggi, tak ada lagi yang lebih tinggi; sedangkan minimum adalah titik nadir, terendah, tak ada yang lebih rendah. Lantas, bagaimana mungkin sesuatu yang Lanjutkan membaca Maksimum Minimum

Kontroversi Tugas Mandiri Mahasiswa


Tulisan ini saya tayangkan untuk menjawab beberapa pertanyaan yang tidak tersampaikan secara langsung kepada saya, banyak pertanyaan seliweran keluar masuk benak saya, pertanyaan tak tersampaikan itu kadang berupa tulisan, kadang berupa keluh kesah siswa juga ungkapan kaget, takjub bahkan pertanyaan sinis melalui telinga dan mulut orang.

Sedikit melenceng… bagi yang mau komentar atau protes atau kritik membangun ataupun kritik menghujat bin menjatuhkan sebaiknya baca dulu semua tulisan ini dengan teliti dan seksama.

Awal menjadi dosen saya berpikir harus ada sesuatu yang saya lakukan untuk membawa anak didik saya terbang tinggi, saya harus bisa membawa mereka ke tengah dunia. Awal mengajar saya masih bingung bagaimana caranya saya membawa anak didik saya agar mereka niat awal saya dapat terlaksana.

Picture3_zpsfb3893f9

Tahun 2000 saya mulai agak nekat, mata kuliah yang dianggap tabu untuk Lanjutkan membaca Kontroversi Tugas Mandiri Mahasiswa

BAHASA INDONESIA PARA PEJABAT & ILMUWAN


–kurang percaya pada bahasa nasional–

Sumpah Pemuda telah berusia lebih dari tujuh dasa warsa. Salah satu butir sumpah itu berbunyi: Menjunjung tinggi bahasa persatuan, Bahasa Indonesia. Sayang, itu hanya sumpah layaknya sumpah seorang pemuda yang sedang mabuk kepayang pada seorang gadis; sumpah yang mudah tertumpah karena tiada tulang di lidah. Bangsa ini, terutama para pejabat dan amat banyak ilmuwan yang konon menjadi panutan, belum cukup kesatria untuk memegang teguh sumpahnya. Terlalu banyak alasan dicari-cari untuk dengan enteng menggunakan bahasa asing (terutama Inggris) alih-alih menggunakan Bahasa Indonesia, meskipun istilah itu amat sangat mudah diperoleh padanannya dalam Bahasa Indonesia (atau bahasa daerah), bahkan sudah digunakan sehari-hari secara umum.

Bila para pemimpin (terutama) dan para cerdik pandai sudah tidak percaya kepada bahasanya sendiri, maka gembar-gembor: “GUNAKANLAH BAHASA INDONESIA YANG BAIK DAN BENAR”, hanya akan menjadi tertawaan sebagaimana sering diungkapkan oleh Timbul Sri Mulat. Bukan salah Timbul, tetapi itulah gaya dia “menyindir” kita yang mudah bersumpah karena lidah tak bertulang.

Sumber Foto: http://baltyra.com/2012/09/10/masih-meleset/

Bahasa, adalah salah satu butir Sumpah Pemuda, tetapi apa yang kita lihat sehari-hari ? Kita lebih senang menggunakan kata diskon alih-alih rabat atau potong harga. Kata jamban atau peturasan sudah menjadi kata asing karena di mana-mana yang kita lihat adalah Lanjutkan membaca BAHASA INDONESIA PARA PEJABAT & ILMUWAN

Open Book vs Closed Book


Menjelang UAS (Ujian Akhir Semester) selalu saja ada pertannyaan standar dari mahasiswa saya, “Pak, ujiannya Buka Buku atau Tutup Buku, istilah buka buku dan tutup buku ini kadang dilafalkan dalam Bahasa Inggris, Open Book atau Close Book? hihihi  katanya pake Bahasa Inggris koq masih pakai atau? sudahlah lupakan masalah bahasa.

Pertanyaan ini pula yang sejak dulu selalu mampir di benak saya menjelang ujian, pilihannya kalau buka buku, maka saya bergegas  menuju rumah kawan yang rajin mencatat untuk menggandakan catatannya sebagai bekal saya di ujian nanti, kalau intruksinya tutup buku maka saya akan lebih bergegas lebih cepat lagi ke rumah kawan, meminjam buku untuk digandakan plus kerajinan tangan… membuat contekan .. ehmmmmm

http://www.colourbox.com/

Kejadian itu kan dulu di masa saya kuliah, semoga mahasiswa sekarang tidak begitu lagi dan menjalankan cara yang Lanjutkan membaca Open Book vs Closed Book

BAHASA INDONESIA, “SIAPAKAH” KAMU ?


Hasil UN memrihatinkan, khususnya pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. Mengapa ? Tak perlu mencari “kambing hitam” karena kambing itu ada pada “mental” kita masing-masing. Kita sudah ingkar pada Sumpah Pemuda yang bergaung sudah hampir satu abad. Kita, termasuk para pejabat dan kebanyakan cendekiawan yang seharusnya menjadi panutan menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar, masih merasa lebih gagah menyelip-nyelipkan bahasa asing dalam bertutur dan menulis, padahal padanannya dalam Bahasa Indonesia sudah ada dan dikenal luas, atau kurang percaya pada kemampuan Bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia seolah-olah masih “asing” di negerinya sendiri. Bahasa Indonesia diremehkan, disepelekan. Salah satu bukti adalah hasil UN.

sumber gambar: http://edukasi.kompasiana.com/2009/12/22/kenapa-harus-budi-bukan-badu/

UU No.24 tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan, pasal 26-39 isinya me-wajib-kan penggunaan Bahasa Indonesia pada semua aspek kehidupan berbangsa. Pada pasal 30 tersurat “Bahasa Indonesia wajib digunakan dalam Lanjutkan membaca BAHASA INDONESIA, “SIAPAKAH” KAMU ?

Sekolah Yang Tertinggal


Menemani anak belajar adalah saat-saat menyenangkan, “Golden Moment” …. begitu kata teman saya. Ada harapan lebih dari sang anak kala ditemani ayahnya belajar, harapan bahwa ayahnya bisa mengerjakan semua soal yang diberikan oleh gurunya.

Malam ini saya terhenyak kaget melihat soal matematika anak saya yang masih kelas 6 SD,  soalnya sebetulnya soal biasa saya hanya berupa tabel berisi nama 5 siswa berbanjar ke bawah dan 5 mata pelajaran berjejer ke kanan di sisi atasnya, pertanyaan yang diajukan pun sangat mudah… “buatlah kesimpulan dari tabel diatas”

Sepele dan mudah kan? herannya saya pernah lihat salah satu tulisan ilmiah yang katanya analisa, ada juga tabel seperti ini namun sang penulis  (seharusnya menulis sendiri bukan menyalin tulisan orang) menganalisa tabel di atas tadi dengan cara menulis ulang nama dan angka di dalam tabel… sehingga tabel sederhana ini terlihat lebih rumit dengan kata-kata panjang lebar dan kosong tanpa arti ….  hebat dan canggih ..

Sedangkan anak saya hanya dapat membuat Lanjutkan membaca Sekolah Yang Tertinggal

GELAR KESARJANAAN


Terbaca [mudah-mudahan tidak salah ‘baca’] kerisauan hati Mang H. Us Tiarsa, barangkali juga karena kerisauan hati penulis, suatu saat kita belajar Cianjuran bukan di STSI Bandung atau di Cianjur, melainkan di Kalifornia [PR 20 Maret 2007]. Memang tidak mustahil, dan sudah ada beberapa bukti. Sejumlah Doktor Bahasa Indonesia, Doktor Tari Jawa, Doktor Bahasa Jawa mendapatkan gelar puncak itu di luar negeri; tidak di Indonesia.

Sumber Gambar: http://ekonomi.kompasiana.com/moneter/2012/03/14/baru-lulus-sarjana-minimal-gaji-22-jutabulan/

Mengapa ? Karena kita ‘silau’ oleh gelar, atau kasarnya ‘gila gelar’, bukan kemampuan seseorang. MM yang diperoleh melalui kuliah setiap Sabtu malam (Malam Minggu) selama beberapa bulan, dan Doktor yang diperoleh melalui ketebalan dompet dengan desertasi entah bikinan siapa, lebih Lanjutkan membaca GELAR KESARJANAAN

Persiapan Touring Mountain Bike


Touring MTB adalah salah satu kegiatan bersepeda yang biasa saya lakukan bersama teman-teman, kegiatan ini biasa dilakukan jauh dari home base saya di JPG.

Beberapa kali saya touring selalu ada pertanyaan dari beberapa teman, “Apa yang harus disiapkan dan dibawa?”

Berikut ini saya akan sampaikan Lanjutkan membaca Persiapan Touring Mountain Bike

Laskar Pelangi Di Kelasku


Menjadi dosen mungkin impian beberapa orang namun menjadi dosen belum pernah ada dalam mimpi saya sejak kecil dulu… dan kali ini saya mengajak mahasiswa/i saya untuk bermimpi

Menjadi dosen harus selalu bisa mengikuti dinamika siswa, memahami kelemahan mereka dan membuatnya menjadi kekuatan tak tertandingi, saya selalu membuat mereka bermimpi saat mendengar tugas mandiri yang saya diinstruksikan… kadang menjadi mimpi buruk, kadang menjadi mimpi indah bagi mereka…

“Mimpi adalah kunci
Lanjutkan membaca Laskar Pelangi Di Kelasku

Gaudeamus Igitur


Siang ini saya ada jadwal mengajar di kampus, wajah-wajah calon penerus bangsa terlihat di sekitar kampus, kadang saat-saat seperti ini mengingatkan saya masa-masa kuliah dulu, sudah lebih dari satu dekade saya tinggalkan kampus ini sebagai mahasiswa dan hari ini saya datang sebagai dosen.

Kisah-kisah masa kuliah seakan tak pernah hilang dari benak saya, dan hari ini ada pelepasan mahasiswa/i yang akan berangkat PKL, refleks saya buka account twitter saya..

Timeline saya berisi kicauan siswa/i yang akan berangkat PKL, senang, bangga, sedih, dan banyak harapan tergambar dari kicauan mereka siang itu, kicauan mereka membawa pikiran saya melayang ke masa-masa PKL dulu, harapan untuk bisa mendengar lagu Gaudeamus Igitur di gedung wisuda seakan memberi semangat untuk PKL

Harapan saya dan teman-teman untuk mengenakan toga seakan selalu memberi semangat dan kekuatan untuk berangkat PKL

Lanjutkan membaca Gaudeamus Igitur

Dosen Jaman Sekarang


(Saat berjalan meninggalkan kelas dan menuju lobby kampus saya dengar sepintas celotehan siswa di anak tangga kampus, hal ini menggoda saya untuk menulis sedikit tentang dosen karena mereka berkata “beda banget ya dosen jadul dengan dosen sekarang”)

  1. Lanjutkan membaca Dosen Jaman Sekarang

Mahasiswa Jaman Sekarang


Bertahun-tahun menjadi pengajar menjadikan saya banyak belajar mengenai perilaku dan karakter mahasiswa/i maupun dosen, sering ada kata-kata abadi dari kalangan yang lebih tua, biasanya tercetus kata seperti ini “Mahasiswa jaman sekarang tidak seperti dulu….. bla bla bla bla….

Lanjutkan membaca Mahasiswa Jaman Sekarang

Catatan yang tertinggal


Barusan buka-buka file di komputer, ada file yang nyempil, setelah saya buka isinya lumayan juga agak-2 aneh, entah siapa yang iseng buat tulisan ini,tapi idenya keratif juga…

check dan coba baca deh, kalau bisa jangan baca dalam hati, tapi bersuara dan baca apa yang tertulis bukan baca berdasarkan persepsi kita terhadap kata dan kalimat yang tertulis itu

hanya baca saja yang tertulis, ini dia isi teksnya

Mengurangi jumlah abjad pada bahasa
Indonesia.
(disadur dari sebuah tulisan yang
sudah lama hilang – versi Inggris)

Lanjutkan membaca Catatan yang tertinggal

Kecuali BUSWAY ??


Tadi sore saat saya jalan-2 dengan keluarga, anak saya bertanya :

“Pak, kok tulisannya Kecuali busway?”

Pertanyaan sederhana seperti itulah yang juga sering ada di benak saya.

Sejak awal ada busway saya tergelitik dengan istilah dan bahasa yang digunakan masyarakat umum, fenomena busway seakan sudah meresap dalam pikiran dan tutur kata masyarakat.

Lanjutkan membaca Kecuali BUSWAY ??

RUN


Setiap pagi di suatu hutan,
Seekor kijang bangun dari tidurnya dan bertekad bahwa hari itu ia harus berlari melebihi kecepatan singa di hutan belantara itu,
Karena jika tidak, ia akan menjadi mangsa yang empuk bagi singa.

Pada suatu pagi yang sama di suatu hutan,
Seekor singa bangun juga dari tidurnya dan membuat janji pada dirinya bahwa hari itu,
Ia harus mampu berlari lebih cepat dari kijang di hutan itu,
Karena jika tidak, ia akan mati kelaparan.

Tidak menjadi masalah apakah anda seekor singa ataupun seekor kijang…

Ketika sinar matahari terbit… Maka bersiaplah untuk berlari secepat-cepatnya…

#Disalin dari salah satu sumber (Unknown)

Catatan Kecil dari ZZU 07, STMT Trisakti


berikut ini adalah kumpulan saran dan kritik siswa/i buat dosennya :

Saya sebel sama bapak, karena tugasnya memerlukan biaya, sedangkan saya hanya punya tenaga dan pikiran, semua ini membuat hati saya down dan minder karena dengan kemajuan teknologi saya tidak punya.
Tapi semua ini membuat pengalaman saya untuk bertindak & doa, ternyata saya memanfaatkan laptop teman saya bila ia kuliah dan akhirnya saya dapat menyelesaikan tugas ini selama 1 bulan
Tapi selama mata kuliah bapak saya hanya berfikir gimana saya mendapatkan semua itu
Akhirnya saya nabung, akhirnya saya mendapatkan itu semua.
Terima kasih Tuhan, karena bapak saya bisa punya tekat untuk membeli itu hingga akhirnya aku mendapatkannya.

Pendapat saya tentang pak eko pada saat ngajar :
1. terlalu cepat dalam menjelaskan
2. terkadang kalau kasih kasus tidak dijelaskan sampai tuntas
3. on time banget
4. ga pernah ga masuk (rajin)
5. baik nilai
6. pokoknya pak eko the best deh pa lagi cara berpikir bapak
Lanjutkan membaca Catatan Kecil dari ZZU 07, STMT Trisakti

GIFT from my class : TRAVEL 08, FISIP, Universitas Indonesia


Kesan : awalnya saya pikir bpk dosen yg hanya masuk kelas dan mengajar dg masa bodonya pd mahasiswa, tetapi setelah pertemuan terakhir saya merasa seperti diberi motivasi hormat pada orang tua. Dlm memberi materi juga lebih gampang diterima karena suasana yang tidak membosankan (sedikit formal) membebaskan mahasiswa tetapi mahasiswanya tetap mengikuti aturan bapak
Pesan : semester depan mengajar kelas travel 2008 lagi

saya sudah lama untuk menunggu dan berharap oleh dosen macam anda pak karena belum pernah saya merasa sebagai mahasiswa seutuhnya sebelumnya. Metode pengajaran anda jauh lebih baik bahkan dari ibu Meutia Hatta yang pernah mengajar saya
Lanjutkan membaca GIFT from my class : TRAVEL 08, FISIP, Universitas Indonesia