Wibawa Sirene & Strobo Memudar


Sirene, lampu strobo dan rotator biasa disebut “Sirbo” semakin marak digunakan oleh pengendara mobil dan motor, bagaimana dengan efek yang ditimbulkan oleh lampu dan bunyi sirene itu?

Saat ini kita otomastis melihat spion kita apabila ada suara dan pancaran lampu itu, beberapa pengendara akan was was … apakah saya yang dituju? apakah saya ada salah?

Sementara pengendara lain akan otomatis menepi untuk memberi jalan kepada kendaraan dan orang yang berwenang menggunakan itu. Namun belakangan ini wibawa sirbo mulai memudar dan dianggap biasa oleh sebagian kecil pengendara karena mengganggap itu mulai menjadi lumrah bin biasa-biasa saja… tanya ken apa ?

kira-2 tahun 80 an, pengendara akan was was kalau mendengar suara peluit, masa-masa itu peluit polisi sangat berwibawa, bahkan sering terdengar kata “ati-2 ga bawa surat-2, nanti disemprit polisi” ; “wah disemprit !!! salah apa ya?

wibawa sempritan mulai pudar dan tidak ada wibawanya sejak peluit itu banyak digunakan oleh tukang parkir dan banyak orang.

Hari ini… kalau anda mendengar suara peluit itu… apa yang terbayang? pasti tukang parkir, bukan polisi

Hari ini kalau anda mendengar suara sirene dan kilatan lampu strobo, apa yang terbayang? itu petugas atau pengendara sipil ? perlu prioritas jalan kah? ataukah ambulance yang didalamnya ada pasien yang membutuhkan penanganan segera?

kenapa bisa tidak dihiraukan? tentunya karena wibawanya sudah luntur, kenapa luntur? karena sudah jadi hal biasa di jalan raya, pengendara sipil menggunakan sirbo untuk menghalau pengendara lainnya.

Ketentuan penggunaan sirbo ini sudah jelas diatur dalam UU No. 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan pasal 59

Mungkin dalam waktu beberapa tahun lagi nasib sirbo akan sama dengan peluit… hilang wibawanya karena dianggap biasa.

silakan bapak-2 yang berwenang memikirkan bagaimana caranya mempertahankan wibawa sirbo, jangan sampai nasibnya sama dengan peluit / sempritan / priwitan

priitttttttttt……

14 thoughts on “Wibawa Sirene & Strobo Memudar”

  1. soalnya peralatan itu bukan pihak2 militer dan kepolisian, kebanyakan warga sipil tapi pemerintah sok2an pake UU, lah yg buat emg mereka?? kok mereka yg ngebatasin?? suka2 org dnk mw pakai.

    skrg tergantung orangnya aja yg memakai peralatan2 tsb. jgn arogan dan ugal2an ketika memakainya.

    Ya, saya untuk yg satu ini tidak mematuhi UU untuk sirine? knp? saya disruh tinggal di luar indonesia aja? lo aja kaleee

    1. makanya lepas tu sirine pasang audio sistem setel musik klasik. kesian otak ente semaput keseringan denger sirine…xixixi:mrgreen:

  2. @stoner

    ngeyel kok bangga
    masa kecilnya kurang pengakuan ya
    sampe butuh diakui di jalan dengan pakai sirbo
    bangga ya pakai sirbo?
    keren ya?

    di kepala lu keren
    di kepala gw lu BEGO

  3. @ Stoner : Mas, UU itu termasuk peraturan. Nah, dari lahir kita itu udah terikat sama yg peraturan.
    Lha.. kalo sampeyan ga mau nuruti aturan yg ada sampeyan itu apa ?
    Wong binatang aja punya peraturan kok.

    Coba tengok negara mana di dunia ini yg ga punya aturan ?
    Kalo nemu, kasih tau saya. Nanti sampeyan tak bayari buat pindah kesana. Biar ga ngerusak bangsa ini.

  4. Jancuk tenan… sirine dan strobo yah.opo meneh sing dipasang dan dipake warga sipilis.. ngetarani nek asline KERE. kere ning njaluk diakoni sbg Juragan Tempe.. hahahahaha. jadi inget bapak tua pake sepeda balap tua. mana bulukan, tas kresek dimana2… eee, tau2 nongol suara SIRINE.. eh, busyet ealaah..ya ampuuun… ternyata tas kresek yg nampak kumuh tadi didalamnya ad aki dan sirine.

  5. ini ada orang tolol dan goblok pake nama stoner buat komentar seenak bacotnya, pengen keliatan pinter tapi malahan keliatan semakin goblok

    kalo bilang suka-suka lu coba deh pake motor masuk jalan tol? pengen tau berani kagak? kan itu ada aturan motor ga boleh masuk? ayo stoner bisa terima tantangan ini ga? jangan mingslep aja…. ahhh pasti cecunguk bego ini ga berani..

    pake strobo bangga? supaya keliatan seperti polisi? kenapa ga sekalian aja pake seragam polisi atau tentara….

    pake strobo buat ngusir orang yang ngalangin jalan…. hahaha dasar bocah ingusan ga percaya diri, cari perhatian di jalan… di motormu kan ada klason massss… bodoh banget sih?

    mana stoner? pengecut ini mingslep ya? kalo pengen seperti polisi mah beli aja bajunya trus pake di jalanan… berani? pastinya ngga lah

  6. Dear…..all Assalammu’alaikum Wr.Wb
    Peraturan adalah Peraturan, bagaimana kita menyikapinya.. rasa Ego n Arogan tolong ditepiskan, kita disini belajar bahasa yang enak dibaca,,, orang timur tersohor dengan SANTUNnya,,, masalah seperti begini (SIRBO) tengah ramai dibicarakan hampir di semua Komunitas atau Klub,… memang itu adalah hak dari pemakai/pemasang SIRBO tapi tidak ber Hak untuk diprioritasakan didalam Perjalanan (UMUM),
    kita sama orang SIPIL sebagai pengguna jalan biasa…jangan dikarenakan ada didalam satu KOMUNITS/KLUB maunya dutamakan (NGACA dulu dong) Siapa KITA….?????
    saya dulu juga menggunakan tapi lantaran kecelakaan n PECAH dan akhirnya tidak saya pergunakan,,,(tapi bukan karena itu saja) akan tetapi saya lebih Menghormati apa itu yang namanya sebuah PERATURAN,,,!!!! kita dialog hanya berbagi…. bukan untuk saling menjatuhkan satu sama lainnya,,, kalo generasi muda Maaf Tata Bahasanya sudah begini… Bagaimana dengan NEXT GENERATION…? okeee…. kembali kita saling intropeksi,,,, Manusia banyak Kesalahan tidak ada yang sempurna,,,, sayapun juga demikian mohon maaf kalo ada yang tersinggung saya hanya bertujuan untuk saling mengingatkan “PIL KINA ITU PAHIT TAPI MENYEMBUHKAN” selamat berkarya dan Wassalammualaikum Wr.Wb

  7. jadi kang Agoes Ranger Baret udah ga pasang lagi kan??
    sudah tau aturannya kan kang?
    umpatan dan cemoohan di jalan lebih sadis..

    mudah2an teman2 ‘disana’ bisa sadar dan taat aturan sebagai warga sipil..

    Salam.

  8. Adapun berdasarkan UU No. 22 Tahun 2009 pasa 59 ayat (5) Pengguna lampu isyarat dan sirine sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2):

    A. Lampu isyarat warna biru dan sirene digunakan untuk mobil petugas Kepolisian Negara Republik Indonesia;

    B. Lampu isyarat warna merah dan sirene digunakan untuk mobil tahanan, pengawalan Tentara Nasional Indonesia, pemadam kebakaran, ambulans, palang merah, dan jenazah; dan

    C. Lampu isyarat warna kuning tanpa sirene digunakan untuk mobil patroli jalan tol, pengawasan sarana dan Prasarana Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, perawatan dan pembersihan fasilitas umum, menderek Kendaraan, dan angkutan barang khusus.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s